Pengalaman di Venezia, Jay Idzes Siap Mati-matian Bawa Sassuolo Jauhi Ancaman Degradasi Serie A

Jay Idzes siap mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membantu Sassuolo menjauh dari zona degradasi, bermodal pengalaman bersama Venezia.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 04 November 2026, 08:45 WIB
Bek Timnas Indonesia yang memperkuat Venezia, Jay Idzes (kanan) berduel dengan striker Inter Milan asal Iran, Mehdi Taremi. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Sassuolo yang diperkuat bek dan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, masih terpuruk dalam beberapa pekan terakhir. I Neroverdi baru saja dipermalukan Fiorentina 2-4 pada pertandingan ke-10 Serie A 2026/2027, Selasa (3/11/2026) dini hari WIB.

Kekalahan dari Fiorentina membuat Sassuolo selalu kalah dalam empat pertandingan beruntun di Serie A. Tim besutan Alberto Aquilani terpuruk hingga berada ke peringkat 17 dengan nilai delapan dan hanya berjarak satu poin dari penghuni zona degradasi.

Advertisement

Situasi ini berbeda jauh dari musim lalu, ketika Sassuolo cukup konsisten dan finis di papan tengah. Zona degradasi mengingatkan Jay Idzes saat masih bermain untuk Venezia dua musim lalu.

Serie A musim 2024/2025 Venezia akhirnya turun kasta ke Serie B, dan di musim itu Jay Idzes bermain 35 laga. Situasi itu tentu tak ingin kembali dirasakan Jay Idzes yang sudah menjadi pemain pilar Sassuolo.


Mentalitas dalam Peperangan

Tambahan tiga poin membuat Juventus kokoh di peringkat keempat klasemen sementara dengan raihan 36 poin. Sementara itu, Sassuolo tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi 23 angka. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Sassuolo baru mengemas delapan poin dari 10 pertandingan. Mereka baru meraih dua kemenangan, dua kali imbang, dan enam kali kalah. Sassuolo mendapat hasil positif ketika diperkuat Jay Idzes, yakni dua kali menang, sekali imbang, dan satu kali kalah.

Ia baru saja pulih dari cedera otot paha kiri yang membuatnya absen hampir dua bulan. Meski comebacknya ditandai dengan kekalahan, Jay Idzes dengan tegas pantang menyerah, dan siap mati-matian menyelamatkan Sassuolo dari ancaman degradasi.

"Kita harus paham bahwa di Serie A, pada level ini, kita harus bermain layaknya pria sejati (dengan ketangguhan mental). Hari ini pun, kita sempat kehilangan keseimbangan. Fiorentina bermain dengan baik dan mencetak dua gol tambahan. Namun, menurut saya, segalanya bermula dari hati," terang Jay Idzes setelah laga kontra Fiorentina.

"Memang mudah untuk mengatakannya bahwa kami punya tim yang hebat dengan kualitas yang mumpuni, tetapi juga harus memberikan lebih. Berdasarkan pengalaman saya saat bermain untuk Venezia, jika Anda berjuang untuk menghindari degradasi, setiap pertandingan adalah sebuah peperangan. Kami harus memahami hal ini," tegas pemain berusia 26 tahun.


Musim Masih Panjang

Jay Idzes dan tim Sassuolo jelang laga melawan Fiorentina di Stadion Mapei, Selasa dini hari WIB. (Dok. X @SassuoloUS)

Sassuolo sudah enam pertandingan tak merasakan kemenangan. Mereka menelan lima kekalahan dan hanya sekali imbang. Gawang Sassuolo juga mudah jebol musim ini, hingga kemasukan 26 gol, dan menjadi yang terbanyak di Serie A musim ini.

Serie A 2026/2027 baru berjalan 10 pertandingan, masih ada 28 laga tersisa yang masih dapat dioptimalkan oleh Sassuolo sampai akhir kompetisi. Selanjutnya, Sassuolo akan meladeni tuan rumah AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB.

"Setelah pertandingan, suasana di ruang ganti sangat hening; hal ini menunjukkan banyak hal. Kami terlalu banyak kebobolan, dan aspek ini harus kita batasi. Di lini depan, kami tampil baik hampir selalu mencetak gol di setiap pertandingan—tetapi kita semua, setiap pemain, harus berbuat lebih banyak lagi," pungkas Jay Idzes.

Sumber: Sassuolo News

Berita Terkait