Ruben Amorim Akui AC Milan Loyo Sejak Awal saat Dibungkam Bologna

Ruben Amorim menilai AC Milan kehabisan energi sejak awal saat kalah 2-4 dari Bologna. Derby lawan Inter menanti, ketersediaan pemain masih dipantau.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 29 Oktober 2026, 12:02 WIB
Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Bola.com, Jakarta - AC Milan gagal menjaga rekor tak terkalahkan di Serie A 2026/2027 setelah kalah 2-4 dari Bologna pada pekan kesembilan. Bermain di San Siro, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, Rossoneri kehilangan keunggulan setelah tampil kurang meyakinkan pada paruh kedua.

Pertandingan sempat berjalan sesuai harapan tuan rumah ketika dua gol Alphadjo Cisse membawa AC Milan membalikkan keadaan sebelum turun minum. Namun, Bologna memberikan respons setelah jeda dan mencetak tiga gol tambahan untuk membawa pulang kemenangan.

Advertisement

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai anak asuhnya tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mempertahankan intensitas permainan. Banyaknya pemain yang absen juga membatasi opsi rotasi, tetapi ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk menutupi kekurangan tim.

Amorim kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Inter Milan. Derby yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang itu menjadi agenda penting, sementara kepastian ketersediaan pemain masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Simak jadwal lengkap pertandingan Liga Italia yang akan berlangsung di sini.


Amorim Soroti Kelelahan Pemain AC Milan

Gelandang AC Milan Kroasia #14, Luka Modric (tengah), dan gelandang AC Milan Italia #28, Christian Comotto (kanan), bereaksi terhadap kekalahan tim mereka di akhir pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Bologna di stadion San Siro di Milan, Italia utara pada 29 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Amorim melihat persoalan fisik sudah terasa sejak pertandingan baru dimulai. AC Milan kesulitan mempertahankan energi untuk menekan lawan, terlebih jadwal padat membuat tim tidak leluasa memberikan waktu istirahat kepada para pemain.

Situasi tersebut turut memengaruhi kemampuan Rossoneri menjaga permainan setelah sempat membalikkan skor. Amorim mengakui timnya berusaha merespons tekanan Bologna, tetapi upaya itu tidak cukup untuk menghindari kekalahan di kandang sendiri.

"Banyak pertandingan, banyak pemain yang absen. Situasinya sulit bagi kami," kata Amorim.

"Saya merasa sejak menit pertama tim sedikit kelelahan dan tidak memiliki banyak energi. Kami kebobolan dua gol dengan cepat, lalu mencoba bangkit dan mendapatkan peluang bagus melalui Camarda. Jadwal pertandingan yang padat ini memang berat bagi kami," lanjutnya.


Amorim Tunggu Kabar Pemain Jelang Derby Milan

Pemain Bologna Samuel Mbangula mencetak gol ke gawang AC Milan (AFP)

Masalah skuad menjadi perhatian tersendiri bagi Amorim setelah AC Milan kehilangan delapan pemain saat menjamu Bologna. Sejumlah nama yang absen adalah Mario Gila, Samuel Chukwueze, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira yang baru bergabung pada musim panas.

Dengan jadwal derby yang semakin dekat, Amorim belum dapat memastikan berapa banyak pemain yang bisa kembali memperkuat tim. Ia memilih mengevaluasi kondisi skuad terlebih dahulu sebelum menentukan rencana persiapan menghadapi Inter Milan.

"Kami harus melihat situasinya secara menyeluruh. Pertandingan ini tidak bisa dipisahkan dari konteks yang ada," ujar Amorim.

"Saya belum tahu berapa banyak pemain yang akan tersedia. Kami akan memeriksa kondisi mereka besok, lalu dalam dua hari kami mulai mempersiapkan pertandingan. Kami mengkhawatirkan berbagai hal, tetapi saat ini fokus kami adalah mengetahui berapa banyak pemain yang bisa diturunkan," tegasnya.


Amorim Tegaskan AC Milan Tidak Bisa Terus Mengandalkan Alasan Cedera

Ekspresi gelandang AC Milan, Luka Modric, saat laga melawan Cagliari, di Stadion San Siro, Milan, pada 24 Mei 2026. (AFP/Piero Cruciatti)

Amorim kemudian menanggapi pertanyaan mengenai performa AC Milan yang belum konsisten. Ia meluruskan bahwa dirinya tidak menjadikan cedera sebagai penyebab tunggal kekalahan, melainkan menyoroti dampak keterbatasan rotasi terhadap kemampuan tim menjaga intensitas.

Menurutnya, gaya bermain yang menuntut tekanan berkelanjutan sulit dijalankan ketika para pemain kehilangan energi. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan pendekatan permainan membutuhkan waktu sehingga tidak bisa langsung diterapkan secara maksimal dalam beberapa bulan.

"Ini bukan hanya soal itu. Saya tidak mengatakan kami kalah karena cedera. Saya mengatakan bahwa kami kekurangan energi karena tidak bisa melakukan rotasi dengan cara yang sama," kata Amorim.

"Sulit bagi kami untuk terus melakukan pressing sepanjang waktu. Ketika kami berhenti memainkan permainan kami sendiri, kami akan kesulitan. Pelatih baru tidak bisa membuat tim memainkan sepak bola yang berbeda hanya dalam beberapa bulan. Hal itu seharusnya bisa Anda pahami, dan saya rasa Anda memahaminya," lanjutnya.

Sumber: Football Italia


Persaingan Sengit di Liga Italia

Berita Terkait