Patah Tumbuh Hilang Berganti, Borneo FC Orbitkan Lagi Young Guns Memikat Hati

Borneo FC seakan tak pernah kering stok pemain muda. Setiap musim Pesut Etan selalu punya amunisi muda.

Bola.com, Jakarta - Borneo FC seakan tak pernah kering stok pemain muda. Hampir setiap musim, klub berjuluk Pesut EtamĀ itu melahirkan young guns bertalenta bagus.

Fajar Faturrahman, Komang Teguh, Terens Puhiri, hingga Alfahrezzi Buffon merupakan alumni pembinaan usia muda Borneo FC.

Klub milik Nabil HusienĀ tersebut mulai menjalankan "bisnis" di industri sepak nasional.Ā Borneo FC akan melepas pemain mudanya dengan skema transfer apabila ada klub lain tertarik merekrut mereka.

Musim ini,Ā Borneo FC merelakan Fajar Faturrahman ke Persija dan Alfharezzi BuffonĀ merapat ke Dewa United.

Di skuad Pesut Etam saat ini masih ada tiga sosok muda yang diorbitkan untuk tampil di kasta tertinggi Indonesia. Mereka adalah Amar Brkic, Dandy Sonriza, dan Hugo Samir.

Ā 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Posisi Baru

Amar Brkic, yang masih tercatat sebagai anggota Timnas Indonesia U-20, digaet pada akhir bursa transfer pertama edisi ini. Pemain diaspora berusia 19 tahun ini langsung tampil memikat ketika debut di AFC Challenge League.

Satu di antara penampilan gemilangnya, adalah ketika ia mencetak gol saat Borneo FC menggilas Tainan City 3-1 di Samarinda.

Amar Brkic ditempatkan di posisi baru sebagai bek kanan yang sebelumnya ditongkrongi Alfharezzi Buffon.

Performa apik itu membuat pelatih Mauro Jeronimo memberi kesempatan Amar Brkic debut di Super League melawan PSS Sleman, Selasa lalu, yang berakhir kemenangan 2-1.

Ā 

Tenaga Muda

Nah, pada laga tandang kontra PSS itu, giliran bintang Rahmad Dandy Sonriza dan Hugo Samir yang bersinar terang.

Keduanya mencetak gol ke gawang Super Elang Jawa. Tendangan fantastisĀ Dandy Sonriza dan Hugo Samir menunjukkan kematangan bermain mereka.

Dandy Sonriza dan Hugo Samir yang beroperasi di sayap kiri dan kanan jadi senjata ampuh. Tenaga muda dan kecepatan yang mereka miliki sangat membantu kala Borneo FC melakukan serangan balik.

Dandy Sonriza ditarik pulang ke Samarinda setelah masa peminjaman di Adhyaksa FC berakhir.

Pemain berumur 23 tahun ini telah empat kali tampil di Super League dan sekali beraksi di AFC Challenge League.

Ā 

Matang dan Dewasa

Sementara Hugo Samir kembali ke pangkuan Borneo FC setelah 1,5 musim membela Persik dan paruh kedua musim lalu sempat dipinjamkan ke klub Championship, Persiku Kudus.

Penampilan Hugo Samir, putra pelatih kawakan Jacksen Tiago itu, makin matang dan dewasa.

Hugo Samir sudah bermain sebanyak lima kali. Perinciannya dua kali di Super League dengan satu gol. Dua kali pada pentas AFC Challenge League dengan satu assist, serta sekali berlaga di ASEAN Club Championship.

Jika trio wonderkids ini bermain konsisten, terbuka jalan untuk terus berkembang. Apalagi semua kompetisi yang diikuti Borneo FC masih memasuki tahap awal.

Video Populer

Foto Populer