Cerita Baihakki Khaizan soal Tekel yang Mematahkan Pergelangan Kaki Boaz Solossa di Piala Final AFF 2004: Sama Sekali Tidak Ada Niat

Timnas Indonesia kalah dari Singapura dalam laga final Piala AFF 2004.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Boaz Solossa melakukan selebrasi dengan Ilham Jaya Kesuma saat melawan Laos di penyisihan grup Piala AFF 2004. (AFP/STR)

Bola.com, Jakarta - Cerita mengenai Boaz Solossa selalu menarik untuk diceritakan kembali. Terutama performa apiknya di Piala AFF 2004 yang juga menjadi debutnya bersama Tim Garuda. 

Boaz Solossa tampil gemilang di sepanjang Piala AFF 2004. Namun, petaka menghampiri pemain yang akrab disapa Bochi tersebut pada leg pertama final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 8 Januari 2005.

Advertisement

Berawal dari kontrol bola yang terlalu jauh, Boaz Solossa kemudian mendapatkan tekel keras dari bek Timnas Singapura, Baihakki Khaizan.

Boaz Solossa langsung terjatuh dan merasa kesakitan setelah tekel itu. Ia mencoba bangkit, tetapi tidak bisa karena pergelangan kakinya patah. 

Kehilangan Boaz Solossa sangat berpengaruh untuk Timnas Indonesia. Tim asuhan Peter Withe saat itu kalah 2-5 dari Timnas Singapura dalam laga final Piala AFF 2004 yang berlangsung dalam dua leg. 

 

 


Diulang Terus

Bek timnas Singapura, Baihakki Khaizan, curhat tak pernah dimainkan di Piala AFF 2016. (AFP/Mohd Fyrol)

Cerita mengenai cedera parah Boaz Solossa selalu diceritakan. Terutama kepada sosok yang "disalahkan" atas kejadian itu yakni Baihakki Khaizan. 

Namun, Baihakki Khaizan tidak mempermasalahkannya. Ia juga merasa senang jika harus melakukan klarifikasi mengenai tekel yang ia berikan kepada Boaz Solossa di SUGBK, 22 tahun yang lalu.

"Diulang terus cerita itu, sudah 22 tahun yang lalu. Tapi tidak papa, saya juga mau kasih klarifikasi," ujar Bihakki Kaizan via Sport77.

 


Takut Boaz

Aksi pemain Timnas Indonesia, Boaz Solossa, saat melawan Thailand dalam laga leg kedua final Piala AFF di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Baihakki Khaizan menyatakan saat itu Timnas Singapura benar-benar mewaspadai Boaz Solossa. Penampilan Boaz yang saat itu masih 17 tahun benar-benar luar biasa di Piala AFF 2004.

"Dalam turnamen itu kita semua tahu siapa Boaz Solossa dan apa yang bisa dia lakukan. Kami taruh dia di papan sebagai player to watch," ungkapnya.

"Kebetulan saya bermain di bek kanan dan Boaz di kiri, saya juga masih muda saat itu 19 tahun," jelas pemain yang pernah membela Persija Jakarta dan Persib Bandung itu. 

 


Tidak Ada Niat Mencederai

Legenda Timnas Singapura, Baihakki Khaizan yang kini memiliki posisi baru di Federasi Sepak Bola Singapura (FAS). (Bola.com, Hery Kurniawan)

Lebih lanjut, Baihakki Khaizan mencoba menceritakan kejadian tekel keras kepada Boaz Solossa di leg pertama final Piala AFF 2004. Ia kembali menegaskan tidak memiliki niat untuk mencederai Boaz. 

"Saya lihat wah ini bolaku, saya langsung bereaksi, ternyata kaki Boaz di situ, saya juga dengar 'krek' saya seperti menginjak sesuatu," ungkap Baihakki. 

"Itulah sepak bola, saya tentu tidak pernah berniat untuk melakukan itu. Saya juga sudah ketemu Boaz Solossa, kami sudah salaman, sudah biasa saja," tandasnya. 

Sumber: Sport77

 

 

Berita Terkait