Bola.com, Jakarta - Kimi Antonelli tak mampu menyembunyikan emosinya setelah memastikan diri sebagai juara dunia F1 di Meksiko.
Pembalap Mercedes itu menorehkan sejarah sebagai peraih gelar juara dunia termuda dalam sejarah balap grand prix.
Antonelli mengamankan gelar setelah finis di posisi ketiga pada balapan di Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin (2-11-2026) dini hari WIB.
Pembalap berusia 20 tahun itu mematahkan rekor Sebastian Vettel dengan selisih usia tiga tahun lebih muda.
Gelar juara dunia sebenarnya sudah berada dalam genggaman Antonelli tanpa harus menyelesaikan balapan. Hal itu terjadi setelah George Russell dan Lewis Hamilton gagal memenangi lomba.
Meski begitu, Antonelli tetap tampil tenang dan mengakhiri balapan dengan meraih podium. Ia bahkan berhasil merebut posisi ketiga dari Charles Leclerc.
Antonelli kemudian merayakan pencapaian bersejarah tersebut di hadapan ribuan penonton yang memadati Foro Sol.
Momen Emosional
Momen emosional terjadi ketika Antonelli melintasi garis finis. Dengan suara yang bergetar dan air mata yang terus mengalir, ia mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.
"Terima kasih banyak, kita berhasil melakukannya," ujar Antonelli, dikutip dari Motorsport.
Race engineer Mercedes, Peter Bonnington, langsung memberikan respons penuh apresiasi.
"Kerja yang luar biasa, Kimi. Merupakan sebuah kebahagiaan bisa menjadi bagian dari perjalananmu, tetapi ini baru babak pertama," kata Bonnington.
Setelah keluar dari mobil Mercedes W17, Antonelli langsung memeluk ayah, ibu, dan saudara perempuannya. Ia kemudian disambut para mekanik Mercedes sebelum menerima pelukan dari bos tim, Toto Wolff.
"Saya tidak akan berada di sini tanpa Mercedes dan keluarga saya. Saya sangat bersyukur atas momen ini. Ini adalah sesuatu yang akan dikenang selamanya, dan saya benar-benar tidak bisa berkata-kata. Saya masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi," ungkap Antonelli.
Sanjungan dari Senior
Antonelli juga mengakui tekanan yang dirasakannya pada akhir pekan balapan kali ini lebih besar dibandingkan biasanya. Namun, ia merasa lega karena mampu menyelesaikan semuanya dengan baik dan kini bisa menikmati sisa musim.
Pada podium Meksiko, Antonelli berdiri bersama Max Verstappen yang keluar sebagai pemenang balapan serta Lewis Hamilton yang finis di posisi kedua.
"Ini merupakan musim yang luar biasa. Bisa berbagi podium dengan Max dan Lewis benar-benar istimewa. Saya menantikan pertarungan lainnya bersama mereka pada masa mendatang," tutur Antonelli.
Verstappen juga memberikan pujian kepada juara dunia baru tersebut. Pembalap yang telah mengoleksi empat gelar dunia itu menilai pencapaian Antonelli sangat mengesankan, terlebih mengingat usianya yang masih muda.
Menurut Verstappen, keberhasilan Antonelli menjadi momen emosional bagi seluruh anggota Mercedes dan keluarganya yang hadir langsung di Meksiko.
Sementara itu, Hamilton menyebut pencapaian Antonelli sebagai sesuatu yang fenomenal. Juara dunia tujuh kali tersebut bersyukur bisa berada di lintasan dan menyaksikan langsung sejarah baru Formula 1.
Pertama Sejak 1953
Keberhasilan Antonelli sekaligus mengakhiri penantian panjang Italia untuk kembali memiliki juara dunia Formula 1.
Ia menjadi pembalap Italia pertama yang meraih gelar tersebut dalam 73 tahun terakhir, sejak Alberto Ascari pada 1953.
Antonelli juga tercatat sebagai pembalap Italia ketiga yang berhasil menjadi juara dunia. Sebelumnya, Giuseppe Farina meraih gelar pada 1950, sedangkan Ascari menjadi juara pada 1952 dan 1953.
Gelar juara dunia Antonelli ditopang kebangkitan Mercedes di bawah regulasi baru serta konsistensi dan kematangan yang ditunjukkannya sepanjang musim.
Ia berhasil meraih sembilan kemenangan grand prix bersama mobil W17, termasuk kemenangan istimewa di Monza setelah memulai balapan dari posisi ke-19.
Sumber: Motorsport