Bola.com, Jakarta - Ajang Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2026 di GBK Aquatic Stadium, Jakarta, Jumat (6/11/2026), menjadi panggung pembuktian bagi para atlet renang Tanah Air.
Kejuaraan ini berhasil mewarnai wilayah di akuatik nasional dengan keberhasilan terciptanya sembilan pemecahan rekor nasional baru.
Meski penyelenggaraan IOAC 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov di beberapa daerah, antusiasme dan persaingan antar-atlet tetap berlangsung sengit.
Total sebanyak 1.000 peserta berpartisipasi dalam empat cabang olahraga unggulan.
Keempat cabang yang dipertandingkan dalam ajang tahunan ini meliputi renang, polo air, renang artistik, dan loncat indah.
Kehadiran kejutan berupa panen sembilan rekor nasional di cabang olahraga renang menjadi indikator positif bagi arah pembinaan atlet muda di Indonesia.
Persiapan SEA Games 2027
Keberhasilan memecahkan rekor nasional di cabang olahraga ini dipandang sebagai indikator positif bagi keberlanjutan pembinaan atlet akuatik di Indonesia.
Pembinaan bertahap yang dilakukan dari Kelompok Umur (KU) 3 hingga KU 1 terbukti mampu melahirkan lapis pemudik berbakat yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
"Cukup baik terutama untuk KU 3 sebagai pelapis, KU 2, dan juga KU 1 yang sudah masuk pelatnas. Artinya prestasi dengan pemecah rekor kelompok umur nasional ini menunjukkan pembinaan yang cukup baik," jelas Wisnu.
Ia menegaskan hasil dari IOAC 2026 ini memberikan gambaran awal mengenai komposisi perenang yang layak masuk dalam pelatnas.
Nama-nama potensial yang muncul dari kejuaraan ini akan segera diusulkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora untuk persiapan ajang internasional mendatang.
"Dan memang kita sudah bisa melihat kira-kira siapa yang akan nanti bisa terpilih masuk pelatnas. Namun kita akan tetap ajukan dulu ke Kemenpora untuk tahun 2027 menjelang SEA Games," tambah Wisnu.
Target Utama dan dukungan Sponsor
Target utama dari hasil pembinaan dan pemecahan rekor ini adalah mengembalikan kejayaan tim akuatik Indonesia pada ajang SEA Games 2027.
Wisnu menekankan pentingnya mempertajam catatan waktu nasional pada awal tahun depan guna memastikan kesiapan para atlet bertarung memperebutkan medali emas.
"Namun kita juga harus mempertajam rekor nasional di awal-awal tahun 2027 nanti untuk siap merebut kembali kejayaan kita di SEA Games. Seberapa optimis bisa merebut kembali kejayaan di SEA Games? Insyaallah optimistis," tegasnya.
Kesuksesan penyelenggaraan IOAC 2026 dan pembinaan atlet juga tidak lepas dari dukungan penuh para sponsor dari sektor BUMN maupun swasta.
Beberapa korporasi besar seperti BTN, PLN, dan Bakti BCA turut memberikan kontribusi nyata, termasuk program student athlete yang memberikan kesempatan atlet muda menimba ilmu di Amerika Serikat ataupun Australia.
"Dukungan sponsor Alhamdulillah, kali ini kita bisa didukung oleh BTN, PLN, dan juga Bakti BCA. Bakti BCA kali ini juga mendukung student athlete. Kita kali tahun depan ada satu lagi bertambah jadi dua ke Amerika, ke NCAA," ujar Wisnu.
"Kemudian BTN insyaallah akan lagi membantu tahun depan. Mudah-mudahan kami akan buat event yang lebih besar lagi, event-event regional. Tentu kami berharap sponsor swasta maupun pemerintah lain juga siap mendukung untuk kegiatan akuatik di 2027," pungkas Wisnu.