Bola.com, Kediri - Regulasi hanya tiga pemain asing yang boleh tampil di I League Cup 2026/2027 membuat kompetisi lintas kasta sepak bola Indonesia ini kompetitif.
Kebijakan ini membuat kontestan dari Super League yang memiliki jumlah pemain asing rata-rata di atas sembilan orang harus cermat memilih tiga jagoan.
Mereka akan menghadapi peserta dari kasta Championship, yang hanya punya kuota mengimpor maksimal tiga pemain dari luar negeri.
Aturan ini mendapat perhatian dari pemerhati sepak bola nasional, Gusnul Yakin. Ia menyampaikan pendapatnya.
"Aturan I League Cup saya kira sangat fair karena semua peserta hanya bisa menurunkan tiga pemain asing. Ini membuat kekuatan seimbang dan ajang ini makin kompetitif," kata Gusnul Yakin.
Dengan kebijakan ini, peluang pemain lokal beraksi terbuka sangat lebar. Alhasil, klub yang punya figur lokal berkualitas akan mampu bersaing. Mereka jadi kekuatan utama kontestan di I League Cup edisi perdana ini.
Muncul Kejutan
Di sisi lain, pengamat sepak bola senior asal Malang itu cukup kaget tiga klub dari Championship membuat kejutan di matchday pertama fase grup.
Di luar dugaan, Tornado Kendal FC membungkam Persebaya Surabaya 3-2. Persela Lamongan pun sukses menghantam Persijap Jepara 2-0.
Bahkan Persija Jakarta sebagai penguasa klasemen sementara BRI Super League ditahan imbang PSMS Medan 1-1.
Rivalitas dua tim tradisional eks era Perserikatan itu menyedot animo 22.158 penonton untuk datang langsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Selasa (3-11-2026) malam.
"Melihat pertandingan I League Cup, hasil akhirnya jadi sulit ditebak. Tapi, saya amati Tornado FC, Persela, dan PSMS punya pemain lokal bagus. Rata-rata mereka pernah bermain di Liga 1 sehingga ini jadi motivasi mereka ingin membuktikan kualitasnya," jelasnya.
Jam Terbang Pemain Muda
Mantan pelatih Arema itu juga mengamati klub-klub Championship memiliki pemain muda lokal bertalenta bagus.
"I League Cup ajang bagus untuk pemain lokal untuk kebolehan. Saya amati ada beberapa pemain muda dari level Championship dengan bakat baik," ucapnya.
Gusnul Yakin menilai kuota pemain asing di BRI Super League dan Championship membuat jam terbang pemain lokal ada kesenjangan.
"Pemain lokal Super League yang tampil itu-itu saja. Sementara Championship dengan kuota tiga pemain membuat kesempatan pemain lokal bermain lebih banyak," tuturnya.