Lionel Messi Pensiun, Nomor 10 Argentina Dikosongkan Sementara

Usai Lionel Messi pensiun, Scaloni mengosongkan nomor 10 Argentina. AFA ingin memensiunkan, namun aturan FIFA mengikat. Kandidat penerus mulai dibahas.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 06 November 2026, 14:35 WIB
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyerahkan penghargaan Bola Emas kepada Lionel Messi sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) bertepuk tangan pada akhir pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Lionel Messi dinobatkan sebagai peraih Bola Emas atau Golden Ball sebagai perlambang pemain terbaik selama Piala Dunia 2022 setelah memimpin Argentina menaklukkan Prancis dalam babak final. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Era baru tim nasional Argentina resmi dimulai setelah Lionel Messi mengakhiri perjalanan panjangnya di level internasional. Keputusan pensiun sang kapten menempatkan nomor punggung 10—ikon tim—dalam sorotan utama.

Messi menyampaikan pengunduran dirinya dari timnas Argentina pada Agustus/September 2026, setelah tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Ia menutup karier internasional dengan laga perpisahan emosional menghadapi Benin pada Oktober 2026.

Advertisement

Menanggapi transisi tersebut, pelatih Lionel Scaloni memutuskan nomor 10 akan dibiarkan kosong untuk sementara waktu. Tidak ada pemain yang akan memakainya dalam pertandingan-pertandingan terdekat skuad La Albiceleste.

Di sisi lain, perdebatan mengemuka: keinginan memensiunkan nomor keramat itu berhadapan dengan regulasi FIFA, sementara wacana soal siapa penerus yang layak pun mencuat.


Nomor 10 Argentina Dikosongkan Sementara

Lionel Messi #10 dari Timnas Argentina bereaksi selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Elsa/Getty Images via AFP)

Menjelang jeda internasional November 2026, Lionel Scaloni menegaskan tak akan menunjuk pemain mana pun untuk mengenakan nomor punggung 10. Keputusan ini dimaksudkan sebagai penghormatan serta memberi waktu agar penentuan pewaris dilakukan dengan matang.

Nomor 10 akan tetap lowong sambil menanti sosok yang benar-benar pantas melanjutkan jejak para legenda seperti Diego Maradona dan Lionel Messi. Scaloni berharap pada waktunya muncul pemain yang menjadikan nomor tersebut miliknya sendiri.

Kondisi ini menjadi yang pertama dialami Argentina dalam 17 tahun terakhir, sejak Messi mengambil alih nomor 10 pada 2009. Di sepak bola Argentina, angka itu telah lama diasosiasikan dengan identitas, kreativitas, dan kejeniusan di lapangan.


Wacana Penghormatan Abadi dan Aturan FIFA

Presiden AFA, Claudio Tapia, telah menyuarakan niat untuk memensiunkan nomor punggung 10 secara permanen begitu Messi menutup kariernya di tim nasional. Gagasan tersebut dimaksudkan sebagai penghormatan tertinggi atas kontribusi luar biasa Messi bagi sepak bola Argentina.

Namun, wacana itu berbenturan dengan regulasi FIFA untuk turnamen besar seperti Piala Dunia. Aturan mewajibkan nomor punggung berurutan dari 1 hingga 26 bagi seluruh anggota skuad.

Ketentuan tersebut membuat pengosongan nomor 10 secara permanen menjadi sulit, bahkan nyaris mustahil, dalam kompetisi resmi FIFA. FIFA pun pernah menolak upaya AFA memensiunkan nomor 10 sebagai penghormatan kepada Diego Maradona di masa lalu.


Kandidat Penerus Nomor 10 yang Keramat

Meskipun untuk sementara dikosongkan, diskusi soal pewaris nomor 10 Argentina terus bergulir. Sejumlah nama muda dan senior masuk bursa kandidat: Nico Paz, Julián Álvarez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, Thiago Almada, dan Franco Mastantuono.

Kapten baru timnas Argentina, Cristian Romero, secara terbuka mendukung agar Julián Álvarez menjadi penerus pemakai nomor 10. Dukungan itu menambah dinamika perdebatan di ruang publik dan internal tim.

Meski begitu, Lionel Scaloni dan staf pelatih menegaskan akan mengevaluasi semua opsi dengan cermat sebelum memutuskan. Penetapan nama pewaris akan dilakukan tanpa tergesa, sejalan dengan bobot historis nomor paling ikonik di Argentina tersebut.

Berita Terkait