Bola.com, Jakarta - Efek domino penundaan Piala Asia 2027 mulai terasa. Awalnya, turnamen empat tahunan itu akan digelar di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Namun, situasi keamanan di kawasan Asia Barat, khususnya Arab Saudi membuat AFC dan SAFF sepakat menggeser Piala Asia 2027 menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Menanggapi penundaan Piala Asia, I League berencana menyesuaikan kembali jadwal kompetisi domestik di Indonesia.
Sebelumnya, mereka mengosongkan jadwal pertandingan, terutama di BRI Super League 2026/2027 dan I League 2026/2027 selama Januari 2027.
"Ya buat liga tentunya kami akan berupaya untuk bisa memadatkan atau menarik kembali pertandingan-pertandingan yang kami extend ke Februari dan seterusnya menjadi seperti apa yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama I League, Ferry Paulus di ASIOP Stadium, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Berakhir Mei
Mundurnya Piala Asia 2027 justru disambut baik oleh Ferry Paulus. Pihaknya bisa menyelesaikan jadwal liga pada akhir Mei, yang sudah lumrah dilakukan di musim-musim sebelumnya.
Kondisi itu pun memungkinkan I League untuk bisa menyusun jadwal musim 2027/2028 dengan lebih baik.
Juga tentu saja untuk mengakomodasi kepentingan Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala Asia 2027, Desember tahun depan.
"Dengan begitu, berakhirnya kompetisi di semua strata liga akan berakhir pada Mei, di mana semula setelah ada Piala Asia 2027 itu jadwalnya jadi mundur ke Juni. Jadi lebih ideal, lebih bagus," jelas Ferry Paulus.
Waktu Istirahat Lebih Banyak
Ada hikmah lain yang terjadi setelah pengunduran jadwal Piala Asia 2027 menurut Ferry Paulus. Jadwal istirahat para pemain bisa lebih masuk akal.
Terutama Persib Bandung dan Borneo FC yang harus bertarung di empat kompetisi berbeda di sepanjang musim 2026/2027. Baik kompetisi dalam maupun luar negeri.
"Yang jauh lebih penting, yang jauh lebih penting tentunya recovery rest-nya tim. Ya semua tim ya, akan lebih baik, terutama yang akan berkompetisi di ASEAN atau Asia," jelas Ferry.