Breaking News! Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Mengakhiri 23 Tahun Karier dengan Pidato Mengharukan

Keputusan Cristiano Ronaldo gantung sepatu dari tim nasional datang setelah hubungannya dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus, memanas akibat perselisihan mengenai peran di dalam tim.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 05 November 2026, 18:15 WIB
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, melambaikan tangan ke fans setelah pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 kontra Kolombia di Miami Stadium, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. (AFP/Chandan Khanna)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu menyampaikan keputusan emosional itu melalui sebuah video berdurasi lima menit, sekaligus mengakhiri perjalanan panjang yang telah berlangsung selama 23 tahun.

Keputusan Cristiano Ronaldo gantung sepatu dari tim nasional datang setelah hubungannya dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus, memanas akibat perselisihan mengenai peran di dalam tim.

Advertisement

Cristiano Ronaldo bahkan sempat meninggalkan pemusatan latihan menjelang pertandingan dan mendapatkan sanksi.

Dalam pidato perpisahannya, mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu mengaku bangga pernah mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Portugal dan memimpin rekan-rekannya sebagai kapten.

 

Perselisihan dengan Jorge Jesus Warnai Akhir Karier Ronaldo

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Keputusan Cristiano Ronaldo pensiun dari Timnas Portugal tidak terlepas dari polemik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Cristiano Ronaldo terlibat perselisihan panas dengan pelatih Jorge Jesus. Sang megabintang mengklaim Jesus telah mengingkari perkataannya mengenai peran Ronaldo dalam tim nasional.

Situasi itu semakin memanas hingga pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan pemusatan latihan Portugal sehari sebelum pertandingan.

Akibat tindakannya, Ronaldo dijatuhi sanksi larangan bermain selama 30 hari serta denda sebesar 215 pound.

Meski demikian, ia sebenarnya masih memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan Portugal berikutnya melawan Denmark dan Wales.

Namun, Ronaldo akhirnya memilih mengakhiri perjalanan internasionalnya melalui sebuah pengumuman yang emosional.

 


Akhiri Perjalanan dengan 146 Gol dan 234 Penampilan

CR7 juga gagal mencatatkan gol, assist, maupun kreasi peluang dan dribel sukses. Tiga tembakan yang dilepaskannya nihil hasil, dengan dua tendangan pada menit ke-68 dan ke-73 melenceng ke kanan. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Cristiano Ronaldo meninggalkan Timnas Portugal dengan catatan yang luar biasa. Sepanjang 23 tahun membela negaranya, ia mencatatkan 234 penampilan dan mencetak rekor 146 gol.

Ia juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Portugal dengan mempersembahkan gelar Euro 2016 dan dua trofi UEFA Nations League.

Perjalanan internasional Ronaldo dimulai pada Agustus 2003. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal.

Dalam pidato perpisahannya, Ronaldo mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak selalu dipenuhi kemenangan.

Ada kekalahan, kegagalan, dan momen-momen menyakitkan yang masih membekas dalam ingatannya.

"Saya juga pernah gagal. Saya juga pernah menderita. Ada saat-saat ketika saya tidak bisa memberikan apa yang begitu diinginkan masyarakat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah," ujar Ronaldo.

"Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal."

 


Ronaldo: Kemenangan Terbesar Saya Adalah Mewakili Portugal

Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Irlandia pada laga uji coba internasional terakhir jelang putaran final Euro 2024 di Stadion Municipal de Aveiro, Rabu (12/6/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Luis Vieira)

Dalam pidato berdurasi lima menit tersebut, Ronaldo menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan setim, pelatih, staf tim nasional, keluarga, serta seluruh pendukung Portugal di berbagai belahan dunia.

Ia juga mengungkapkan sepak bola bukan sekadar pertandingan, gol, atau trofi. Menurutnya, hal terpenting dari perjalanan bersama tim nasional adalah hubungan emosional dengan masyarakat Portugal.

"Gol datang dan pergi, trofi akhirnya disimpan di museum, rekor pada akhirnya akan dipecahkan. Namun, ada sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu, yaitu tempat yang kita miliki di hati orang-orang," ucapnya.

Ronaldo juga mengenang momen ketika lagu kebangsaan Portugal berkumandang sebelum pertandingan.

Baginya, saat itulah seluruh perbedaan menghilang dan semua orang bersatu dalam satu kebanggaan.

"Saya menghabiskan hidup untuk bekerja menjadi pemain terbaik di dunia. Hari ini, saya menyadari bahwa kemenangan terbesar saya adalah mendapatkan kehormatan untuk mewakili negara terbaik di dunia," tuturnya.


Pesan Perpisahan: Portugal Akan Selalu Ada di Hati

Striker Portugal, Cristiano Ronaldo saat menghadapi Ukraina pada laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 di NSK Olimpiyskyi Stadium, Kiev, Ukraina (14/10/2019). Cristiano Ronaldo menjadi pemain dengan koleksi gol terbanyak pada babak kualifikasi Piala Eropa. Dari 35 laga, ia total telah mencetak 31 gol dan 4 assist serta mampu membawa Timnas Portugal selalu lolos dalam 5 edisi terakhir putaran final Piala Eropa mulai 2004 hingga 2020. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Cristiano Ronaldo menegaskan pensiun dari tim nasional bukan berarti dirinya akan berhenti memberikan dukungan kepada Portugal.

Ia memastikan akan tetap merasakan kegembiraan, ketegangan, dan kebanggaan setiap kali negaranya meraih kemenangan.

Kepada generasi penerus, Ronaldo juga berpesan agar Portugal terus melahirkan pemain-pemain muda yang berani bermimpi dan tidak pernah menyerah untuk menciptakan sejarah baru.

"Hari ini, perjalanan saya di lapangan bersama tim nasional berakhir. Saya pergi dengan kepala tegak, bangga dengan perjalanan yang telah saya lalui, dan mengetahui saya sudah memberikan segalanya untuk Portugal," kata Ronaldo.

"Namun, saya tidak akan pernah berhenti menjadi bagian dari kalian. Saya akan terus merasakan kesedihan, kegembiraan, dan merayakan setiap kemenangan Portugal, seperti yang selalu saya lakukan."

Ronaldo kemudian menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Portugal yang telah mendukungnya selama lebih dari dua dekade.

"Terima kasih untuk 23 tahun ini. Terima kasih karena telah percaya kepada saya."

"Portugal akan selalu ada di dalam diri saya. Selamanya."

Sumber: Express

Berita Terkait