Bek Timnas Jepang Sedih Piala Asia 2027 Diundur: Persiapan dan Ambisi dengan Hajime Moriyasu Jadi Berantakan

Tsuyoshi Watanabe sedih Piala Asia 2027 ditunda, akui era Hajime Moriyasu segera berakhir.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 05 November 2026, 15:00 WIB
Pelatih kepala Jepang, Hajime Moriyasu, berdiri sebelum pertandingan Grup F Piala Dunia antara Belanda dan Jepang di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 15 Juni 2026. (AP Photo/Tony Guttierez)

Bola.com, Jakarta - Bek Timnas Jepang, Tsuyoshi Watanabe, kecewa dengan keputusan penundaan Piala Asia 2027.

Ia menilai perubahan jadwal turnamen yang mundur hampir satu tahun membuat Jepang berpotensi kehilangan kesempatan menutup perjalanan bersama pelatih Hajime Moriyasu dengan gelar juara.

Advertisement

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan menggeser pelaksanaan Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Sebelumnya, turnamen tersebut direncanakan berlangsung pada Januari 2027.

Situasi keamanan di Timur Tengah sempat membuat penyelenggaraan Piala Asia 2027 berada dalam ketidakpastian, sebelum akhirnya AFC memutuskan penundaan.

Jepang tergabung di Grup F bersama Qatar, Thailand, dan Timnas Indonesia.


Kecewa dengan Penundaan

Hajime Moriyasu, Pelatih Kepala Jepang, berbicara kepada para pemainnya setelah hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Swedia di Stadion Dallas pada 25 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Watanabe bukan sosok baru di Timnas Jepang. Bek berusia 29 tahun itu telah mencatatkan 14 penampilan bersama tim senior yang ditangani Moriyasu.

Ia menjalani debut pada 14 Januari 2019 ketika Jepang menang 5-0 atas Hong Kong.

Watanabe juga tampil untuk Jepang di Piala Dunia 2026, termasuk saat menghadapi Belanda dan Swedia.

Bagi Watanabe, Piala Asia 2027 memiliki arti khusus. Ia melihat turnamen itu sebagai kesempatan terakhir untuk bermain di bawah arahan Moriyasu, yang disebut akan mundur setelah kejuaraan.

"Secara pribadi, saya tidak senang dengan keputusan ini. Saya telah bekerja cukup lama di bawah arahan pelatih Hajime Moriyasu, dan sistem yang kami jalankan kemungkinan besar akan berakhir," tutur Tsuyoshi Watanabe, dikutip dari Soccer Digest Web, Kamis (5-11-2026).

Ia juga menyayangkan kemungkinan Jepang tidak lagi tampil dengan komposisi tim yang sama ketika Piala Asia akhirnya digelar.

Menurutnya, skuad saat ini memiliki peluang untuk menjadi juara, meski belum ada kepastian mengenai pemain yang akan memperkuat tim setahun mendatang.

"Artinya, kami tidak akan bisa lagi bermain sebagai tim yang sama, padahal menurut saya kami punya peluang untuk menjadi juara. Bahkan, kami tidak tahu siapa saja yang akan berada di dalam tim setahun dari sekarang. Dulu, saya juga merasa kecewa saat Olimpiade Tokyo ditunda selama satu tahun," ungkap pemain berusia 29 tahun tersebut.


Fokus di Feyenoord

Reaksi bek Feyenoord Jepang #04, Tsuyoshi Watanabe, selama pertandingan putaran pertama Liga Champions UEFA hari ke-3 antara Real Betis dan Feyenoord di stadion La Cartuja di Seville pada 21 Oktober 2026 (JORGE GUERRERO/AFP)

Di tengah penundaan Piala Asia 2027, Watanabe tetap bertekad mengembangkan kariernya bersama Feyenoord di Liga Belanda. Ia juga mendapat pengalaman tampil di Liga Champions, dengan mencatatkan empat penampilan musim ini.

Pada tengah pekan ini, Watanabe turun bermain ketika Feyenoord menghadapi Inter Milan.

Ia menegaskan penundaan turnamen tidak akan membuatnya kehilangan motivasi. Watanabe ingin terus menunjukkan kemampuan agar tetap memiliki kesempatan membela Timnas Jepang.

"Saya tidak terlalu terganggu dengan penundaan ini, tetapi saya sama sekali tidak ingin karier saya meredup begitu saja. Oleh karena itu, saya akan terus berupaya membuktikan kemampuan saya. Kegiatan tim nasional akan segera bergulir kembali, jadi saya ingin memberikan yang terbaik," kata Tsuyoshi Watanabe.


Terkesan dengan Hajime Moriyasu

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu sebelum pertandingan melawan Swedia di Piala Dunia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Tony Gutierrez)

Watanabe juga menantikan kemungkinan kembali dipanggil Moriyasu untuk agenda FIFA Matchday November 2026.

Jepang dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba melawan Paraguay dan Brasil di Singapura pada pertengahan bulan ini.

Terakhir kali Watanabe membela Jepang adalah saat menang 2-1 atas Venezuela pada FIFA Matchday September 2026. Ia kemudian absen dalam pertandingan melawan Ekuador dan Selandia Baru karena cedera.

Watanabe menilai Moriyasu sebagai pelatih yang memberi perhatian besar kepada para pemain, termasuk mereka yang pernah mendapat kesempatan memperkuat tim nasional, tetapi kemudian tersisih.

"Menurut saya, Moriyasu adalah sosok yang memperhatikan detail terkecil sekalipun dari para pemainnya. Saya sendiri pernah dipanggil masuk tim nasional, tapi gagal memanfaatkan kesempatan tersebut; setelah itu, saya jarang mendapatkan peluang lagi dan akhirnya dicoret dari tim," tuturnya.

"Meski begitu, ia senantiasa memantau para pemain yang terus bekerja keras dengan tekun. Saya rasa Moriyasu memiliki sikap seperti itu, serta menaruh perhatian dan kasih sayang yang besar terhadap para pemain yang pernah ia pilih sebelumnya. Secara pribadi, saya sangat menyukai orang yang memiliki kepedulian semacam itu," imbuh pemain berusia 29 tahun itu.

Watanabe mengaku tetap sedih karena tidak bisa menutup era Moriyasu dengan gelar Piala Asia. Namun, ia juga menyambut dimulainya babak baru Timnas Jepang di bawah pelatih Go Oiwa.

"Memang menyedihkan, tetapi akan selalu tiba saatnya bagi seorang pelatih untuk mundur. Penyesalan terbesar saya adalah kami tidak bisa menutup perjalanan ini dengan kemenangan di Piala Asia. Namun, kini dengan ditunjuknya Go Oiwa sebagai pelatih baru, babak persaingan yang baru pun akan dimulai, dan saya menantikan hal tersebut," ucap Watanabe.

 

Sumber: Soccer Digest Web

Berita Terkait