Achraf Hakimi Tak Suka Bermain Bareng Lionel Messi di PSG: Saya Merasa Jadi Pemain Kelas Dua

Bek sayap Paris Saint-Germain (PSG), Achraf Hakimi, mengungkapkan alasan tidak menikmati bermain bersama Lionel Messi.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 November 2026, 09:45 WIB
La Pulga digantikan Achraf Hakimi saat pertandingan berjalan 76 menit. (AP/Francois Mori)

Bola.com, Jakarta - Bek sayap Paris Saint-Germain (PSG), Achraf Hakimi, mengungkapkan alasan tidak menikmati bermain bersama Lionel Messi ketika keduanya masih berada di Parc des Princes.

Hakimi dan Messi pernah menjadi rekan setim di PSG setelah sama-sama bergabung pada bursa transfer musim panas 2021. Namun, kehadiran megabintang asal Argentina tersebut ternyata membawa perubahan besar terhadap gaya permainan Les Parisiens.

Advertisement

PSG memang melakukan perombakan besar-besaran pada musim panas 2021. Hakimi diboyong dari Inter Milan dengan nilai transfer 68 juta euro, sebelum Messi menyusul beberapa pekan kemudian.

Selain kedua pemain tersebut, PSG juga merekrut sejumlah nama besar, seperti Nuno Mendes, Danilo Pereira, Gianluigi Donnarumma, Georginio Wijnaldum, dan Sergio Ramos.

Kedatangan Messi sempat memunculkan ekspektasi tinggi. Pemilik tujuh gelar Ballon d'Or itu diharapkan mampu membawa PSG meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub bersama Kylian Mbappe dan Neymar.

Namun, perjalanan Messi di Paris tidak sepenuhnya sesuai harapan. Ia hanya bertahan selama dua musim dengan catatan 32 gol dan 35 assist sebelum meninggalkan PSG untuk bergabung dengan Inter Miami pada 2023.

Tiga tahun setelah kepergian Messi, Hakimi akhirnya menceritakan pengalaman yang kurang menyenangkan selama bermain bersama sang legenda.

 


Merasa Menjadi Pemain Tak Penting

Tiga pemain baru PSG musim ini yakni Lionel Messi, Achraf Hakimi, dan Sergio Ramos langsung merasakan gelar juara Liga Prancis di musim pertama mereka bergabung. (AFP/Bertrand Guay)

Dalam wawancara di podcast The Bridge, seperti dikutip dari Give Me Sport, Kamis (5/11/2026), Hakimi mengakui perubahan pendekatan permainan PSG setelah kedatangan Messi membuat dirinya kesulitan menunjukkan kemampuan terbaik.

Bek asal Maroko tersebut dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan menyerang dari sisi kanan. Namun, perubahan taktik yang dilakukan PSG membuatnya tidak leluasa menjalankan karakter permainan tersebut.

Hakimi bahkan merasa perannya di tim menjadi tidak terlalu penting. Situasi itu berbeda dengan yang dialaminya ketika memperkuat Timnas Maroko.

"Begitu Messi datang, proyek Paris Saint-Germain berubah. Gaya permainan tim juga ikut berubah. Kami bermain dengan cara yang berbeda dan saya tidak menikmatinya," ujar Hakimi seperti dikutip dari Goal.

"Saya tidak bisa melakukan hal-hal yang saya sukai, seperti menyerang dan merasa menjadi pemain penting. Saya merasa seperti pemain kelas dua," lanjutnya.

 


Tekanan Mental

Achraf Hakimi merupakan satu dari lima pemain yang tiba di Parc des Princes pada musim panas bersama Lionel Messi. Ia merupakan bek sayap yang memiliki kecepatan, kelincahan, dan pemikirannya yang cepat. Musim ini, Hakimi telah mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 25 laga. (AFP/Franck Fife)

Pemain berusia 28 tahun itu juga mengingat bagaimana dirinya mulai membandingkan situasi di PSG dengan perannya bersama Timnas Maroko.

"Saat itu, saya ingat memikirkan situasi saya bersama tim nasional, tempat saya diperlakukan sebagai pemain penting," tuturnya.

Hakimi mengakui kondisi tersebut memberikan tekanan mental tersendiri. Ia merasa kesulitan memperlihatkan performa terbaiknya di Paris.

"Secara mental, sulit bagi saya untuk tampil seperti yang saya inginkan di Paris. Kemudian, kritik mulai berdatangan. Orang-orang bertanya mengapa saya bermain dengan satu cara bersama Maroko, tetapi terlihat berbeda di Paris," kata Hakimi. 

"Apakah dia sedang tidak baik-baik saja? Atau ada alasan lain? Orang-orang tidak memahami perbedaannya," imbuh Hakimi.

Sumber: Give Me Sport

 

Berita Terkait