Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Ryan Giggs, melontarkan kritik terhadap kubu JJ Gabriel yang mendorong sang pemain meninggalkan Old Trafford.
Menurutnya, keputusan itu justru berisiko mengganggu perkembangan karier wonderkid berusia 16 tahun itu.
Gabriel semakin dekat meninggalkan Manchester United setelah mengajukan permintaan keluar pada September 2026.
Real Madrid kini menjadi kandidat terkuat mendapatkan tanda tangannya, meski kepindahan itu masih menunggu persetujuan FIFA.
Giggs, yang sebelumnya menyebut Gabriel sebagai talenta generasi, mempertanyakan alasan pihak pemain terburu-buru mencari klub baru.
Ia menilai Gabriel seharusnya bersabar dan mengikuti proses perkembangan yang telah berjalan dengan baik.
Ryan Giggs Pertanyakan Keputusan Kubu JJ Gabriel
Dalam wawancara bersama Rio Ferdinand di kanal YouTube milik mantan bek Manchester United tersebut, Giggs menyampaikan pandangannya mengenai situasi Gabriel.
Menurutnya, sang pemain sebenarnya sedang berada di jalur perkembangan yang tepat. Karena itu, ia tidak memahami alasan pihak Gabriel justru mendorong kepergian dari klub.
"Sejauh ini, segala sesuatunya berjalan baik dalam kariernya. Jadi, mengapa harus mengganggu proses tersebut? Anda sudah berada di jalur yang tepat," ujar Giggs.
Mantan winger Timnas Wales itu juga mengingatkan bahwa kesempatan memperkuat tim utama Manchester United membutuhkan proses panjang.
"Saya mulai berlatih pada usia 15 tahun. Saya baru bermain untuk tim utama dua tahun kemudian. Jadi, Anda harus memiliki kesabaran yang sepertinya sudah tidak dimiliki banyak orang saat ini," lanjutnya.
Giggs menilai pemain muda tidak seharusnya terburu-buru mengejar debut senior, sekalipun memiliki kemampuan luar biasa.
Giggs Ingatkan Beratnya Persaingan di Tim Utama
Giggs juga menegaskan bermain untuk tim utama MU memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan tampil bersama tim junior atau sekadar mengikuti pertandingan pramusim.
Menurutnya, seorang pemain muda mungkin bisa menunjukkan penampilan bagus dalam laga debut.
Namun, mempertahankan performa sepanjang musim merupakan tantangan sesungguhnya.
"Percaya atau tidak, sepak bola tim utama Manchester United sangat berbeda dengan bermain di tim junior atau mengikuti pertandingan pramusim bersama tim utama. Semuanya benar-benar berbeda," kata Giggs.
"Pada pertandingan pertama, Anda mungkin bisa tampil cukup baik. Namun, Anda harus melakukannya dalam 40 hingga 50 pertandingan setiap musim. Anda akan mengalami cedera, penurunan performa, dan hasil buruk. Karena itu, Anda harus bersabar," lanjutnya.
Giggs kemudian mencontohkan Max Dowman, talenta muda Arsenal yang juga memiliki kemampuan istimewa. Meski demikian, Dowman belum menjadi pemain reguler di tim utama The Gunners.
"Jika Anda berada di jalur perkembangan yang tepat, tunggulah kesempatan Anda, tidak peduli seberapa bagus kemampuan Anda. Max Dowman luar biasa, tetapi saat ini dia belum bermain untuk Arsenal," ujar Giggs.
"Saya yakin dia juga tidak sabar. Namun, dia tidak membuat keributan karena tahu dalam beberapa tahun ke depan mungkin saja dia menjadi pemain utama Arsenal," tambahnya.
JJ Gabriel Ajukan Permintaan Keluar sejak September
Situasi Gabriel di MU mulai memanas pada September 2026. Pihak sang pemain mengajukan permintaan pembatalan registrasi atau deregistrasi dengan alasan klub dianggap tidak memenuhi sejumlah janji.
Perwakilan Gabriel disebut menginginkan sang pemain mendapatkan kesempatan debut bersama tim utama dalam beberapa pertandingan penting.
Mereka berharap Gabriel tampil menghadapi Sabah di Liga Champions, meski namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang didaftarkan MU kepada UEFA.
Selain itu, pihak pemain juga menginginkan kesempatan tampil melawan Brighton di Carabao Cup dan Bournemouth di Premier League.
MU sebenarnya telah merencanakan debut Gabriel saat menghadapi Brighton. Jika kesempatan tersebut terwujud, ia berpeluang menjadi pemain termuda sepanjang sejarah klub.
Namun, pihak Gabriel justru mengajukan permintaan untuk meninggalkan klub sebelum pertandingan tersebut berlangsung.
Sejak September, Gabriel juga tidak lagi melapor untuk berlatih di Carrington. Ia memilih menjalani latihan bersama pelatih pribadi di Castelldefels, Barcelona.
Real Madrid Semakin Dekat, Giggs Pernah Sebut Gabriel Talenta Generasi
Kepergian Gabriel dari MU kini semakin sulit dihindari. Real Madrid disebut berada di posisi terdepan untuk merekrut pemain berusia 16 tahun tersebut, meski proses transfer masih membutuhkan persetujuan FIFA.
Sebelumnya, manajer sementara Manchester United, Michael Carrick, telah memberikan kesempatan kepada Gabriel untuk menjalani debut bersama tim senior dalam pertandingan pramusim melawan Atletico Madrid di Stockholm.
Namun, setelah pertandingan tersebut, Gabriel tidak mendapatkan kesempatan bermain lagi dalam sisa rangkaian laga pramusim.
MU awalnya berharap masih bisa menemukan solusi agar Gabriel bertahan. Akan tetapi, perkembangan terbaru menunjukkan sang pemain semakin dekat meninggalkan Old Trafford.
Situasi ini cukup menarik mengingat Giggs sebelumnya pernah memberikan pujian tinggi kepada Gabriel dengan menyebutnya sebagai generational talent atau talenta luar biasa yang muncul pada generasinya.
Kini, legenda MU itu justru menyampaikan pesan agar Gabriel dan orang-orang di sekitarnya tidak terburu-buru mengambil keputusan yang bisa mengganggu perjalanan kariernya.
Sumber: Manchester Evening News