Bola.com, Jakarta - Michael Carrick masih dipercaya mendampingi Manchester United saat bertandang ke markas Chelsea, Sabtu besok.
Namun, posisinya sebagai manajer belum sepenuhnya aman. Carrick dituntut segera memperbaiki performa tim setelah hasil yang diraih MU pada musim 2026/2027 belum sesuai harapan.
Carrick sempat membawa perubahan positif setelah menggantikan Ruben Amorim pada Januari 2026. Ia berhasil mengantarkan Setan Merah kembali ke Liga Champions.
Sayangnya, performa apik yang diperlihatkannya sejak berada di pinggir lapangan tidak berlanjut pada musim berikutnya.
Sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013, belum ada satu pun penerusnya yang mampu menyamai pencapaian manajer legendaris asal Skotlandia itu.
Selama 27 tahun menangani MU, Ferguson mempersembahkan 13 gelar Premier League dan dua trofi Liga Champions.
Menariknya, Ferguson pernah memiliki sejumlah nama yang dianggap layak memimpin MU.
Tiga pelatih yang masuk daftar pilihannya memperlihatkan sosok seperti apa yang menurut Ferguson dibutuhkan klub untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Cek update klasemen Premier League musim ini di sini.
Allegri dan Jejak Mentereng
Erik ten Hag menjadi satu di antara manajer yang sempat memberikan gelar kepada MU setelah era Ferguson.
Pelatih asal Belanda itu mempersembahkan trofi Carabao Cup dan Piala FA. Namun, ia gagal mengembalikan klub ke masa kejayaan seperti ketika masih ditangani Ferguson.
Ketika Ten Hag dipecat pada akhir 2024, Ferguson kabarnya menginginkan Massimiliano Allegri sebagai penggantinya. Pelatih asal Italia itu memiliki rekam jejak mentereng dengan enam gelar Serie A dan 12 trofi bersama Juventus.
Namun, MU akhirnya mengambil keputusan berbeda. Klub memilih Ruben Amorim, yang saat itu dipandang sebagai salah satu pelatih muda terbaik.
Dalam perkembangannya, Amorim justru mencatatkan performa buruk selama menangani Setan Merah.
Sebelum itu, Ferguson juga memiliki kandidat tersendiri ketika harus menentukan sosok penerusnya pada 2013. Ia menginginkan Pep Guardiola untuk melanjutkan pekerjaannya di MU.
Akan tetapi, Guardiola memilih tantangan bersama Bayern Munchen di Bundesliga.
Guardiola, Sayang ke Munchen
Pelatih asal Katalonia itu kemudian membangun kesuksesan bersama Manchester City, klub yang pernah dijuluki Ferguson sebagai "tetangga berisik Manchester United".
Dalam buku "Games of My Life" yang diterbitkan pada 2012, Ferguson mengungkapkan pernah makan malam bersama Guardiola di New York.
Ia bahkan sempat membayangkan bagaimana hasilnya jika pertemuan itu berlangsung beberapa bulan lebih awal.
Ferguson menuturkan, saat itu dirinya belum benar-benar memutuskan untuk pensiun.
Sementara itu, Guardiola sudah memiliki rencana meninggalkan Barcelona setelah meraih berbagai kesuksesan, termasuk treble kontinental, serta gelar liga dan Liga Champions.
Ferguson juga mengaku ingin menggunakan kesempatan makan malam itu untuk membujuk Guardiola agar memilih Manchester sebagai tujuan berikutnya.
Namun, rencana tersebut tidak terwujud karena sang pelatih lebih dahulu memutuskan bergabung dengan Bayern Munchen.
Pochettino, Pengalaman dengan Bintang
Nama lain yang pernah masuk pilihan Ferguson adalah Mauricio Pochettino. Pelatih yang kini menangani Timnas Amerika Serikat itu kabarnya menjadi kandidat favorit Ferguson ketika Ole Gunnar Solskjaer kehilangan jabatannya pada 2021.
Saat itu, Pochettino memiliki pengalaman bekerja bersama sejumlah pemain besar.
Ketika menangani Tottenham Hotspur, ia melatih Harry Kane dan Son Heung-min serta membawa timnya mencapai final Liga Champions 2019.
Pengalamannya kemudian bertambah ketika menangani Paris Saint-Germain. Di klub Prancis itu, Pochettino bekerja bersama Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe.
Sumber: Give Me Sport