Bola.com, Jakarta - Keputusan kontroversial kembali mewarnai gelaran SEA Games. Tuan rumah SEA Games 2027, Malaysia, secara resmi meniadakan cabang olahraga futsal putri.
Keputusan ini mendulang gelombang protes keras, satu di antaranya dari pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia, Luis Estrela. Ia merasa keputusan itu tidak adil.
Luis Estrela, yang membawa Timnas Futsal Putri Indonesia merebut medali perak di SEA Games 2025 Thailand tersebut, menilai, penghapusan futsal putri dari pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu bukan sekadar kerugian bagi timnya, melainkan preseden buruk bagi iklim olahraga kawasan.
Melalui tanggapan resminya, Luis Estrela menegaskan keberlanjutan sebuah cabang olahraga memerlukan kepastian regulasi serta kesempatan yang setara di setiap disiplin dan gender.
Sentil Hak Istimewa Tuan Rumah
Luis Estrela menyoroti tradisi SEA Games yang kerap memberi keleluasaan penuh kepada negara tuan rumah untuk memilih dan menyaring cabang olahraga berdasarkan potensi tambang medali mereka sendiri.
Menurutnya, praktik semacam ini harus segera dievaluasi demi pembinaan atlet jangka panjang.
"Menurut pandangan saya, kita harus meninjau kembali praktik yang membolehkan negara tuan rumah memilih cabang olahraga yang akan dipertandingkan berdasarkan kepentingan mereka sendiri. Jika suatu cabang olahraga telah menjadi bagian dari program, maka cabang tersebut seharusnya tetap dipertandingkan pada edisi berikutnya," tegas Estrela.
Absennya futsal putri pada SEA Games 2027 dinilainya sebagai sebuah tamparan keras, mengingat grafik pertumbuhan futsal putri di Asia Tenggara sedang menunjukkan tren positif pasca-gelaran di Thailand.
Kompetisi yang Adil
Lebih lanjut, pelatih asal Portugal itu mengingatkan seluruh pemangku kepentingan olahraga di kawasan Asia Tenggara untuk bersatu mendesak lahirnya ekosistem persaingan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Sebab, tolok ukur perkembangan sebuah cabang olahraga tidak hanya diukur dari durasi pertandingan di atas lapangan, melainkan lewat perencanaan matang, sistem kompetisi yang konsisten, serta jaminan pembinaan bagi para atlet.
"Semua organisasi yang terlibat harus bekerja sama untuk mendorong kompetisi yang adil, kesetaraan, dan pengembangan olahraga dalam jangka panjang. Sebuah cabang olahraga tidak hanya berkembang di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Estrela melayangkan pesan mendalam yang menegaskan bahwa atlet putra maupun putri merengkuh kerja keras yang sama di atas lapangan.
"Semangat yang sama. Dedikasi yang sama. Kesempatan yang sama. Penghormatan yang setara," ucap Estrela.