Bola.com, Jakarta - Mantan striker Timnas Inggris, Michael Owen, mengaku merasa pencapaiannya saat memenangkan Ballon d'Or 2001 kurang mendapatkan apresiasi yang semestinya.
Owen menilai penghargaan bergengsi tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih besar di Inggris. Ia bahkan merasa tidak memperoleh pengakuan sebesar yang mungkin diterima para pemenang lainnya.
Owen meraih Ballon d'Or pada usia 22 tahun setelah menjalani musim luar biasa bersama Liverpool. Saat itu, The Reds sukses menyabet tiga trofi sekaligus, yakni Piala Liga Inggris, Piala UEFA, dan Piala FA.
Tahun 2001 juga menjadi momen istimewa bagi Owen bersama Timnas Inggris. Ia mencetak hattrick dalam kemenangan telak 5-1 atas Jerman pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia di Munich.
Penampilan impresif tersebut membuat Owen dikenal sebagai salah satu striker paling mematikan di Inggris.
Tak Bergaung di Inggris
Dalam wawancara dengan FourFourTwo, Owen mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Namun, ia merasa kemenangan Ballon d'Or tidak mendapatkan gaung sebesar yang seharusnya di negaranya.
"Saya merasa tidak mendapatkan pengakuan seperti yang mungkin diterima orang lain ketika memenangkan Ballon d'Or. Penghargaan ini tidak pernah dianggap begitu penting di negara kami," ujar Owen, seperti dikutip ESPN, Jumat (30/10/2026).
"Ketika berada di Spanyol, mereka menyebut saya sebagai pahlawan karena memenangkannya. Saya sangat bangga dengan pencapaian tersebut."
Masih Simpan Daftar Perolehan Suara
Owen bahkan mengaku masih menyimpan daftar perolehan suara Ballon d'Or 2001 di ponselnya. Ia senang melihat deretan nama pemain yang harus dikalahkannya untuk membawa pulang penghargaan tersebut.
Saat itu, Owen mengungguli sejumlah nama besar seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Raul Gonzalez, Rivaldo, David Beckham, hingga Luis Figo.
"Ketika melihat daftar nama tersebut, rasanya sangat luar biasa. Itulah yang selalu saya inginkan sejak kecil. Saya bukan sekadar ingin menjadi pesepak bola, tetapi ingin menjadi yang terbaik," katanya.
Owen juga mengakui bahwa makna Ballon d'Or terasa semakin besar baginya seiring berjalannya waktu.
"Ketika memenangkannya, usia saya baru 22 tahun. Saat itu, rasanya hanya seperti trofi lainnya dan saya berpikir harus memenangkannya lagi. Sekarang, kemenangan tersebut terasa jauh lebih berarti dibandingkan ketika masih aktif bermain," tutur Owen.
Owen meraih penghargaan tersebut sebelum persaingan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mendominasi perebutan Ballon d'Or pada akhir 2000-an hingga sepanjang 2010-an.
Hingga kini, Owen juga masih tercatat sebagai satu-satunya pemain Liverpool yang memenangkan Ballon d'Or ketika memperkuat klub Merseyside tersebut.
Sumber: ESPN