Sir Jim Ratcliffe Bikin Keluarga Glazer Kecewa, Pengelolaan MU Disebut Berantakan

Keluarga Glazer tak puas dengan Sir Jim Ratcliffe, masa depan MU kembali jadi tanda tanya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 10:15 WIB
Co-Chariman Manchester United, Avram Glazer (kiri), dan CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), bertepuk tangan selama pertandingan final Piala FA Wanita Inggris antara Chelsea dan Manchester United di Stadion Wembley, London barat laut, pada 18 Mei 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keluarga Glazer dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United.

MEN melaporkan, sejak mengambil alih sebagian kepemilikan klub pada 2024, pengusaha Inggris tersebut dinilai belum mampu membawa perubahan sesuai harapan keluarga asal Amerika Serikat itu.

Advertisement

Ratcliffe mengakuisisi 25 persen saham MU melalui kesepakatan senilai sekitar 1,2 miliar paun (sekitar Rp29,1 triliun).

Lewat perusahaan INEOS, ia juga memperoleh tanggung jawab untuk mengelola seluruh operasional sepak bola klub.

Dalam kesepakatan tersebut, Ratcliffe turut menjanjikan tambahan investasi sebesar 245 juta paun. Dengan demikian, total komitmen finansialnya untuk MU mencapai sekitar 1,5 miliar paun.

Dana tambahan itu rencananya digunakan untuk mendukung pembenahan infrastruktur klub, termasuk Old Trafford. Namun, perkembangan MU di lapangan belum memperlihatkan peningkatan signifikan.

Kondisi tersebut kabarnya membuat keluarga Glazer kecewa terhadap cara Ratcliffe menjalankan klub.

 

Butuh jadwal Liga Inggris musim ini? Silakan merapat ke sini ya.


Jauh dari Ekspektasi

Dilansir dari Manchester Evening, Ratcliffe merupakan pemilik klub Liga Prancis, OGC Nice sebelum kabar tentang keinginnanya membeli klub yang berjuluk Setan Merah tersebut mencuat. (AFP/Valery Hache)

Kendati memantau perkembangan MU dari kejauhan, mereka disebut tidak puas dengan situasi yang terjadi di bawah kendali INEOS.

Seorang sumber yang memiliki hubungan sosial dengan keluarga Glazer mengatakan kepada Mail bahwa situasi di MU jauh dari ekspektasi mereka.

"Ini sebuah kekacauan dan bukan sesuatu yang mereka harapkan atau dijanjikan. Mereka tidak pernah menjalankan klub dengan cara seperti ini," ujar sumber tersebut.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan sumber lain kepada ESPN. Menurut sumber itu, keluarga Glazer menilai Ratcliffe tidak mungkin membuat situasi klub menjadi lebih buruk dari kondisi sekarang.

Sumber tersebut juga menyoroti penurunan kualitas di berbagai departemen MU. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan strategi yang sebelumnya disampaikan Ratcliffe.


Performa MU Jadi Sorotan

Pelatih Manchester United, Michael Carrick (kedua dari kiri), bersama para pemainnya bereaksi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Hull City dalam laga Liga Inggris 2026/2027 di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Ketidakpuasan terhadap pengelolaan klub muncul ketika MU juga masih kesulitan mendapatkan hasil positif di lapangan.

MU tercatat sudah melewati delapan pertandingan di seluruh kompetisi tanpa kemenangan.

Di Premier League, Setan Merah baru mampu meraih satu kemenangan sepanjang musim ini. Catatan tersebut menjadi awal musim terburuk klub dalam hampir 40 tahun terakhir.

Posisi MU di klasemen juga belum menggembirakan. Menjelang pertandingan melawan Chelsea, Sabtu, mereka hanya unggul dua poin dari penghuni posisi terbawah.

Situasi tersebut makin meningkatkan tekanan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas operasional sepak bola klub.

Rangkaian hasil buruk itu turut memunculkan pertanyaan mengenai nilai jual MU.

Empat tahun lalu, keluarga Glazer sempat mematok harga 6 miliar dolar AS atau sekitar 4,5 miliar paun ketika mempertimbangkan penjualan klub. Namun, nilai tersebut kini dinilai makin sulit untuk dipertahankan.


Glazer Masih Punya Kendali atas Penjualan MU

Keluarga Glazer memiliki Manchester United sejak 2005. (AFP/Paul Ellis)

Meski Ratcliffe sudah menjadi pemegang saham, keluarga Glazer tetap memiliki kendali atas keputusan penjualan MU.

Berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada 2024, keluarga Glazer memiliki kewenangan untuk memaksa Ratcliffe melepas sahamnya apabila mereka menyetujui penjualan klub kepada pihak ketiga.

Kepemilikan Ratcliffe telah meningkat dari 25 menjadi 28 persen. Ia tidak memiliki kewenangan untuk menghalangi transaksi tersebut, kecuali bersedia menyamai tawaran pembeli dan mengambil alih seluruh kepemilikan klub. Namun, kemungkinan terjadinya skenario itu dinilai sangat kecil.

Di sisi lain, meski dikabarkan tidak puas dengan kinerja Ratcliffe, keluarga Glazer juga tidak bisa begitu saja membeli kembali saham milik pengusaha Inggris tersebut.

Mulai Februari mendatang, Ratcliffe bahkan tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencegah keluarga Glazer menjual MU dengan valuasi di bawah harga 33 dolar AS atau 25 paun per saham yang sebelumnya ia bayarkan.

Sementara itu, INEOS juga mulai mengurangi keterlibatannya dalam kepemilikan klub sepak bola lain.

Lausanne-Sport asal Swiss menjadi klub terbaru yang dilepas ke pasar. Grup tersebut juga telah menurunkan harga jual klub Prancis, Nice.

 

Sumber: MEN

Berita Terkait