Raphinha dan Lamine Yamal Jadi Duet Paling Mematikan di Eropa, Statistik Barcelona Bikin Pesaing Ketar-ketir

Keduanya kembali membuktikan kualitas itu ketika Barcelona mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0 di Liga Champions.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 05 November 2026, 07:00 WIB
Penyerang Barcelona, Lamine Yamal (kiri), merayakan gol kelima timnya bersama rekan setimnya, Gabriel Jesus, dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona melawan Deportivo Alaves di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. (Manaure Quintero / AFP)

Bola.com, Jakarta - Barcelona memiliki salah satu kombinasi lini serang paling berbahaya di sepak bola Eropa saat ini. Duet Raphinha dan Lamine Yamal terus menunjukkan produktivitas luar biasa dan menjadi senjata utama pasukan Hansi Flick dalam membongkar pertahanan lawan.

Keduanya kembali membuktikan kualitas itu ketika Barcelona mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0 di Liga Champions.

Advertisement

Raphinha mencetak dua gol, sedangkan Lamine Yamal menyumbang satu gol lainnya dalam kemenangan meyakinkan Blaugrana.

Hasil itu sekaligus menjadi respons positif Barcelona setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain (PSG) dan Real Madrid.

Namun, kontribusi Raphinha dan Yamal bukan sekadar kemenangan atas Aston Villa. Statistik menunjukkan keduanya telah berkembang jadi duet paling produktif di Eropa dengan kombinasi gol, assist, dan kreativitas yang sulit ditandingi.

Sepanjang musim ini, kedua pemain itu sudah mengoleksi total 32 gol dan 14 assist di La Liga serta Liga Champions.

 

Raphinha dan Lamine Yamal Sumbang 70 Persen Gol Barcelona

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) berselebrasi bersama pemain Barcelona Raphinha setelah mencetak gol keempat timnya dalam laga La Liga antara Barcelona vs Alaves di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 31 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Hal paling mencolok dari produktivitas Barcelona musim ini adalah besarnya ketergantungan tim terhadap Raphinha dan Lamine Yamal.

Kedua pemain itu terlibat langsung dalam 42 dari total 60 gol Barcelona. Artinya, duet asal Brasil dan Spanyol itu menyumbang 70 persen dari keseluruhan gol Blaugrana.

Menariknya, kontribusi keduanya memiliki karakter berbeda. Yamal lebih sering menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan peluang untuk rekan setim, termasuk ketika memberikan assist kepada Raphinha saat menghadapi Feyenoord.

Yamal bahkan menyumbangkan dua assist untuk Raphinha ketika Barcelona meraih kemenangan atas Sevilla.

Sebaliknya, Raphinha juga pernah membalas kontribusi itu dengan memberikan assist dalam pertandingan melawan Levante. Kombinasi ini membuat Barcelona semakin sulit dihentikan.

Lawan tidak bisa hanya berfokus mengawal salah satu pemain karena keduanya sama-sama memiliki kemampuan untuk menentukan hasil pertandingan, baik melalui aksi individu maupun kerja sama.


Raphinha Cetak Rekor, Yamal Jadi Kreator Serangan

Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol bersama Lamine Yamal dalam laga La Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona di Elche, Spanyol, Minggu, 23 Agustus 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Performa Raphinha musim ini benar-benar luar biasa. Pemain asal Brasil tersebut mencetak 12 gol dalam tujuh pertandingan pertama La Liga.

Catatan itu membuatnya melampaui rekor Lionel Messi bersama Barcelona. Sebelumnya, Messi mencetak 11 gol dalam tujuh jornada pembuka La Liga musim 2017/2018.

Produktivitas Raphinha semakin mengesankan karena ia telah mengoleksi 19 gol hanya dalam 13 penampilan di seluruh kompetisi.

Sementara di sisi lain, Lamine Yamal juga terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di sepak bola Eropa.

Winger berusia 18 tahun itu tidak hanya berbahaya ketika melakukan penetrasi dari sisi sayap, tetapi juga memiliki visi permainan dan kemampuan menciptakan peluang yang luar biasa.

Kontrol bola, kreativitas, serta kemampuannya melewati lawan dalam situasi satu lawan satu membuat Yamal menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan.


Duet Barcelona Ungguli Kombinasi Harry Kane-Olise dan Mbappe

Harry Kane (kanan) dari Bayern Munchen memberikan isyarat saat berbicara dengan rekan setimnya, Michael Olise, dalam pertandingan Grup C Piala Dunia Antarklub antara Bayern Munchen dan Boca Juniors di Miami Gardens, Florida, Jumat, 20 Juni 2025. (AP Photo/Lynne Sladky)

Kehebatan Raphinha dan Lamine Yamal semakin terlihat ketika statistik mereka dibandingkan dengan duet penyerang klub-klub elite Eropa lainnya.

Michael Olise dan Harry Kane dari Bayern Munchen juga tampil impresif. Kedua pemain itu mengumpulkan 22 gol dan 16 assist atau total 38 kontribusi gol.

Sementara itu, kombinasi Kylian Mbappe dan Diomande di Real Madrid mencatatkan 19 gol serta 7 assist.

Adapun Raphinha dan Yamal telah mengoleksi 32 gol dan 14 assist, sehingga total kontribusi gol mereka mencapai 46.

Keunggulan duet Barcelona bukan hanya terletak pada angka. Kedua pemain itu juga memiliki karakteristik permainan yang saling melengkapi.

Raphinha menawarkan pergerakan tanpa bola yang agresif, tekanan tinggi terhadap lawan, serta ancaman penyelesaian akhir.

Sementara itu, Yamal memiliki kemampuan olah bola, kreativitas, dan kecepatan untuk melewati pemain bertahan.

Kombinasi itu memberikan Hansi Flick banyak pilihan dalam membangun serangan. Barcelona bisa mengancam melalui transisi cepat, aksi individu, maupun tekanan ofensif terus-menerus.


Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions

Lamine Yamal dari Barcelona melakukan selebrasi setelah mencetak gol pembuka pada pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Barcelona dan Aston Villa di Barcelona, ​​Spanyol, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Selain produktivitas bersama Raphinha, Lamine Yamal juga terus menorehkan pencapaian bersejarah di Liga Champions.

Golnya ke gawang Aston Villa membuat koleksi gol Lamine Yamal di kompetisi elite Eropa itu mencapai 14 gol.

Catatan itu menjadikannya pemain remaja tersubur sepanjang sejarah Liga Champions. Ia melewati rekor Kylian Mbappe yang sebelumnya mengoleksi 13 gol sebelum berusia 20 tahun.

Pencapaian itu semakin menegaskan betapa istimewanya perkembangan Yamal di Barcelona. Meski masih sangat muda, ia sudah menjadi salah satu pemain yang paling menentukan dalam permainan Blaugrana.

Menariknya, Raphinha dan Yamal sebenarnya memiliki kualitas yang memungkinkan keduanya tetap berbahaya ketika bermain tanpa satu sama lain. Masing-masing mempunyai kemampuan individu untuk menciptakan perbedaan.

Namun, ketika keduanya berada di lapangan secara bersamaan, Barcelona memiliki ancaman yang jauh lebih besar.

Dengan produktivitas yang terus meningkat, duet Raphinha dan Lamine Yamal kini menjadi salah satu kekuatan utama Barcelona.

Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin keduanya akan membawa Blaugrana meraih berbagai gelar sekaligus menciptakan sejarah baru di sepak bola Eropa.

Sumber: Barca Universal

Berita Terkait