Man City Bisa Kehilangan 50 Poin dalam 1 Musim jika Banding Kasus Finansial Ditolak

Manchester City terancam pengurangan 40-50 poin jika kalah dalam banding kasus finansial.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 16:15 WIB
Ilustrasi Manchester City divonis bersalah atas 115 pelanggaran FFP oleh Premier League. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Manchester City berpotensi menerima hukuman pengurangan 40 hingga 50 poin dalam satu musim apabila banding mereka terkait pelanggaran aturan finansial Premier League ditolak.

Informasi itu diungkapkan sejumlah sumber kepada Football Insider.

Advertisement

Man City sebelumnya mengajukan banding atas putusan yang menyatakan mereka bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan Premier League selama periode 2009 hingga 2018.

Kasus itu mengguncang sepak bola Inggris.

Menurut sumber Football Insider, Premier League sangat ingin menyelesaikan proses banding beberapa bulan sebelum musim 2026/2027 berakhir.

Namun, ketersediaan pengacara yang terlibat dalam perkara tersebut berpotensi menjadi kendala terbesar.

Jika putusan bersalah terhadap sebagian besar dakwaan tetap berlaku, proses hukum berikutnya akan digelar secara terpisah untuk menentukan sanksi bagi Man City.

Sejumlah persiapan untuk menentukan bentuk hukuman itu dikabarkan tengah berlangsung di balik layar.

 

Cek klasemen terkini Premier League 2026/2027 di sini.


Hukuman Satu Musim

Para pemain Manchester City mengangkat trofi juara Liga Inggris 2023/2024 usai menaklukkan West Ham United pada laga pekan ke-38 yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Sebelumnya, muncul desakan agar Man City dijatuhi pengurangan poin untuk beberapa musim. Namun, sumber dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Premier League menilai hukuman satu musim lebih mungkin diterapkan.

Besaran pengurangan poin itu diperkirakan masih memberi peluang bagi The Citizens untuk bertahan di Premier League musim ini.

Skema tersebut secara teori serupa dengan hukuman yang diterima Everton pada pertengahan musim 2023/2024.

Saat itu, Everton mendapat pengurangan 10 poin, tetapi masih memiliki waktu untuk berusaha menghindari degradasi dan akhirnya berhasil melakukannya.

Selain pengurangan poin, Man City diperkirakan menghadapi larangan transfer dalam jangka panjang serta denda dalam jumlah sangat besar.

Hukuman tersebut berpotensi membuat mereka kesulitan mempertahankan daya saing seperti biasanya selama beberapa musim.


Perkembangan Terbaru

Pemain Manchester City, Kyle Walker mengangkat trofi setelah timnya berhasil menjuarai Piala Dunia Antarklub 2023 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (23/12/2023) dini hari WIB. Manchester City menang dengan skor 4-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

Man City terus membantah melakukan pelanggaran, meski telah dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan terkait aturan finansial selama sembilan tahun.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Premier League dilaporkan memperkuat tim hukumnya.

Firma hukum terkemuka Slaughter and May serta pengacara senior Sir James Eadie KC direkrut untuk bekerja bersama Bird & Bird dalam menangani perkara melawan Man City.

Menurut Telegraph, sejumlah klub pesaing di Premier League khawatir kasus ini tidak akan selesai pada musim berjalan.

Situasi itu dapat menimbulkan ketidakpastian besar menjelang akhir kompetisi, ketika klub-klub masih bersaing memperebutkan gelar juara.

Man City siap menempuh berbagai jalur hukum untuk membatalkan putusan yang merugikan mereka.

Hingga kini, jadwal sidang banding belum ditetapkan, sementara panel independen sedang dibentuk untuk memeriksa seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Maresca Yakin Bisa Memenangi Banding

Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menyaksikan pertandingan sepak bola FA Community Shield Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Principality Stadium, Cardiff, Wales Selatan, pada 16 Agustus 2026. (Glyn KIRK / AFP)

Di tengah berlanjutnya kasus hukum tersebut, tim asuhan Enzo Maresca disebut terus menunjukkan perkembangan positif pada musim ini.

Pelatih asal Italia itu harus menghadapi persoalan tersebut hanya beberapa bulan setelah memulai masa jabatannya sebagai pelatih baru klub.

Meski demikian, ia tetap yakin Man City dapat melewati proses hukum tanpa menerima dampak yang merugikan.

Dalam wawancara dengan media pada awal Oktober, Maresca menegaskan kepercayaannya terhadap jajaran pimpinan klub.

"Saya bergabung dengan klub ini karena sepenuhnya percaya, 100 persen, kepada pemilik, CEO, direktur olahraga, dan seluruh organisasi. Saya tidak memiliki keraguan sedikit pun mengenai hal itu. Saya tentu sudah berbicara dengan pihak klub. Mungkin waktu yang tepat untuk membahasnya adalah ketika kami memenangi banding ini," ujar Maresca.

Ia juga menegaskan dirinya dan para pemain memahami keseriusan perkara tersebut. Namun, menurut Maresca, mereka harus mampu mengendalikan perhatian terhadap persoalan di luar lapangan.

"Kami sepenuhnya memahami seriusnya situasi ini. Saya tidak mengatakan kami tidak memahaminya. Kami mengerti, begitu pula para pemain. Namun, tugas kami adalah berusaha mengendalikan berbagai hal yang menjadi perhatian. Pelatih dan pemain berfokus untuk memenangi pertandingan, bukan hal lain," tuturnya.

 

Sumber: Football Insider

Berita Terkait