Kylian Mbappe Sudah Minta Maaf, Presiden Federasi Prancis Minta Kontroversi di China Diakhiri

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) minta Kylian Mbappe diberi kesempatan move on dari kontroversi atas ucapannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 16:15 WIB
Bomber Real Madrid Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Villarreal di jornada 21 Liga Spanyol 2025/2026 di La Ceramica, Minggu (25/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alberto Saiz)

Bola.com, Jakarta - Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, meminta publik tidak terus memperpanjang kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe.

Ia menilai kapten Timnas Prancis itu sudah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang menyebut mantan pemimpin China, Mao Zedong, sebagai diktator dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun.

Advertisement

Pernyataan Diallo muncul setelah komentar Mbappe memicu reaksi keras di China. Real Madrid dan La Liga juga telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapan penyerang berusia 27 tahun itu.

Bahkan, Presiden La Liga, Javier Tebas, membentuk tim khusus untuk menangani persoalan ini dan bertemu dengan Duta Besar China, Yao Jing, Rabu lalu.

Kontroversi itu turut berdampak pada hubungan komersial Mbappe di China.


Dampak Komentar Mbappe

Sebuah bus yang menampilkan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, untuk produk minuman elektrolit "Bushuila" dari Dongpeng Beverage Group terlihat di sebuah jalan di Shanghai pada 27 Oktober 2026. Kylian Mbappe diputus kontraknya pada 27 Oktober oleh dua merek besar di China setelah beredarnya sebuah video daring yang memperlihatkan bintang sepak bola Prancis tersebut tampak melontarkan candaan mengenai mantan pemimpin Mao Zedong. (Jade GAO/AFP)

Pasar Negeri Tirai Bambu memang menjadi wilayah penting bagi para atlet dan merek global, sementara sindiran terhadap Mao Zedong, pemimpin yang memerintah China sejak 1949 hingga wafat pada 1976, masih dianggap sebagai hal sensitif.

Media pemerintah, China Daily, menyoroti besarnya dampak pernyataan Mbappe.

Media itu menyebut komentarnya telah memicu kemarahan penggemar di China, mengancam kerja sama komersial bernilai besar, sekaligus menjadi pengingat bahwa popularitas seorang pesohor memiliki batas.

Dampak lainnya terlihat dari keputusan sejumlah pihak di China. Stasiun televisi milik negara, Migu, tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander, Minggu mendatang.

Sementara itu, sejumlah perusahaan asal China, termasuk produsen susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech serta Eastroc Beverage, menghentikan seluruh kerja sama dengan Mbappe.


Minta Kontroversi Mbappe Diakhiri

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Turki dalam laga Grup 1 UEFA Nations League A 2026/2027 di Kocaeli Stadium, di Izmit, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. (OZAN KOSE / AFP)

Diallo berharap persoalan yang menyeret Mbappe segera selesai. Ia menilai sang pemain sudah memberikan penjelasan mengenai konteks ucapannya sekaligus menyampaikan permintaan maaf.

"Ini merupakan kontroversi yang pada akhirnya, saya harap, tidak berlangsung lama. Kylian sudah menjelaskan dengan sangat baik konteks ketika pernyataan itu disampaikan. Dia juga telah meminta maaf," ujar Diallo seperti dikutip surat kabar Prancis, Ouest-France, Kamis.

Menurut Diallo, tidak ada alasan untuk terus memperpanjang polemik tersebut. Ia ingin Mbappe bisa kembali menjalani musim kompetisi dengan kondisi yang baik tanpa terus dibayangi kontroversi.

"Saya kira sekarang kita sebaiknya mengakhiri persoalan ini agar dia bisa melanjutkan musimnya dalam kondisi sebaik mungkin," lanjutnya.


Awal Mula Kontroversi

Striker Prancis Kylian Mbappe merayakan gol ke gawang Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

AP melaporkan, pernyataan Mbappe mengenai Mao Zedong berawal dari candaan lama yang berkaitan dengan pengaruh besar sang pemain di klub.

Dalam sebuah video podcast Prancis yang kini telah dihapus, Mbappe membicarakan meme lucu yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada sosok seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator China.

Meme semacam itu sebelumnya memang beberapa kali dibuat oleh penggemar.

Wajah Mbappe ditempatkan pada foto sejumlah pemimpin militer dan politik untuk menggambarkan pengaruhnya dalam menentukan keputusan di klub yang dibelanya.

Candaan mengenai besarnya pengaruh Mbappe bahkan membuat media Eropa menjulukinya sebagai "sang diktator".

Namun, penyebutan Mao Zedong dalam percakapan podcast itulah yang kemudian memicu kontroversi di China.

 

Sumber: AP News

Berita Terkait