Tim Putra UPI dan STKIP Pasundan Siap Duel di Final Campus League Futsal 2026 Regional Bandung

Dari sektor putra Campus League Futsal 2026 Regional Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan STKIP Pasundan melaju ke final.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 05 November 2026, 22:50 WIB
Tim UPI (jersey merah) berhasil menang 2-0 atas UIN Sunan Gunung Djati (jersey biru) dalam partai semifinal Campus League Futsal 2026 Regional Bandung yang berlangsung di GOR Futsal ITB Kampus Jatinangor, Kamis (5/11/2026). (Bola.com/Campus League)

Bola.com, Bandung - Partai semifinal Campus League Futsal Regional Bandung 2026 menghadirkan laga dramatis dan berintensitas tinggi di GOR Futsal ITB Kampus Jatinangor, Kamis (5/11/2026).

Dari sektor putra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan STKIP Pasundan melaju ke final Campus League Futsal 2026 Regional Bandung.

Advertisement

Sementara itu, tim putri Universitas Siliwangi Tasikmalaya dinyatakan menang tanpa bertanding atas Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan skor 3-0.

Laga sengit penuh gengsi terjadi dalam semifinal putra antara juara Campus League Futsal 2025, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), menghadapi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sama-sama memiliki tradisi kuat di arena futsal antar kampus, UPI sukses keluar sebagai pemenang lewat dua gol yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan.

 

UPI memecah kebuntuan lewat gol pertama pada menit ke-39 lewat gol Ilham Maulana Shalman. Anchor bernomor punggung 5 itu berhasil membuat UPI unggul lewat sepakan keras ke arah sudut kanan gawang UIN SGD.

Tertinggal satu gol, UIN SGD langsung menerapkan power play untuk menyamakan kedudukan. Namun, keputusan menggunakan skema flying keeper justru berujung gol kedua untuk lawan.

Memanfaatkan skema serangan yang kurang rapi, Lufthy Muhammad Alifha Firdaus, sukses melakukan intercept dan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor 2-0 untuk kemenangan UPI.

Vicky Saputra, Pivot UPI menyebut kemenangan timnya atas UIN SGD di laga semifinal Campus League Futsal Regional Bandung 2026 merupakan hal yang patut disyukuri.

Student-athlete yang juga berkarier sebagai pemain futsal profesional di tim Proton FC Kuningan merasa kemenangan hari ini menjadi modal lebih untuk menghadapi laga puncak pada Jumat (6/11/2026), sekaligus menuju fase The Nationals.

“Pertandingan tadi sangat penting bagi kami. Sejak awal kami ditekankan untuk terus berjuang untuk meraih kemenangan dan merebut tahta gelar mereka sebagai juara musim lalu. Apalagi pertandingan ini menentukan untuk lolos ke The Nationals,” kata Vicky Saputra.

“Jadi kami diinstruksikan terus menekan pertahanan mereka supaya pola permainannya tidak berkembang, dan Alhamdulillah kami bisa mengatasinya dan harus langsung fokus lagi di pertandingan final,” lanjut Vicky.

Meski sudah lolos ke The Nationals, Vicky mengaku tidak ingin terlena sebab masih ada pertandingan yang harus dituntaskan lagi di partai final.


STKIP Sudah Mengenal Kekuatan UPI

STKIP Pasundan (jersey hitam) lolos ke final Campus League Futsal Regional Bandung 2026 usai mengalahkan Unwim (jersey hijau) dengan skor 2-0 dalam partai semifinal yang berlangsung di GOR Futsal ITB Kampus Jatinangor, Kamis (5/11/2026). (Bola.com/Campus League)

Sementara itu, di partai semifinal lain, STKIP Pasundan menghadapi Universitas Winaya Mukti (UNWIM).

Lewat permainan atraktif yang ditunjukkan hampir sepanjang laga, dua gol yang dicetak di babak kedua membawa STKIP Pasundan melaju ke partai puncak Campus League Futsal Regional Bandung 2026.

Gol yang ditunggu tercipta lewat Muhamad Yusup Muharam pada menit ke-26. Tertinggal satu gol, UNWIM langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, skor justru bertambah untuk STKIP Pasundan pada menit 33'.

Skor 2-0 membuat STKIP Pasundan berhak menghadapi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di laga puncak yang akan digelar Jumat (6/11/2026).

Pelatih Kepala STKIP Pasundan, Dita Oktavianto menyebutkan kemenangan timnya adalah hasil dari kecerdikan para pemain dalam memanfaatkan celah kelemahan tim lawan.

“Pada babak pertama pertandingan sulit karena kami sama-sama main open play. Namun, di babak kedua, saya putuskan untuk kontra strategi, kami mencoba menunggu dan bermain transisi, itu menjadi titik lemah UNWIM,” kata Dita Oktavianto.

Sementara itu, Kapten STKIP Pasundan, Muhammad Khairul Fikri, mengaku timnya sempat terbawa pola permainan lawan.

Terlebih, atmosfer babak semifinal meningkatkan tensi pertandingan yang berpengaruh pada sisi emosional para pemain.

Pemain flank bernomor 15 itu pun optimistis menatap partai final menghadapi Universitas Pendidikan Indonesia.

“Pertandingan tadi cukup sengit, banyak kartu keluar juga ya. Mungkin karena pertandingan semifinal, teman-teman sempat terpancing emosinya,” kata Khairul.

“Namun, kalau bicara mentalitas, tim kami lebih siap dan chemistry-nya juga sudah terbangun karena sudah sering tanding bersama,” tambah Khairul.

Mengenai laga final lawan UPI, Khairul mengaku sudah tahu dengan kekuatan tim lawan tersebut. Sebab, pertemuan STKIP lawan UPI sudah cukup sering.

“Untuk final nanti, kami sudah sering melawan UPI, beberapa pemain UPI juga bukan yang orang asing karena kami sudah saling kenal, sudah saling tahu kekuatan masing-masing,” katanya.

“Kami memang sering bertemu dan saling mengalahkan. Yang pasti final besok akan sangat seru. Kami akan menyajikan pertandingan yang seru dan beri kejutan buat UPI. Besok kami harus menang,” timpal Dita Oktavianto penuh optimistis.

 

Berita Terkait