Scholes Kecam Bruno Fernandes, Masa Depan di Manchester United Disorot

Paul Scholes menilai komentar Bruno Fernandes tak termaafkan. Status kapten dan masa depannya di Manchester United kembali jadi perdebatan.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 29 Oktober 2026, 20:05 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Bruno Fernandes di Manchester United kembali menjadi sorotan setelah sang kapten mengkritik pendekatan taktik Michael Carrick secara terbuka. Pernyataan itu memantik reaksi keras, terutama dari legenda klub, Paul Scholes.

Scholes menilai komentar Fernandes tidak bisa dimaafkan dan mempertanyakan apakah sang gelandang masih layak dipercaya memegang ban kapten di masa depan. Sorotan terhadap kepemimpinannya pun makin tajam.

Advertisement

Tribal Football melaporkan ketegangan di internal Manchester United meningkat usai kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions. Fernandes menyoroti pressing yang dinilainya terlalu pasif, sehingga lawan mendapat terlalu banyak ruang.

Isu ini ikut menguatkan spekulasi kepindahan Fernandes. Ia dikaitkan dengan AC Milan, dengan Ruben Amorim disebut berpeluang kembali bekerja sama dengannya, sementara perdebatan publik di Inggris mempertanyakan keputusan sang kapten menyampaikan kritik secara terbuka.


Paul Scholes: Komentar Fernandes Dinilai Tak Termaafkan

Gelandang Manchester United asal Portugal, #08 Bruno Fernandes, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiganya, sekaligus gol keempat bagi timnya, dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Paul Scholes menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik Fernandes. Dalam podcast The Good, the Bad and the Football, legenda Manchester United itu menilai pernyataan sang kapten dapat merusak kepercayaan antara pemain dan staf pelatih.

Menurut Scholes, seorang kapten seharusnya mampu menjaga kepercayaan terhadap tim dan jajaran pelatih, terutama ketika klub sedang menghadapi periode sulit.

"Menurut saya, apa yang dikatakan Bruno Fernandes pekan lalu tidak bisa dimaafkan," ujar Scholes.

Ia kemudian mempertanyakan bagaimana Fernandes bisa kembali dipercaya menjadi kapten setelah kejadian tersebut. Scholes bahkan menyarankan agar Fernandes mempertimbangkan meninggalkan sepak bola Eropa dan melanjutkan kariernya di Arab Saudi.

"Saya rasa dia perlu meninggalkan sepak bola Eropa dan pergi saja ke Arab Saudi. Saya tidak berpikir ada manajer atau anggota staf pelatih yang bisa mempercayainya setelah apa yang dia katakan," lanjut Scholes.

Komentar tersebut menambah tekanan terhadap Fernandes, yang selama ini menjadi salah satu pemain penting Manchester United. Meski demikian, penilaian Scholes merupakan pandangan pribadi sang legenda. Belum ada keputusan resmi dari Manchester United mengenai pencopotan ban kapten atau masa depan Fernandes di Old Trafford.


Relasi dengan Michael Carrick di Bawah Sorotan

Kontroversi Fernandes bermula setelah Manchester United menelan kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions.

Dalam pertandingan tersebut, Fernandes mempertanyakan pendekatan permainan yang diterapkan tim pelatih. Ia menilai Manchester United terlalu memberikan ruang kepada lawan sehingga Como bisa mengembangkan permainan dengan nyaman, termasuk soal pressing yang dianggap terlalu pasif.

Kritik itu muncul ketika posisi Carrick sebagai pelatih juga tengah mendapat tekanan akibat performa tim yang belum konsisten.

Situasi semakin rumit setelah Fernandes tidak masuk dalam susunan pemain utama saat Manchester United menghadapi Bournemouth di Liga Inggris pada Minggu (25/10/2026).

Pada laga tersebut, Manchester United justru kembali menelan kekalahan dengan skor 0-3 di Old Trafford.

Carrick sendiri tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai komunikasi pribadinya dengan Fernandes. Ia hanya menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambilnya akan mengutamakan kepentingan klub. "Saya akan selalu melakukan apa yang terbaik untuk klub sepak bola ini," ujar Carrick ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan status Fernandes sebagai kapten.

Di tengah polemik tersebut, laporan The Athletic menyebut Carrick dan Fernandes diperkirakan akan menyelesaikan persoalan mereka menjelang pertandingan melawan Chelsea. Perkembangan ini membuka peluang untuk memperbaiki hubungan, meski masa depan Fernandes tetap menjadi bahan spekulasi.


AC Milan dan Ruben Amorim Masuk Radar Masa Depan Fernandes

Di tengah memanasnya situasi di Manchester United, AC Milan disebut sebagai salah satu tujuan potensial bagi Fernandes.

Ruben Amorim dikabarkan berpeluang merekrut gelandang Portugal itu untuk memperkuat Rossoneri.

Amorim bukan sosok asing bagi Fernandes. Keduanya pernah berada di Manchester United, sehingga sang pelatih dinilai sudah memahami kemampuan dan karakter permainan sang gelandang.

Fernandes memiliki paket komplet yang menarik bagi klub top Eropa: kemampuan menciptakan peluang, visi bermain, distribusi bola, serta kontribusi gol yang konsisten di lini tengah.

Ia juga punya pengalaman berkarier di Italia bersama Udinese dan Sampdoria, yang bisa menjadi modal jika kembali ke Serie A.


Januari 2027 Bisa Menjadi Periode Penting bagi Fernandes

Di usia 32 tahun, masa depan Fernandes bersama Manchester United kian disorot, apalagi ketika dinamika internal klub sedang tidak stabil.

Sebagai kapten, Fernandes memikul tanggung jawab besar untuk membantu tim melewati masa sulit. Namun, kritik terbukanya terhadap pendekatan pelatih menimbulkan pertanyaan tentang hubungannya dengan staf serta posisinya di ruang ganti.

Di sisi lain, Manchester United juga harus mempertimbangkan kepentingan klub saat menentukan langkah untuk masa depan sang pemain.

Kehilangan Fernandes berpotensi memengaruhi kreativitas lini tengah. Namun, mempertahankan pemain di tengah ketegangan internal juga menuntut penyelesaian yang tepat agar situasi tidak berlarut-larut.

AC Milan dapat menjadi salah satu alternatif apabila Fernandes memutuskan mencari tantangan baru. Akan tetapi, hingga kini, kemungkinan transfer tersebut masih sebatas rumor dan belum menjadi keputusan resmi.

Berita Terkait