Gianni Infantino Punya Penantang, Presiden JFA Kozo Tashima Siap Rebut Takhta FIFA

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima, menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA, Maret 2027.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 November 2026, 05:30 WIB
Pelatih Timnas wanita Jepang, Futoshi Ikeda (tengah), berpose bersama Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima (kanan), dan Ketua Komite Sepak Bola Wanita JFA, Norio Sasaki (kiri), pada akhir konferensi pers di Makuhari, Prefektur Chiba—sebelah timur Tokyo—pada 13 Juni 2023, dalam rangka pengumuman skuad untuk turnamen Piala Dunia Wanita 2023 di Australia dan Selandia Baru. (Richard A. Brooks/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima, menyatakan kesiapannya untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

Tashima menjadi kandidat kedua yang mengumumkan pencalonannya setelah mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, lebih dulu menyampaikan niat serupa, Oktober lalu.

Advertisement

Pencalonan Tashima muncul ketika Infantino menghadapi tekanan untuk mundur setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) dibatalkan.

Rencana tersebut memungkinkan FIFA menjual sebagian kepemilikan turnamennya, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta. UEFA menjadi pihak yang memimpin upaya mendesak Infantino meninggalkan jabatannya.

Namun, Infantino mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), dan Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC).

 


Alasan Pencalonan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) bertemu Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang Kozo Tashima. (Istimewa)

Tashima mengumumkan pencalonannya dengan dukungan penuh JFA seusai rapat di Tokyo, Kamis. Ia menegaskan keinginannya membawa nilai-nilai sepak bola Jepang ke tingkat dunia.

"Ini bukan tentang menang atau kalah, melainkan menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang. FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami jaga. Saya memutuskan untuk maju agar dapat menyampaikan hal ini kepada dunia," ujar Tashima, dikutip Sports Nippon.

Batas akhir pengumuman pencalonan ditetapkan pada 18 November. Setiap kandidat harus mendapat dukungan dari setidaknya lima dari 211 asosiasi sepak bola nasional anggota FIFA agar memenuhi syarat mengikuti pemilihan.

AFC sebelumnya bergabung dengan UEFA dan CONCACAF, konfederasi yang menaungi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, untuk mengecam Infantino pada Agustus.

Namun, AFC mengubah sikap bulan lalu dan menyatakan dukungan terhadap Infantino untuk kembali terpilih.

 


Pejabat JFA Mundur

Logo JFA (Japan Football Association). (Bola.com/JFA)

Dukungan tersebut tidak sepenuhnya mendapat sambutan di internal AFC. Wakil Presiden JFA, Takeshi Okada, mengundurkan diri bulan lalu, hanya beberapa hari setelah AFC menyatakan dukungan kepada Infantino.

Tashima, yang kini berusia 58 tahun, merupakan mantan pemain Timnas Jepang yang mencatatkan tujuh penampilan.

Ia pernah bekerja sebagai pelatih sebelum beralih ke administrasi sepak bola dan telah menjadi anggota Dewan FIFA sejak 2015.

Infantino menjabat sebagai presiden FIFA sejak 2016, menggantikan Sepp Blatter yang mundur setahun sebelumnya setelah serangkaian skandal.

Infantino terpilih tanpa pesaing pada 2019 dan 2023, serta mengumumkan rencana untuk kembali maju pada 2027.

 


Kelayakan Infantino

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Meski begitu, kelayakan Infantino untuk menjalani periode keempat dipertanyakan. Rabu lalu, mantan kepala Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, menyebut Infantino tidak memenuhi syarat berdasarkan Statuta FIFA.

Ia juga meminta para pengkritik Infantino mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Pasal 33 ayat 2 Statuta FIFA sangat jelas menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh menjabat sebagai presiden lebih dari tiga periode. Gianni Infantino telah terpilih tiga kali dan menjabat selama tiga periode. Jadi, tidak ada cara untuk menyelaraskan masa jabatan berikutnya dengan aturan ini," kata Maduro, pengacara asal Portugal.

Saat dimintai tanggapan, FIFA mengarahkan The Athletic pada rilis media 2022 yang menjelaskan interpretasi mengenai periode pertama Infantino.

Dewan FIFA saat itu secara bulat menyetujui pandangan Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan bahwa periode 2016-2019 tidak dihitung sebagai masa jabatan presiden.

Dengan interpretasi tersebut, periode 2016-2019 dianggap sebagai periode pertama Infantino.

 

Sumber: The Athletic