Andoni Iraola Bakal Minta Pemain Liverpool Diving demi Penalti: Kalau Tidak, Wasit Tak Akan Memberikannya

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menegaskan akan meminta para pemainnya untuk lebih berani menjatuhkan diri di kotak penalti.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 November 2026, 12:45 WIB
Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Bola.com, Jakarta - Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menegaskan akan meminta para pemainnya untuk lebih berani menjatuhkan diri di kotak penalti pada pertandingan mendatang. Komentar bernada menyindir itu muncul setelah The Reds tidak mendapatkan hadiah penalti dalam kekalahan 0-1 dari Arsenal di Anfield, Minggu (1/11/2026).

Liverpool tertinggal lebih dulu setelah Kai Havertz mencetak gol pembuka. Pada babak pertama, Alexander Isak sebenarnya berpeluang mendapatkan penalti setelah jerseynya ditarik bek Arsenal, Jurrien Timber, ketika berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola.

Advertisement

Namun, Isak tetap berdiri dan tidak terjatuh. Wasit Andy Madley membiarkan permainan berlanjut tanpa menunjuk titik putih.

Keputusan tersebut kemudian diperiksa oleh wasit VAR, Stuart Attwell. Namun, VAR menilai kontak yang terjadi belum cukup kuat untuk mengubah keputusan wasit di lapangan.

Iraola tidak sependapat dengan keputusan tersebut. Menurutnya, tarikan terhadap jersey Isak terlihat jelas dan menghalangi sang penyerang untuk menyundul bola ke arah gawang.

"Ada tarikan jersey yang jelas. Alex berada tepat di depannya dan akan menyundul bola ke arah gawang, tetapi tidak bisa melakukannya karena jersey-nya ditarik," ujar Iraola kepada Match of the Day, seperti dikutip dari BBC. 

Simak update terkini klasemen Liga Inggris 2026/2027 di sini. 

 


Harus Menjatuhkan Diri

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Ia bahkan menilai Isak kemungkinan akan mendapatkan penalti jika memilih menjatuhkan diri.

"Jika dia menjatuhkan diri, penalti pasti diberikan. Seharusnya memang seperti itu, tetapi inilah kenyataannya. Lain kali, para manajer harus meminta Alex untuk menjatuhkan diri. Kalau tidak, wasit tidak akan memberikan penalti," lanjutnya.

Ketika kembali ditanya mengenai langkah yang akan diambil ke depan, Iraola memberikan jawaban tegas.

"Jawabannya adalah Anda harus diving. Jika tidak menjatuhkan diri, mereka tidak akan memberikan penalti," katanya.

Isak sempat berbalik dan berbicara dengan Timber setelah insiden tersebut. Namun, penyerang Liverpool itu tidak mengajukan protes kepada wasit karena memilih tetap berdiri.

Iraola juga mengonfirmasi kepada Sky Sports bahwa dirinya akan meminta para pemain untuk menjatuhkan diri ketika mengalami pelanggaran serupa. Ia bahkan memastikan akan menyampaikan pesan tersebut secara langsung kepada Isak.

"Ya, tentu saja," tegasnya.

 


Kekecewaan Iraola

Gelandang Arsenal asal Inggris, #20 Noni Madueke (kiri), berebut bola dengan bek Liverpool asal Hungaria, #06 Milos Kerkez (tengah), dan penyerang Liverpool asal Swedia, #09 Alexander Isak (kanan), dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 1 November 2026. (Darren Staples/AFP)

Dalam konferensi pers, Iraola kembali mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut situasi tersebut membuat pemain berada dalam posisi sulit karena wasit kerap mengeluhkan aksi pemain yang terlalu mudah terjatuh.

"Sayang sekali Anda menanyakan hal ini kepada saya. Namun, sejujurnya, ya, kami harus mengatakan kepada mereka untuk menjatuhkan diri karena jika tidak, wasit tidak akan memberikan pelanggaran," ucapnya.

"Wasit kemudian mengeluh mengapa pemain mudah terjatuh. Namun, jika tidak menjatuhkan diri, pelanggaran tidak diberikan. Lalu mereka mengatakan pemain terus-menerus menjatuhkan diri," imbuh Iraola.

Meski demikian, ia tetap menganggap Isak sebagai pemain yang jujur karena berusaha mengejar bola dan tidak mencari-cari pelanggaran.

 


Insiden Isak Masih Jadi Perdebatan

Pemain Arsenal Ezri Konsa (tengah) dan pemain Liverpool Alexander Isak (tengah kiri) saat beraksi dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Liverpool, Inggris, Minggu, 1 November 2026. (Foto AP/Jon Super)

Penjelasan yang berkembang menyebut kontak antara Timber dan Isak tergolong ringan. Tarikan tersebut juga dinilai tidak berlangsung cukup lama sehingga tidak masuk kategori pelanggaran berupa sustained holding atau penahanan yang berkelanjutan.

Iraola mengakui permintaan maaf dari Pro Ref, badan yang menangani wasit Premier League, tidak akan mengubah apa pun terkait insiden tersebut.

Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, juga menilai Timber mengambil risiko besar ketika menarik jersey Isak.

"Timber mengambil risiko besar dengan menarik jersey tersebut. Pada pertandingan lain, keputusan itu bisa saja berujung penalti," kata Cann kepada BBC Sport.

Menurutnya, insiden tersebut berada di batas antara pelanggaran dan bukan pelanggaran. Ada pihak yang menilai tarikan itu berlangsung cukup lama, tetapi ada pula yang berpendapat sebaliknya.

Liverpool juga sempat meminta penalti dalam insiden lain ketika Cody Gakpo terjatuh di kotak terlarang setelah mendapat tekanan dari Christos Tzolis. Namun, klaim tersebut kembali tidak dikabulkan wasit.

Sumber: BBC

Berita Terkait