Harry Kane Rela Tukar Ballon d'Or 2026 demi Trofi Besar Ini

Harry Kane sebut trofi besar yang rela ia tukar dengan Ballon d’Or miliknya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 November 2026, 14:15 WIB
Penyerang tim nasional Inggris dan Bayern Munich, Harry Kane, memberikan reaksi setelah menerima penghargaan Ballon d'Or sebagai pesepak bola pria terbaik dalam upacara penganugerahan Ballon d'Or France Football 2026 di Palladium Theatre, London, pada 27 Oktober 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Harry Kane menjalani beberapa musim yang luar biasa. Perjalanan itu mencapai puncaknya ketika striker asal Inggris tersebut meraih Ballon d'Or 2026.

Kane mencetak banyak gol bersama Tottenham Hotspur, tetapi tidak pernah berhasil mempersembahkan trofi utama bagi klub London itu.

Advertisement

Demi mengejar gelar juara, ia kemudian pindah ke Bayern Munchen pada 2023. Keputusan itu terbukti menjadi langkah tepat.

Kini, pada usia 33 tahun, Kane menjadi satu di antara pemenang Ballon d'Or tertua.

Ia juga telah mengoleksi dua gelar Bundesliga dan trofi DFB-Pokal bersama Bayern, sembari terus mencetak gol dalam jumlah besar.

Pada musim 2025/2026, Kane membukukan 73 gol bersama klub dan timnas. Catatan itu turut mengantarkannya meraih Ballon d'Or 2026.


Pengakuan Kane soal Ballon d'Or

Pesepak bola Inggris, Harry Kane, memegang trofi penghargaan pemain terbaik saat menghadiri acara penganugerahan Ballon d’Or di London Palladium Theatre, London, Inggris, Senin (26/10/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Kane tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Ia mengaku tak bisa berkata-kata ketika menerima penghargaan itu di London.

Namun, tak lama setelah malam bersejarah tersebut, Kane mengungkapkan dirinya rela menukar Ballon d'Or dengan satu gelar bergengsi, yakni Liga Champions bersama Bayern Munchen.

Dalam wawancara dengan wartawan yang dikutip Goal, Kane menyatakan trofi bersama tim memiliki arti besar bagi seorang pesepak bola.

"Trofi bersama tim adalah alasan kami bermain sepak bola. Aspek kebersamaan dalam olahraga ini sangat, sangat penting. Ballon d'Or pekan lalu menjadi salah satu momen terbaik dalam hidup dan karier saya. Namun, bisa merasakan momen bersama tim, merayakan keberhasilan dengan klub, serta mengangkat trofi Liga Champions bersama Bayern akan menjadi perasaan yang luar biasa," ujar Kane.


Jika Harus Memilih

Penyerang Bayern Munchen, Harry Kane, merayakan gol kedua timnya melalui tendangan penalti dalam pertandingan Liga Champions melawan Arsenal di Munchen, Jerman selatan, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef Hildenbrand / AFP)

Ia mengakui Ballon d'Or merupakan pencapaian istimewa yang mengangkat namanya ke level lebih tinggi.

Meski begitu, Kane juga ingin merasakan atmosfer final besar dan luapan emosi saat merayakan kemenangan bersama rekan setim.

"Jika harus memilih, saya akan memilih Liga Champions. Namun, saya punya kesempatan untuk meraih keduanya. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," katanya.

Kane tetap menghargai pencapaian Ballon d'Or yang baru diraihnya. Ia menilai penghargaan itu menjadi pencapaian besar setelah melewati berbagai tantangan dalam perjalanan karier.

"Meraih Ballon d'Or merupakan pencapaian yang sangat besar bagi saya. Saya harus melewati banyak tantangan dalam karier. Ada orang-orang yang tidak menyangka saya bisa sampai sejauh ini," ucapnya.


Rekam Jejak di Liga Champions

Harry Kane gagal membawa Tottenham Hotspur merengkuh trofi Liga Champions musim ini. Tottenham kalah 0-2 dari Liverpool dalam laga final di Estadio Wanda Metropolitano, Sabtu (1/6/2019). (AFP/Paul Ellis)

Kane pernah mencapai final Liga Champions bersama Tottenham Hotspur pada musim 2018/2019. Namun, Spurs gagal meraih gelar setelah kalah 0-2 dari Liverpool.

Kane mengakui kekalahan itu sulit diterima. Ia menyebut final tersebut sebagai satu di antara pertandingan terbesar yang mungkin mereka mainkan sepanjang karier.

"Itu kekalahan yang sulit diterima. Mungkin itu salah satu pertandingan terbesar yang akan kami mainkan sepanjang karier. Membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja tentu sangat sulit. Ini pengalaman yang harus kami pelajari," kata Kane saat itu.

Bersama Bayern Munchen, Kane kemudian dua kali mencapai semifinal dan sekali perempat final Liga Champions. Namun, ia belum berhasil kembali tampil di partai puncak.

Kane juga mengalami kekecewaan bersama Timnas Inggris di sejumlah turnamen.

Meski dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa The Three Lions, ia gagal membawa Inggris menjuarai Euro 2020 dan Euro 2024 setelah kalah di final.

Pada Piala Dunia 2026, Kane dan Inggris juga mencapai semifinal, tetapi kembali gagal melangkah lebih jauh dalam perebutan gelar.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait