SUGBK Direnovasi Sampai April 2027, STY Pasrah dan Minta Kualitas Rumput JIS Terus Diperbaiki

Persija Jakarta tidak bisa berlaga di SUGBK dalam waktu yang lama.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 30 Oktober 2026, 19:20 WIB
Shin Tae-yong memeluk Rizky Ridho usai kemenangan 2-1 yang diraih Persija Jakarta atas Persik Kediri dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026). (Dok. Persija)

Bola.com, Jakarta - Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta akan melakukan renovasi cukup besar. Fokus utama renovasi adalah Field of Play (FOP). Proyek tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur lapangan agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik berskala internasional.

Salah satu penyewa yang akan sementara terusir dari Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah Persija Jakarta. Macan Kemayoran selama ini menjadikan stadion itu sebagai salah satu kandang mereka. 

Advertisement

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong berkomentar mengenai proses renovasi SUGBK itu. Ia cukup menyayangkan karena Persija butuh lapangan bagus untuk menampilkan permainan terbaik.

"Ya, sangat disayangkan ya untuk memberikan hiburan kepada para fans, sebenarnya butuh lapangan bagus seperti di SUGBK, tetapi ya mau bagaimana sudah ada keputusan seperti itu," ujar Shin dalam sesi konferensi pers, Jumat (30/10/2026).

 

 


Berharap JIS Lebih Baik

Ekspresi Shin Tae-yong usai membawa Persija Jakarta menang 2-1 atas Persik Kediri dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026). (Dok. Persija)

Shin Tae-yong pun kini hanya bisa berharap pada Jakarta International Stadium (JIS). Pengelola stadion itu diharapkan bisa memperbaiki rumput dengan lebih baik. 

Persija Jakarta sempat berlaga melawan Persik Kediri di JIS, Senin (26/10/2026). Shin Tae-yong saat itu sangat mengeluhkan kualitas rumput.

"Ya semoga lapangan JIS saja dulu mungkin dibenahi jadi lebih baik," harap eks pelatih Timnas Indonesia tersebut.

 


Memakan Biaya Rp10 M

Kondisi terkini dari rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di H-7 jelang pertandingan Timnas Indonesia kontra Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara itu Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) sedang melakukan renovasi atau pengembangan Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Proyek tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur lapangan agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik berskala internasional.

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK Mokhamad Rofik Anwar menjelaskan, GBK dikelola dengan skema Badan Layanan Umum (BLU). Dengan demikian, pengelola memiliki sumber pendapatan dari kegiatan yang diselenggarakan di kawasan GBK. Rofik menyebut anggaran untuk pengembangan lapangan Stadion Utama GBK mencapai sekitar Rp10 miliar.

"Kalau ditanya berapa nilainya, berapa ya, cukup besar, kurang lebih sekitar Rp10 miliaran," ujar Rofik dalam konferensi pers di kawasan SUGBK, Jumat (30/10/2026).

Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan, pengembangan lapangan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan stadion dalam mengakomodasi berbagai kegiatan internasional sekaligus mempercepat proses pemulihan lapangan setelah digunakan. 

"Ke depannya, harapannya kita lakukan perbaikan agar memperkuat struktur terutama di area tengah. Ke depan Indonesia bisa menampung konser yang lebih besar lagi dan juga recovery yang lebih cepat," ujar Rakhmadi.

 

 

Berita Terkait