Bagaimana Ronald Araujo Menjelma Jadi Pilar Penting Liverpool usai Terpuruk di Barcelona

Ronald Araujo bangkit bersama Liverpool setelah kesulitan di Barcelona. Performa impresifnya membuka peluang bertahan secara permanen di Anfield.

Bola.com, Jakarta - Perjalanan Ronald Araujo bersama Liverpool berkembang jauh melampaui perkiraan awal. Bek asal Uruguay itu kini menjadi salah satu pemain yang memberikan pengaruh besar terhadap permainan The Reds pada musim 2026/2027.

Ketika pertama kali tiba di Anfield dengan status pinjaman dari Barcelona pada Agustus, Araujo belum sepenuhnya meyakinkan. Catatan penampilannya yang terbatas di Spanyol serta riwayat cedera membuat Liverpool dianggap sedang mengambil risiko untuk memperkuat lini pertahanan.

Kini, situasinya berubah drastis. Araujo mampu membuktikan kualitasnya melalui penampilan konsisten, kemampuan bermain di beberapa posisi, dan karakter bertahan yang sesuai dengan intensitas sepak bola Inggris.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Performa Impresif Mengubah Pandangan Pendukung Liverpool

Sebelum pindah ke Inggris, Araujo mengalami periode sulit bersama Barcelona. Pemain berusia 27 tahun tersebut hanya tampil sebagai starter dalam 11 pertandingan Liga Spanyol 2025/2026. Inkonsistensi permainan, kesalahan dalam menjaga posisi, dan persoalan kebugaran membuat reputasinya sempat mengalami penurunan.

Liverpool kemudian memberinya kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya. Keputusan merekrut Araujo dengan kontrak pinjaman satu musim disertai opsi pembelian permanen awalnya lebih dipandang sebagai upaya menambah kedalaman skuad.

Akan tetapi, Araujo justru mampu memberikan kontribusi lebih besar dari perkiraan. Ia sudah enam kali menjadi starter dalam delapan pertandingan Liga Inggris dan menunjukkan kemampuannya ketika ditempatkan sebagai bek tengah maupun bek kanan.

Karakter permainannya yang mengandalkan kekuatan fisik dan agresivitas membuatnya cepat diterima pendukung Anfield. Ia tidak segan melakukan tekel, memenangi duel, hingga mengambil risiko untuk menghentikan serangan lawan.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika Liverpool menundukkan Brighton 2-0. Araujo mendapatkan penghargaan Man of the Match setelah memenangi seluruh lima duel, mencatatkan 11 kontribusi defensif, dan membukukan kecepatan tertinggi 36,3 km/jam.

Tidak Hanya Tangguh, Araujo Juga Produktif

Kebangkitan Araujo tidak hanya terlihat dari kontribusinya dalam mengamankan pertahanan. Ia juga mampu memberikan tambahan ancaman ketika Liverpool membangun serangan, termasuk melalui pergerakan tanpa bola dan kemampuan membaca situasi permainan.

Di Liga Champions, Araujo sudah mengemas dua gol dan satu assist. Umpan tumitnya kepada Dominik Szoboszlai dalam kemenangan comeback melawan Atletico Madrid menjadi salah satu kontribusi ofensif yang memperlihatkan kualitas tekniknya.

Dalam pertandingan yang sama, Araujo juga melakukan sprint lebih dari 64 meter untuk memberikan tekanan kepada Jan Oblak. Penjaga gawang Atletico Madrid tersebut akhirnya dipaksa melepaskan bola jauh akibat tekanan yang diberikan bek Liverpool itu.

Aksi tersebut mengingatkan pendukung Liverpool pada Andy Robertson yang dikenal memiliki daya jelajah tinggi dan semangat pantang menyerah. Tidak mengherankan jika Araujo mulai mendapatkan julukan Big Ron dari para pendukung The Reds.

Jamie Carragher turut mengamati perubahan yang dialami sang pemain. Mantan bek Liverpool itu menilai suporter Anfield memberikan sambutan luar biasa kepada Araujo, berbeda dengan situasi yang mungkin dialaminya ketika masih berada di Barcelona.

Faktor lingkungan tampaknya turut membantu proses kebangkitannya. Setelah sempat mengambil jeda dari aktivitas sepak bola profesional untuk menangani masalah kecemasan dan kesehatan mental, Araujo kini terlihat lebih menikmati kehidupannya di Merseyside.

Liverpool dan Barcelona Berebut Masa Depan Araujo?

Penampilan Araujo membuat Liverpool memiliki pertimbangan besar menjelang akhir masa peminjamannya. Klub asal Merseyside tersebut memiliki opsi untuk mempermanenkannya dengan biaya 47 juta poundsterling (sekitar Rp1,05 triliun).

Kendati demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya sederhana. Usianya yang akan menginjak 28 tahun sebelum musim berakhir menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Sebab, Liverpool biasanya lebih banyak berinvestasi pada pemain yang lebih muda.

Dalam tujuh musim terakhir, hanya Wataru Endo dan Thiago Alcantara yang berusia di atas 27 tahun ketika bergabung dengan Liverpool. Biaya transfer keduanya bahkan masih lebih rendah dibandingkan nilai opsi pembelian Araujo.

Di sisi lain, Barcelona juga memiliki alasan untuk mempertimbangkan kepulangannya. Kebutuhan pemain bertahan dan pengalaman Araujo sebagai mantan kapten bisa menjadi pertimbangan penting bagi manajemen klub Catalunya tersebut.

Eric Garcia pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengambil nomor punggung 4 milik Araujo karena menghormati status sang pemain yang hanya dipinjamkan selama satu musim. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa peluang reuni dengan Barcelona belum sepenuhnya tertutup.

Araujo sendiri belum ingin membicarakan masa depannya secara terbuka. Ia memilih menikmati setiap kesempatan bermain bersama Liverpool dan berusaha mempertahankan kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya.

Dengan performa yang terus berkembang, Araujo kini memiliki posisi tawar lebih kuat dibandingkan ketika meninggalkan Barcelona. Liverpool pun menghadapi keputusan penting, apakah mempertahankan bek yang sedang menemukan kembali kualitas terbaiknya atau membuka peluang bagi sang pemain untuk kembali ke Camp Nou.

Sumber: Sports Illustrated

Klasemen

Video Populer

Foto Populer