Piala Asia 2027 Dijadwal Ulang, Sekjen FA Singapura Badri Ghent Buka Suara: Dukung atau Menolak?

Piala Asia 2027 digeser dalam waktu yang cukup lama dari jadwal semula.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 05 November 2026, 07:45 WIB
Aksi Ragnar Oratmangoen dalam duel Timnas Indonesia versus Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) akhirnya mengambil sikap tegas menyusul pengumuman resmi mengenai penjadwalan ulang turnamen akbar Piala Asia 2027 yang bakal dihelat di Arab Saudi.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Sekretaris Jenderal (GenSec) FAS, Badri Ghent, federasi sepak bola negeri singa itu menyatakan dukungan sekaligus menyoroti pentingnya persiapan matang bagi The Lions di kancah sepak bola Asia.

Advertisement

"FAS memahami dinamika dan pertimbangan di balik keputusan penyesuaian jadwal Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi. Fokus utama kami sekarang adalah memastikan kesiapan struktur timnas serta koordinasi yang optimal demi menghadapi tantangan kompetisi tertinggi di level benua," ujar Badri Ghent dalam pernyataan resminya, Rabu (4/11/2026).

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengundur jadwal Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.

Penundaan hampir satu tahun dari jadwal semula ini dipicu oleh situasi luar biasa, kendala keamanan, serta gangguan logistik di kawasan Timur Tengah.


Fokus Total Menatap Agenda Internasional

Gavin Lee, pelatih Timnas Singapura. (Dok. fas.org.sg)

Penjadwalan ulang turnamen paling bergengsi di Asia ini tentu menuntut perubahan strategi jangka panjang bagi seluruh asosiasi anggota AFC, termasuk Singapura.

Badri Ghent menekankan penyesuaian ini harus dijadikan momentum bagi sepak bola Singapura untuk terus berbenah dan meningkatkan daya saing di level internasional.

Bagi pencinta sepak bola Asia Tenggara, perkembangan seputar persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi selalu menjadi sorotan utama, mengingat ketatnya persaingan antartim elite benua Asia.


Bukan Langganan

Aksi Ilhan Fandi saat memghadapi Timor Leste dalam laga Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar (27/7/2026). (Dok. ASEAN United FC)

Sebelum Piala Asia 2027, satu-satunya penampilan pertama Timnas Singapura di putaran final terjadi pada edisi 1984, di mana Singapura lolos otomatis karena bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Langkah The Lions kala itu langsung terhenti di babak penyisihan grup setelah hanya mampu mencatat satu kemenangan atas India, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Setelah debut tersebut, Singapura mengalami kegagalan beruntun di fase kualifikasi selama lebih dari empat dekade, membuat prestasi regional mereka sebagai salah satu penguasa Piala AFF terasa kontras dengan pencapaian di tingkat benua.

Kebuntuan selama 41 tahun itu akhirnya pecah secara dramatis pada November 2025.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka setelah tampil tidak terkalahkan di fase grup dan menumbangkan Hong Kong 2-1 di laga penentu.

Pada putaran final Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun, Singapura akan menghadapi tantangan besar karena tergabung di Grup D bersama tim-tim kuat Asia seperti Australia, Irak, dan Tajikistan.

Berita Terkait