Kimi Antonelli Sabet Gelar Juara Dunia F1 2026, Termuda Sepanjang Sejarah

Kimi Antonelli resmi mengukir sejarah di ajang Formula 1 (F1).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 November 2026, 06:42 WIB
Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mengangkat trofi setelah memastikan gelar juara dunia Formula 1 dalam seremoni podium seusai balapan GP Meksiko 2026 di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Senin (2/11/2026) pagi WIB. (Carl De Souza / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kimi Antonelli resmi mengukir sejarah di ajang Formula 1 (F1). Pembalap Mercedes itu memastikan gelar juara dunia pertamanya setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko 2026 di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin (2/11/2026) pagi WIB.

Meski gagal memenangi balapan, hasil tersebut sudah cukup bagi Antonelli untuk mengunci gelar juara dunia F1 2026. Pembalap asal Italia itu menyelesaikan balapan di belakang Max Verstappen (Red Bull) yang keluar sebagai pemenang dan Lewis Hamilton (Ferrari) di posisi kedua.

Advertisement

Antonelli mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1. Dia meraih pencapaian tersebut pada usia 20 tahun dan 68 hari, sekaligus mematahkan rekor sebelumnya milik Sebastian Vettel dengan selisih tiga tahun 67 hari.

Tidak hanya itu, Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang meraih gelar juara dunia F1 sejak Alberto Ascari melakukannya pada 1953.

Momen bersejarah tersebut terasa semakin emosional bagi Antonelli. Dalam komunikasi melalui radio tim saat menjalani putaran pendinginan, pembalap berusia 20 tahun itu tak kuasa menahan tangis dan tawa setelah mendapat kepastian telah menjadi juara dunia.

Antonelli bahkan sempat kesulitan berbicara ketika tim Mercedes menyampaikan kabar tersebut.

Setelah mulai bisa mengendalikan emosinya, dia akhirnya berkata, "Terima kasih banyak. Kita berhasil. Kita berhasil," kata Kimi, seperti dikutip dari BBC. 

 


Antonelli Tetap Tenang di Tengah Kekacauan Balapan

Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, memastikan gelar juara dunia Formula 1 dalam seremoni podium seusai balapan GP Meksiko 2026 di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Senin (2/11/2026) pagi WIB. (Carl De Souza / AFP)

Antonelli memasuki GP Meksiko dengan peluang besar untuk mengunci gelar juara dunia. Dia hanya perlu menghindari masalah besar sepanjang balapan untuk memastikan statusnya sebagai kampiun F1 2026.

Secara matematis, satu-satunya skenario yang bisa menggagalkan gelarnya adalah jika George Russell atau Lewis Hamilton memenangi balapan. Namun, dalam kondisi tersebut, Antonelli tetap hanya perlu finis di posisi kesembilan apabila Russell menjadi pemenang atau posisi ke-10 jika Hamilton yang merebut kemenangan.

Pembalap Mercedes itu menjalani stint pertama dengan cukup stabil di posisi keempat, berada di belakang Charles Leclerc, Max Verstappen, dan Lewis Hamilton.

Antonelli kemudian sempat mengambil alih pimpinan lomba ketika para pembalap di depannya masuk pit. Dia sendiri melakukan pergantian ban baru satu lap sebelum safety car keluar.

Balapan sempat dihentikan setelah insiden yang melibatkan Valtteri Bottas. Pembalap Cadillac tersebut mengalami kecelakaan pada lap ke-45 setelah suspensi depan mobilnya bermasalah saat melakukan pengereman menjelang Tikungan 1.

Insiden itu awalnya memunculkan safety car sebelum akhirnya race director mengibarkan bendera merah karena proses perbaikan pembatas lintasan membutuhkan waktu cukup lama.

Saat balapan kembali dimulai, persaingan di barisan depan semakin memanas. Leclerc mengalami penguncian roda depan kiri ketika Verstappen dan Hamilton bertarung memperebutkan posisi terdepan.

Antonelli memanfaatkan situasi tersebut untuk melewati Leclerc pada awal lap berikutnya.

Drama kembali terjadi ketika Arvid Lindblad mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan pembalap McLaren, Oscar Piastri. Insiden pada 12 lap tersisa itu kembali memunculkan safety car.

Balapan akhirnya dilanjutkan dengan tujuh lap tersisa. Antonelli berada di belakang Verstappen dan Hamilton dalam rombongan tiga pembalap terdepan.

Ketiganya tidak mampu melakukan manuver untuk mengubah posisi hingga melewati garis finis. Jarak ketiga pembalap tersebut bahkan kurang dari dua detik.

 


Hamilton Kecewa, Ferrari Diwarnai Ketegangan

Di balik keberhasilan Antonelli mengunci gelar juara dunia, GP Meksiko juga diwarnai ketegangan di kubu Ferrari.

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat persaingan sengit sejak lap pertama. Situasi tersebut bahkan nyaris memicu konflik internal di antara kedua pembalap Ferrari.

Hamilton memulai balapan dari pole position, sedangkan Leclerc menempati posisi ketiga di belakang George Russell.

Ketika Russell mulai kehilangan posisi, Leclerc mencoba menyalip Hamilton melalui Tikungan 1, 2, dan 3. Hamilton sempat mampu mempertahankan posisinya.

Namun, memasuki kombinasi Tikungan 4 dan 5, Leclerc melakukan manuver dari sisi luar. Dia kemudian melebar hingga melewati rumput, memotong tikungan, dan kembali ke lintasan dalam posisi terdepan.

Hamilton juga sempat keluar lintasan ketika berusaha mempertahankan posisinya, meski tidak sejauh Leclerc. Situasi tersebut dimanfaatkan Verstappen untuk menyalip Hamilton dan merebut posisi kedua di Tikungan 6.

Verstappen dan Hamilton kemudian sama-sama meminta melalui radio agar Leclerc mengembalikan posisi terdepan. Namun, pembalap asal Monako tersebut tetap mempertahankan posisinya.

Stewards akhirnya menjatuhkan hukuman penalti lima detik kepada Leclerc. Hukuman itu lebih ringan dari standar penalti 10 detik karena Hamilton juga dianggap keluar lintasan sehingga tidak ada mobil yang mampu melewati tikungan sesuai jalur ideal.

Hamilton merasa manuver Leclerc telah merugikan dirinya sekaligus Ferrari. Menurutnya, apabila kedua pembalap bisa bekerja sama sejak lap pertama, Ferrari berpeluang mengakhiri balapan dengan finis satu-dua.

Situasi semakin sulit bagi Leclerc setelah restart menyusul bendera merah. Dia mengalami penguncian roda yang membuat kondisi bannya terganggu dan harus menghadapi tekanan dari Lando Norris (McLaren).

Meski sempat mengkhawatirkan kondisi ban mobilnya, Leclerc mampu mempertahankan posisi di depan Norris, juara dunia F1 2025.

Sementara itu, George Russell harus puas finis di posisi keenam. Pembalap Mercedes tersebut juga menerima penalti 10 detik setelah menyenggol Isack Hadjar (Red Bull) hingga berputar pada lap pertama.

Oscar Piastri melengkapi posisi ketujuh setelah mobilnya mengalami kerusakan akibat insiden dengan Lindblad.

Sumber: BBC

Berita Terkait