Michael Carrick Selamat dari Ancaman Pemecatan? Kemenangan atas Roma Bisa Ubah Situasi di MU

Michael Carrick selamat sementara, duel Aston Villa bisa jadi penentu nasibnya di MU.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 04 November 2026, 13:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memberi isyarat di pinggir lapangan saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 10 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sebelum menang atas AS Roma di Liga Champions, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB, sekaligus menghentikan sembilan kekalahan beruntun, Michael Carrick berada dalam tekanan besar untuk membalikkan situasi Manchester United.

MU sempat terperosok ke zona degradasi pada Sabtu sebelum Crystal Palace kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur.

Advertisement

Saat ini, Setan Merah berada di posisi 17 klasemen sementara Premier League dengan koleksi poin tujuh dari sembilan pertandingan.

Sebelum kemenangan di Liga Champions dini hari WIB tadi, berdasarkan data Oddschecker, William Hill memasang peluang 8/13 bagi Carrick untuk kehilangan jabatannya di Old Trafford.

Pierre Sage juga masuk daftar pelatih yang berpotensi dipecat. Pelatih Crystal Palace itu memiliki peluang 11/4 menurut William Hill, menyusul awal musim yang buruk.

Sage menggantikan Oliver Glasner pada musim panas, tetapi baru mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan Liga Inggris.

Regis Le Bris menempati posisi ketiga dalam daftar tersebut. Sunderland mengalami penurunan performa yang mencolok setelah finis di peringkat ketujuh musim lalu.

Saat ini, mereka berada di dasar klasemen dengan koleksi lima poin dari sembilan laga.

 

Cek klasemen terkini Premier League 2026/2027 di sini.


Jaissle Mulai Terancam

Matthias Jaissle - Pelatih RB Salzburg ini merupakan salah satu juru taktik muda berbakat saat ini. Manajer yang digadang-gadang akan menjadi pelatih hebat di masa mendatang ini merupakan mantan anak asuh sekaligus murid langsung Ralf Rangnick saat di Hoffenheim. (AFP/Ronny Hartmann)

Sportbible melaporkan, Newcastle United juga dikabarkan mulai mempertimbangkan masa depan Matthias Jaissle setelah penampilan mengecewakan ketika menghadapi Everton.

Newcastle kalah 0-1 dari tim asuhan David Moyes di St James' Park dan gagal mengimbangi permainan lawan.

Jaissle mengaku tidak menyangka timnya terlalu mengandalkan umpan panjang. Pelatih asal Jerman itu menegaskan strategi tersebut bukan bagian dari rencana permainan Newcastle.

"Umpan panjang bukanlah rencana kami. Ini adalah sesuatu yang harus kami benahi," ujar Jaissle.

Ia juga mengakui timnya kehilangan kepercayaan diri. Menurutnya, Newcastle perlu tetap bersatu dan segera melakukan evaluasi mendalam untuk memahami alasan mereka tidak mampu memulai pertandingan sesuai rencana.

Kekalahan kandang kedua secara beruntun serta kritik Jaissle terhadap pemain yang dinilai tidak menjalankan pola permainan vertikal yang telah ia terapkan makin menambah tekanan.

"Pelatih berusia 38 tahun itu memiliki peluang 13/2 untuk menjadi manajer pertama yang dipecat, setelah sebagian besar suporter Newcastle mencemoohnya pada Senin malam," tulis Sportbible mengacu data Oddschecker.


MU Masih Percayai Carrick

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester United di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 18 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Jaissle tentu ingin mengubah periode sulit menjadi lebih positif dalam beberapa pekan ke depan.

Hal serupa juga menjadi target Carrick, yang mendapat kesempatan memimpin MU dalam dua laga kandang melawan Roma pada 3 November dan Aston Villa pada 8 November, sebelum jeda internasional.

Laga kontra Roma berakhir bahagia, kini tinggal duel kontra Aston Villa.

Jurnalis kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano, mengungkapkan melalui kanal YouTube-nya bahwa manajemen MU berniat tetap memberikan kepercayaan kepada Carrick untuk dua pertandingan tersebut.

Setelahnya, klub akan mengevaluasi situasi sang pelatih.

"Manchester United berniat untuk memercayai Michael Carrick dalam pertandingan-pertandingan ini. Tentu saja, kita lihat bagaimana hasil melawan Roma, tetapi secara umum mereka ingin tetap memercayai Carrick untuk laga-laga mendatang," kata Romano.


Jeda Internasional Jadi Momen Penting

Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Romano menambahkan, jeda internasional akan memberi MU waktu lebih panjang untuk menilai kondisi tim dan menentukan keputusan akhir mengenai posisi pelatih.

Menurut Romano, situasi harus berubah secara drastis agar INEOS mempertimbangkan pemecatan mantan gelandang legendaris MU itu sebelum jeda internasional.

"Untuk saat ini, kesan di Manchester United adalah Michael Carrick memiliki peluang sangat besar untuk melewati krisis ini dan tetap memimpin tim dalam pertandingan berikutnya," ujar Romano.

Ia menegaskan periode menjelang jeda internasional akan menjadi momen penting bagi MU. Pemilik, direktur, dan pihak-pihak terkait di klub akan meninjau berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan mengenai masa depan tim.

Namun, Romano juga mengingatkan keputusan bisa berubah apabila MU kembali gagal meraih kemenangan dalam beberapa pekan mendatang.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait