Bola.com, Jakarta - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengecam buruknya lini pertahanan timnya usai menelan kekalahan 2-3 dari raksasa Turki, Fenerbahce, pada laga pekan keempat Liga Champions, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam lantaran Liverpool sempat dua kali memimpin sebelum akhirnya berbalik kalah.
Dalam pertandingan tersebut, Liverpool membuka keunggulan terlebih dahulu melalui gol Trey Nyoni pada menit ke-25.
Setelah tim tuan rumah menyamakan kedudukan, Alexander Isak kembali membawa Liverpool unggul 2-1 di menit ke-69.
Namun, Fenerbahce mampu membalas dan menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-73.
Bencana bagi Liverpool datang enam menit kemudian ketika mantan penyerang Mallorca, Vedat Muriqi, mencetak gol kemenangan untuk memastikan poin penuh bagi tuan rumah.
Lini Belakang Lemah
Hasil minor ini membuat Liverpool mencatatkan kekalahan berturut-turut untuk pertama kalinya di bawah asuhan Iraola.
Sebelumnya, Liverpool juga harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-1 pada pekan kesembilan Premier League, Minggu akhir pekan lalu.
Seusai laga kontra Fenerbahce di Chobani Stadyumu Fenerbahce Sukru Saracoglu Spor Kompleksi, Iraola secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara bertahan anak asuhnya dalam mengantisipasi situasi bola mati lawan.
Ia menilai kegagalan tersebut menjadi penyebab utama timnya pulang tanpa poin.
"Alasan utama yang saya temukan mengapa kami kalah di laga ini adalah, karena kami kebobolan dari tiga situasi bola mati. Padahal, itu adalah sesuatu yang kami lakukan dengan sangat baik di liga sejauh ini," ujar Iraola dalam konferensi pers sesuai pertandingan.
Bikin Frustrasi
Iraola menambahkan skema bola mati sebenarnya sudah diantisipasi karena menjadi satu di antara kekuatan utama Fenerbahce.
Namun, pertahanan Liverpool justru goyah saat menghadapi tendangan bebas, sepak pojok, hingga lemparan ke dalam lawan.
"Kekalahan ini bikin frustrasi karena kami sempat unggul dua kali dan mengontrol permainan. Namun. pada gol pertama, pagar betis tidak terpasang dengan benar, dan di gol ketiga, Muriqi bisa memenangi duel melawan tiga bek kami. Ini jelas harus dibenahi," ulasnya.
Fokus Laga Berikutnya
Kegagalan mempertahankan keunggulan memaksa Iraola dan staf pelatihnya bekerja ekstra keras untuk segera mengevaluasi kinerja lini belakang Liverpool.
Liverpool kini harus merespons kekalahan ini agar tidak mendapatkan tren negatif dengan tiga kekalahan beruntun.
Fokus mereka langsung beralih ke laga tandang melawan Crystal Palace pada pertandingan pekan kesepuluh Premier League, Minggu (8-11-2026).
Usai melakoni laga tersebut, Liverpool akan menghadapi jeda internasional sebelum menjamu Manchester United pada 22 November.
Sementara itu, perjuangan Liverpool di panggung Liga Champions baru akan berlanjut saat menjajal Club Brugge, 25 November mendatang.
Sumber: Sports Mole