Permintaan Maaf Kylian Mbappe Tak Cukup, TV Pemerintah China Tetap Boikot Laga Real Madrid

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, tidak menayangkan pertandingan Real Madrid pada Senin (2/11/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 November 2026, 16:30 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, memperlihatkan gestur hattrick saat merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Real Sociedad dalam laga jornada kedua La Liga 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Bola.com, Jakarta - Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, tidak menayangkan pertandingan Real Madrid pada Senin (2/11/2026) dini hari WIB.

Seperti dikutip dari BBC, Senin (2/11/2026), keputusan tersebut diambil setelah komentar kontroversial Kylian Mbappe mengenai mendiang pemimpin China, Mao Zedong, memicu kemarahan publik Negeri Tirai Bambu.

Advertisement

Padahal, penyerang Real Madrid itu telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang dianggap tidak pantas. Namun, CCTV tetap tidak menyiarkan pertandingan La Liga yang melibatkan Los Blancos.

Kontroversi bermula ketika Mbappe menyebut meme yang paling membuatnya tertawa adalah gambar yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada sosok "diktator China" yang menyerupai Mao Zedong.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara bincang-bincang televisi Prancis, The Bridge. Komentar itu langsung menuai kecaman di China dan berdampak pada kerja sama komersial Mbappe. Sejumlah merek di negara tersebut bahkan memutuskan hubungan dengan sang pemain.

China Media Group (CMG), induk organisasi CCTV, sebelumnya mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan La Liga setelah kontroversi tersebut mencuat.

CMG juga sempat menuntut permintaan maaf dari Mbappe, Real Madrid, dan La Liga. Mereka menyebut permintaan maaf dari ketiga pihak sebagai syarat mutlak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 


Kemenlu China Sudah Terima Permintaan Maaf Mbappe

Striker Real Madrid Kylian Mbappe rayakan gol ke gawang Racing Santander pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio El Sardinero, Minggu (1/11/2026). (AFP/Ander Gillenea)

Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui komentarnya tidak tepat dan menyadari pernyataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di berbagai belahan dunia.

"Komentar saya tidak tepat. Sekarang saya memahami bahwa pernyataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia," ujar Mbappe.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan menerima permintaan maaf Mbappe dengan serius. Real Madrid dan La Liga juga telah menyampaikan permintaan maaf.

CMG mengakui telah menerima permintaan maaf tersebut. Namun, hingga kini belum memberikan penjelasan mengenai berapa lama penghentian siaran pertandingan La Liga akan berlangsung.

 


Sensitivitas Sejarah Mao Zedong

Kylian Mbappe dari Real Madrid mencetak gol melalui tendangan penalti dalam pertandingan La Liga antara Real Madrid dan Sevilla di Madrid, Spanyol, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Candaan Mbappe menjadi persoalan serius di China karena Mao Zedong merupakan sosok yang sangat dihormati Partai Komunis China.

Mao memimpin Partai Komunis meraih kemenangan dalam perang saudara dan mendirikan Republik Rakyat China. Ia meninggal dunia pada 1976.

Namun, masa pemerintahannya juga diwarnai sejumlah peristiwa kelam, termasuk program Lompatan Jauh ke Depan (Great Leap Forward) dan Revolusi Kebudayaan. Kedua periode tersebut menyebabkan bencana kelaparan yang menewaskan puluhan juta orang serta memicu berbagai aksi kekerasan dan pembersihan politik.

Penghentian siaran olahraga akibat persoalan politik bukan kali pertama dilakukan China. Pada Oktober 2019, Beijing juga sempat menghentikan siaran pertandingan NBA selama satu tahun.

Keputusan itu menyusul unggahan Daryl Morey, yang saat itu menjabat manajer umum Houston Rockets, untuk mendukung demonstran Hong Kong dalam gelombang unjuk rasa pro-demokrasi.

Morey kemudian menarik kembali pernyataannya setelah mendapat kritik keras dari penggemar, sponsor, dan mitra komersial di China.

Sementara itu, Real Madrid tetap meraih kemenangan 3-0 atas Racing Santander dalam pertandingan La Liga pada Minggu. Mbappe, Jude Bellingham, dan Yan Diomande masing-masing menyumbangkan gol bagi Los Blancos.

Sumber: BBC

Berita Terkait