Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, belum sepenuhnya puas, meski skuadnya berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Slavia Praha pada mathday keempat League Phase Liga Champions, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB.
Arteta menilai timnya tampil ceroboh setelah jeda pertandingan dan memberikan terlalu banyak kesempatan kepada lawan.
Arsenal mengamankan kemenangan 2-1 dalam pertandingan di Eden Arena, Praha, tersebut.
Noni Madueke membuka keunggulan pada menit kesembilan, sebelum Viktor Gyokeres menggandakan skor menjelang turun minum.
Namun, keunggulan dua gol tidak membuat Arsenal mampu mengendalikan permainan hingga akhir. Slavia Praha meningkatkan tekanan pada babak kedua, sementara Meriam London kesulitan mempertahankan penguasaan bola.
Gabriel bahkan harus dua kali menyapu bola sundulan lawan di garis gawang. David Raya juga melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Oskar Kubiak.
Meski demikian, Wiktor Nowak akhirnya memperkecil ketertinggalan Slavia Praha pada menit terakhir melalui umpan David Jurasek.
Dua Wajah Berbeda
Arteta mengakui Arsenal memperlihatkan dua penampilan berbeda dalam pertandingan tersebut.
Ia menilai timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol pada babak pertama, tetapi kehilangan kendali setelah jeda.
"Pada babak pertama, saya pikir kami bermain pada level yang sangat tinggi, bahkan terkadang luar biasa. Seharusnya skor mencerminkan keunggulan tiga atau empat gol," ujar Arteta kepada TNT Sports.
Arteta mengingatkan para pemainnya bahwa Slavia Praha memiliki semangat juang tinggi. Namun, Arsenal gagal mengantisipasi tekanan yang makin intens dan justru melakukan banyak kesalahan.
"Pada babak kedua, kami berada dalam posisi bertahan dan bermain sangat ceroboh. Kami terlalu banyak kehilangan bola, melakukan banyak sapuan yang buruk, serta sama sekali tidak mampu mempertahankan penguasaan bola maupun struktur permainan.
"Pada akhirnya, Anda harus menderita karena tim-tim di Liga Champions sangat bagus. Jadi, ada banyak hal yang harus dipelajari," ujarnya.
David Raya Akui Arsenal Terkejut
David Raya mengakui Slavia Praha memberikan tekanan berbeda setelah turun minum. Kiper Arsenal itu menilai timnya sempat terkejut dengan peningkatan intensitas permainan tuan rumah.
"Mereka membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi kami. Ini sesuatu yang harus kami pelajari. Kami tahu betapa pentingnya pertandingan tandang dan betapa sulitnya bermain di tempat seperti ini, menghadapi tim yang menerapkan penjagaan satu lawan satu di seluruh lapangan," kata Raya.
Menurut Raya, Arsenal terlalu sering kehilangan bola di area sepertiga akhir. Situasi tersebut membuat mereka kesulitan mengontrol pertandingan dan harus berulang kali bertahan.
"Kami harus mengelola situasi seperti itu dengan lebih baik, menguasai momen-momen tersebut, mempertahankan bola, dan berusaha mencetak gol ketiga, keempat, hingga kelima," ulasnya.
"Namun, kami tahu betapa sulitnya pertandingan ini. Pada akhirnya, kami mendapatkan tiga poin dan itu saja," lanjutnya.
Penyelamatan David Raya
Kiper asal Spanyol tersebut juga menyoroti penyelamatannya saat menggagalkan sundulan Kubiak yang mengarah ke tiang gawang. Raya menyebut aksi tersebut mengingatkannya pada penyelamatan ketika menghadapi Bayern Munchen.
"Saya hanya berusaha menjalankan tugas dengan sebaik mungkin untuk menjaga gawang tetap bersih karena itu membantu Anda memenangi banyak pertandingan. Semoga kami bisa mencatatkan lebih banyak clean sheet pada pertandingan berikutnya," ujar Raya.
Kemenangan tersebut menjadi yang ketiga bagi Arsenal dari empat pertandingan Liga Champions musim ini. Meriam London kini menempati posisi ketiga klasemen fase liga.
Sumber: ESPN