Jamie Carragher Kesal! Alexis Mac Allister Coba Kartu Merahkan Noni Madueke, Aksinya Disebut Memalukan

Upaya Alexis Mac Allister untuk membuat Noni Madueke dikeluarkan dari lapangan saat Liverpool kalah dari Arsenal telah dicap sebagai lelucon dan memalukan oleh legenda The Reds, Jamie Carragher.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 November 2026, 14:00 WIB
Gelandang Liverpool asal Argentina bernomor punggung 10, Alexis Mac Allister (tengah), menunjukkan reaksi atas kekalahan timnya di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 1 November 2026. Arsenal memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Alexis Mac Allister mendapat kritik keras dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, setelah aksinya dalam upaya membuat Noni Madueke diusir wasit pada pertandingan melawan Arsenal.

Carragher menyebut tindakan gelandang The Reds itu sebagai sesuatu yang memalukan dan menggelikan.

Advertisement

Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari Anfield setelah menang 1-0.

Kai Havertz menjadi pencetak gol tunggal dalam pertandingan tersebut yang mengantarkan The Gunners ke puncak klasemen Premier League, sementara Liverpool tertahan di posisi kelima.

Liverpool sebenarnya unggul dalam sejumlah statistik pertandingan. Tim asuhan Andoni Iraola mencatatkan penguasaan bola, expected goals (xG), serta jumlah tembakan yang lebih tinggi dibandingkan Arsenal.

Namun, tak satu pun dari peluang mereka mampu mengarah tepat ke gawang lawan.


Kronologis Keributan

Ketika Liverpool berusaha mengejar gol penyeimbang pada menit-menit akhir, situasi di lapangan sempat memanas. Mac Allister menjadi pemicu keributan setelah terlibat insiden dengan sejumlah pemain Arsenal.

Martin Odegaard terjatuh usai berduel dengan gelandang asal Argentina tersebut. Mac Allister kemudian melontarkan sesuatu kepada kapten Arsenal itu sebelum menepuk bagian belakang kepalanya.

Jurrien Timber tidak menerima tindakan tersebut dan langsung bereaksi. Noni Madueke kemudian ikut terlibat dalam insiden itu dengan berhadapan langsung dengan Mac Allister.

Saat keduanya sempat saling mendekatkan kepala, Mac Allister tiba-tiba terjatuh sambil memegangi dahinya.

Aksi tersebut dinilai sebagai upaya Mac Allister untuk membuat Madueke mendapatkan kartu merah.

Namun, wasit dan VAR tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran yang layak mendapat hukuman. Madueke pun terhindar dari sanksi.


Kekesalan Carragher

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Carragher tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap tindakan mantan pemain Brighton tersebut. Ia menilai respons Mac Allister dalam insiden itu sebagai sesuatu yang memalukan.

"Saya senang dia tidak mendapatkan kartu merah. Kita harus berani mengkritik dan mengatakan bahwa tindakan seperti ini memalukan. Saya benar-benar tidak tahan melihatnya," ujar Carragher kepada Sky Sports.

"Saya rasa semua orang di negara ini yang menyaksikan sepak bola pasti melihat aksi berhadapan seperti itu. Jika seseorang memundurkan kepalanya lalu menanduk lawan, tentu kartu merah harus diberikan. Namun, persoalan saling menempelkan kepala, lalu seseorang menyentuh lawannya dan pemain lain terjatuh hingga lawannya diusir, itu berbeda," lanjutnya.

Carragher juga meminta para pendukung sepak bola, termasuk penggemar Liverpool, untuk berani mengkritik pemain dari klub yang mereka dukung apabila melakukan tindakan serupa.

"Saya adalah penggemar Liverpool. Apa yang dilakukan Mac Allister itu sebuah lelucon, hal seperti ini harus dihentikan. Para pemain berusaha mendapatkan keuntungan karena mereka tahu bisa melakukannya, sebab kartu merah terus diberikan untuk insiden semacam ini," katanya.


Saran Carragher

Gelandang Arsenal asal Inggris, #20 Noni Madueke (kiri), berebut bola dengan bek Liverpool asal Hungaria, #06 Milos Kerkez (tengah), dan penyerang Liverpool asal Swedia, #09 Alexander Isak (kanan), dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 1 November 2026. (Darren Staples/AFP)

Ia turut mendesak pihak Premier League serta para manajer untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

"Entah itu Howard Webb, Premier League, atau para manajer yang duduk bersama, hal ini harus dihentikan. Berhentilah memberikan kartu merah untuk hal-hal seperti ini!" tegas Carragher.

Melalui unggahan di media sosial, Premier League Match Centre menjelaskan alasan Madueke tidak mendapatkan hukuman. Mereka menyatakan keputusan wasit untuk tidak memberikan kartu merah telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh VAR.

"Keputusan wasit untuk tidak menganggap tindakan Madueke terhadap Mac Allister sebagai perilaku kekerasan telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR."

VAR juga menjelaskan terdapat kontak ketika Madueke dan Mac Allister berhadapan. Namun, kontak tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk dikategorikan sebagai tindakan kekerasan.


Insiden Lain: Seharusnya Penalti?

Pemain Arsenal Ezri Konsa (tengah) dan pemain Liverpool Alexander Isak (tengah kiri) saat beraksi dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Liverpool, Inggris, Minggu, 1 November 2026. (Foto AP/Jon Super)

Sementara itu, keputusan wasit dalam insiden lain justru menuai kritik.

Liverpool tidak mendapatkan penalti pada babak pertama setelah Timber menarik kaus Alexander Isak ketika penyerang asal Swedia itu melompat untuk menyambut bola dengan sundulan.

Iraola menilai insiden tersebut seharusnya berbuah penalti bagi Liverpool.

"Insiden Alex Isak itu jelas penalti. Kausnya ditarik, kita semua bisa melihat bahwa dia menarik kaus tersebut. Bola hanya berjarak satu sentimeter di depan Alex. Dia akan menyambut bola di depan gawang," ujar Iraola kepada Sky Sports.

Ketika ditanya apakah Isak seharusnya lebih menunjukkan reaksi agar pelanggaran tersebut terlihat jelas, pelatih asal Spanyol itu memberikan jawaban tegas.

"Fakta bahwa Anda bahkan bertanya apakah dia seharusnya terjatuh, itulah masalahnya. Jika dia terjatuh, menurut saya penalti akan diberikan. Mereka pasti memberikan penalti 100 persen," ucap Iraola.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait