Pola Manchester United yang Kerap Terulang, Bongkar Pasang Pelatih Bisa Berujung Degradasi

Rentetan 9 laga tanpa menang dan rencana pergantian pelatih menempatkan Manchester United dalam pola tim papan bawah, dengan 7 poin dari 9 laga.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 02 November 2026, 19:51 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 25 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United berpeluang melakukan pergantian pelatih di tengah berlangsungnya Premier League 2026/2027. Tekanan meningkat menyusul performa yang anjlok, dengan Michael Carrick sebagai manajer saat ini berada di bawah sorotan.

Setan Merah gagal menang dalam sembilan laga terakhir di seluruh kompetisi. Teranyar, mereka dibungkam Chelsea 0-2 pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (31/10/2026), dan kini dihadapkan pada dua partai berat kontra AS Roma (Liga Champions) serta Aston Villa (Liga Inggris) sebelum jeda internasional November.

Advertisement

Ketika stabilitas kerap jadi fondasi prestasi, situasi mutakhir ini menyoroti betapa disfungsionalnya Manchester United. Klub berbasis Old Trafford itu pun tercatat sudah tiga kali melakukan pergantian pelatih sejak pandemi Covid-19.

Rangkaian hasil dan keputusan tersebut menempatkan Manchester United dalam sorotan, bukan hanya soal performa jangka pendek, tetapi juga pola kebijakan yang berulang dari musim ke musim.


MU Harus 'Bedah Terbuka'

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Pergantian pertama pada era tersebut terjadi di musim 2021/2022. Ole Gunnar Solskjaer, yang sebelumnya diangkat permanen usai periode caretaker yang impresif, akhirnya didepak akibat serangkaian hasil buruk.

Posisinya diambil Ralf Rangnick. Manajer asal Austria itu cepat menangkap betapa kompleksnya masalah yang dihadapi Manchester United, hingga pada satu kesempatan menyebut Setan Merah harus melakukan bedah terbuka.

Di bawah Rangnick, MU menutup Liga Inggris di posisi enam. Catatan itu diraih meski mereka hanya memetik tiga kemenangan pada 12 pertandingan terakhir kompetisi domestik tersebut.

Manajemen kemudian menunjuk Erik ten Hag untuk melanjutkan pekerjaan usai kepergian Rangnick. Nakhoda asal Belanda itu menyusul nasib Solskjaer, dipecat pada pertengahan 2024/2025.

Sebelumnya, laporan media sempat menyebut Ten Hag bakal diberhentikan di akhir musim sebelumnya. Namun, dia membeli waktu dengan membawa MU menjuarai Piala FA. Setelah Ten Hag, Ruben Amorim datang dan hanya bertahan hingga paruh 2025/2026. Dinilai terlalu idealis dalam menerapkan gaya bermain, ia dilepas, dengan Carrick dipercaya menstabilkan situasi.


Bakal Turun Kasta?

Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Jika menilik tren Liga Inggris pada periode yang sama, kebiasaan berganti pelatih di pertengahan musim identik dengan pola klub papan bawah. Indikasi ini menempatkan Manchester United dalam gambaran yang tidak menguntungkan.

Pada 2021/2022 hingga 2025/2026, tiga tim yang finis di urutan terbawah alias terdegradasi mayoritas menunjuk arsitek anyar di pertengahan musim. Hanya ada tiga yang setia dengan pelatih awal walau akhirnya tetap turun kasta: Luton Town (2023/2024), Burnley (2023/2024), dan Ipswich Town (2024/2025).

Manchester United saat ini berada pada situasi yang serupa dengan pola tersebut. Kekalahan dari Chelsea membuat mereka baru mengoleksi tujuh angka dari sembilan laga Liga Inggris musim ini.

Setan Merah cuma satu strip di atas zona merah, unggul selisih gol atas Crystal Palace, serta memimpin dua nilai dari Sunderland yang menempati dasar klasemen. Margin yang tipis itu menegaskan urgensi perbaikan dalam waktu dekat.

"Saya tidak percaya kami pada situasi tersebut," kata Carrick ketika ditanya apakah MU terlibat persaingan menghindari degradasi, dilansir ESPN. "Kami harus melangkah maju dan memenangkan pertandingan, sesederhana itu."

Berita Terkait