AS Roma Tak Sanggup Bendung Power dan Energi Manchester United

Manchester United membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas AS Roma. Bryan Cristante mengakui energi Setan Merah menjadi pembeda di Old Trafford.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 04 November 2026, 09:13 WIB
Pemain AS Roma Matias Soule melakukan percobaan mencetak gol dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Keunggulan dua gol ternyata tidak cukup bagi AS Roma untuk membawa pulang hasil positif dari Old Trafford. Menghadapi Manchester United pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-2027, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB, tim asal Italia tersebut justru harus menerima kekalahan 2-3 setelah gagal mempertahankan keunggulan.

AS Roma sempat berada di atas angin berkat gol Matias Soule pada menit ke-11 dan penalti Donyell Malen enam menit kemudian. Akan tetapi, Manchester United memperlihatkan perubahan besar setelah turun minum dan perlahan mengambil alih kendali permainan.

Advertisement

Kebangkitan tuan rumah tidak hanya menghasilkan tiga gol balasan, tetapi juga membuat lawan kewalahan menghadapi tekanan sepanjang babak kedua. Kapten AS Roma, Bryan Cristante, mengakui bahwa kekuatan fisik dan energi permainan Setan Merah menjadi faktor penting di balik kekalahan timnya.


AS Roma Kehilangan Kendali Setelah Turun Minum

Pelatih Manchester United Michael Carrick (kanan) bereaksi dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Dua gol pada babak pertama sempat menempatkan AS Roma dalam posisi ideal. Mereka mampu memanfaatkan kelemahan Manchester United dan menjaga keunggulan hingga memasuki ruang ganti.

Namun, permainan tim tamu mengalami perubahan setelah jeda. Manchester United tampil lebih agresif, meningkatkan tekanan, dan membuat AS Roma semakin sulit mengembangkan permainan.

Cristante menilai timnya melakukan kesalahan karena terlalu banyak bertahan. Situasi semakin sulit setelah Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui penalti pada menit ke-58.

"Kami sangat menderita pada babak kedua dan melakukan beberapa kesalahan di lapangan. Kami merasakan kekuatan dan energi Manchester United," kata Cristante kepada UEFA.


Penalti Bruno Fernandes Mengubah Jalannya Pertandingan

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, mencetak gol melalui penalti—gol pertama bagi timnya—dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester United dan AS Roma di Manchester, Inggris, Rabu (4-11-2026). (Foto AP/Jon Super)

Gol Fernandes menjadi titik penting dalam kebangkitan Manchester United. Setelah berhasil memperkecil skor menjadi 1-2, tuan rumah mendapatkan tambahan kepercayaan diri untuk terus menekan pertahanan AS Roma.

Cristante mengakui timnya masih mampu mengendalikan pertandingan sebelum penalti tersebut terjadi. Namun, keputusan bermain terlalu dalam membuat AS Roma kehilangan momentum dan memberikan kesempatan kepada lawan untuk bangkit.

"Kami memainkan pertandingan yang salah pada babak kedua. Kami melakukan kesalahan dengan bermain terlalu dalam dan setelah penalti, United menemukan kekuatan tambahan. Itulah kunci pertandingan," lanjutnya.

Tekanan Manchester United akhirnya membuahkan dua gol tambahan melalui Matheus Cunha. Penyerang Brasil itu menyamakan kedudukan pada menit ke-83 sebelum mencetak gol kemenangan tiga menit kemudian.


Bruno Fernandes Apresiasi Dukungan Suporter

Layar menampilkan skor akhir setelah laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Di kubu Manchester United, Fernandes menilai kemenangan ini memiliki arti khusus setelah timnya melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan. Ia mengaku lega karena klub dan para pendukung akhirnya kembali mendapatkan hasil yang diharapkan.

Sang kapten juga menyoroti peran suporter yang terus memberikan dukungan meskipun performa tim sebelumnya belum memuaskan. Menurutnya, Old Trafford tetap menjadi tempat yang sulit bagi lawan ketika Manchester United mampu bermain dengan intensitas terbaik.

Fernandes tidak menganggap kemenangan ini sebagai tanda bahwa seluruh masalah sudah terselesaikan. Ia menyebut masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dievaluasi agar tim bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Sementara itu, kebahagiaan Manchester United sedikit berkurang setelah Cunha menerima kartu merah pada menit 90+1. Meski demikian, hasil 3-2 tetap mengakhiri rentetan sembilan laga tanpa kemenangan.

Pengakuan Cristante memperlihatkan bagaimana perubahan intensitas permainan mampu mengubah arah pertandingan. Manchester United memang sempat membuat situasi sulit bagi diri sendiri, tetapi kekuatan dan energi mereka setelah jeda akhirnya terlalu berat untuk ditahan AS Roma.

Sumber: UEFA.com


Klasemen

Berita Terkait