Bola.com, Jakarta - Hubungan Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo yang sempat memanas saat keduanya berada di Manchester United kembali menjadi sorotan.
Pelatih asal Belanda itu melontarkan pernyataan mengenai tuntutan fisik yang harus dipenuhi Ronaldo untuk bisa mendapatkan tempat di Timnas Portugal.
Ten Hag menegaskan, status dan reputasi seorang pemain tidak cukup untuk menjamin tempat di tim utama.
Menurutnya, Ronaldo tetap harus membuktikan dirinya berada dalam kondisi fisik terbaik dan menjadi pilihan taktis paling tepat untuk dimainkan sebagai starter.
Pernyataan tersebut kembali mengingatkan pada perselisihan keduanya selama berada di Manchester United.
Pada periode itu, Ten Hag tidak memberikan keistimewaan kepada Ronaldo hanya karena rekam jejaknya sebagai satu di antara pemain terbaik dunia.
Bagi Ten Hag, setiap pemain harus mendapatkan tempat melalui kerja keras, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan.
Prinsip tersebut juga berlaku bagi Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun dan sedang menghadapi ketidakpastian mengenai masa depannya bersama Timnas Portugal.
Ronaldo Harus Bekerja Keras untuk Mendapatkan Tempat
Ten Hag kembali menjelaskan pandangannya ketika ditanya mengenai persoalan yang tengah dihadapi Ronaldo di level internasional.
Ia menilai, pemain berusia 41 tahun tersebut harus menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik ketika membela klub maupun tim nasional.
Jika tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut, Ronaldo harus menerima kemungkinan menjalani peran sebagai pemain rotasi dan duduk di bangku cadangan.
"Ini sederhana: jika Anda tidak berada dalam kondisi fisik terbaik, baik di Premier League, Liga Champions, maupun bersama Timnas Portugal, Anda tidak memiliki peluang untuk meraih kesuksesan," kata Ten Hag kepada ESPN NL.
Mantan pelatih Manchester United itu juga mengungkapkan kembali percakapannya dengan Ronaldo ketika pertama kali menangani klub berjuluk Setan Merah tersebut.
'Saat saya mulai bekerja di Manchester United, saya menjelaskan kepada Cristiano Ronaldo gaya permainan yang ingin kami terapkan. Namun, pada akhirnya, Anda juga harus memberikan sesuatu… dan dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalani kerja keras yang dibutuhkan,” ujar Ten Hag.
Ia kemudian menjelaskan tuntutan tersebut mencakup kemampuan pemain untuk terus mendorong dirinya hingga batas maksimal setiap hari.
"Artinya, memaksakan diri hingga mencapai batas kemampuan, berlatih dengan intensitas maksimal, serta menjaga kondisi fisik tetap prima," tambahnya.
Masa Depan Ronaldo di Timnas Portugal
Masa depan Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal masih diselimuti ketidakpastian.
Kendayi sejumlah laporan menyebut dirinya berencana kembali bergabung dengan skuad setelah meninggalkan tim secara mendadak pada jeda internasional sebelumnya, kepergian tersebut dikabarkan menimbulkan ketegangan.
Situasi itu disebut memengaruhi hubungan Ronaldo dengan rekan-rekan setimnya, staf teknis, hingga Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).
Ronaldo saat ini juga harus menjalani hukuman larangan bermain dalam pertandingan Timnas Portugal pada November.
Sanksi tersebut diberikan sebagai konsekuensi atas tindakannya meninggalkan tim pada agenda internasional sebelumnya.
Meski demikian, Ronaldo akan kembali memenuhi syarat untuk dipanggil pada jeda internasional berikutnya. Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, juga secara terbuka menyatakan pintu bagi sang kapten tetap terbuka.
Namun, performa Portugal yang sempurna tanpa kehadiran Ronaldo turut memunculkan pertanyaan mengenai kebutuhan tim terhadap pemain veteran tersebut.
Ronaldo Fokus Kejar 1.000 Gol
Di tengah ketidakpastian mengenai kiprahnya bersama Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo kini berfokus mengejar pencapaian bersejarah dalam kariernya, yakni mencetak 1.000 gol resmi.
Ronaldo telah mengoleksi 985 gol setelah mencetak hattrick dalam pertandingan melawan Al-Kholood.
Dengan jumlah tersebut, ia berpeluang mencapai tonggak 1.000 gol itu hanya melalui gol-gol yang diceploskannya untuk klubnya, Al Nassr.
Sumber: World Soccer Talk