Toto Wolff Sindir Pembalap MotoGP soal Qatar: Tak Paham Geopolitik, tetapi Bikin Heboh

Bos Mercedes, Toto Wolff, mengecam para pebalap MotoGP yang tak mau tampil di MotoGP Qatar, akhir pekan ini.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 November 2026, 10:15 WIB
Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, tiba di Paddock sebelum sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve pada 22 Mei 2026 di Montreal, Quebec. (Minas Panagiotakis/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Bos Mercedes, Toto Wolff, melontarkan sindiran kepada para pembalap MotoGP yang menolak tampil di Qatar. Ia menilai sikap mereka yang tidak memahami persoalan geopolitik justru memicu perhatian besar dari media.

Grand Prix MotoGP Qatar tetap digelar akhir pekan ini, meski mendapat penolakan dari mayoritas pembalap.

Advertisement

Sebanyak 19 dari 22 pembalap menandatangani surat yang menyatakan tidak bersedia tampil jika pihak kejuaraan tidak mengambil tanggung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi.

Namun, tuntutan tersebut tampaknya tidak dipenuhi. MotoGP justru mengancam menjatuhkan sanksi kepada pembalap yang memilih absen dari Qatar, termasuk larangan mengikuti balapan.

Di sisi lain, Yamaha memilih menarik keempat pembalapnya karena tetap berpegang pada kebijakan perjalanan perusahaan di kawasan Timur Tengah.


Dukung Rencana F1 di Timur Tengah

Stefano Domenicali, CEO Formula 1, bereaksi dalam resepsi perayaan 75 tahun Formula 1 di 10 Downing Street, London pusat, pada 2 Juli 2025. (Jaimi Joy/POOL/AFP)

Formula 1 dijadwalkan menggelar balapan di Qatar dan Abu Dhabi pada akhir November hingga pekan pertama Desember.

Imola telah disiapkan sebagai lokasi alternatif jika kedua seri tersebut batal digelar. Keputusan mengenai hal itu diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Wolff mendukung langkah F1 dan FIA untuk tetap menggelar balapan di kawasan tersebut. Ia menyampaikan pandangannya saat berbicara kepada media pada Jumat, menjelang Grand Prix Sao Paulo.

Menurut Wolff, F1 harus mengikuti pedoman internasional serta mempertimbangkan pembatasan perjalanan, operasional maskapai, peringatan keamanan, dan masukan pemerintah setempat.

"Stefano (Domenicali) dan Mohammed (Ben Sulayem) sudah menjelaskan situasinya dengan cukup tegas. Formula 1 mengikuti pedoman internasional yang berlaku, baik terkait pembatasan perjalanan, maskapai yang tidak beroperasi, peringatan di kawasan, maupun masukan dari pemerintah setempat," ujar Wolff.

Ia menilai keputusan tidak seharusnya hanya mengacu pada pandangan promotor, tetapi juga perlu mempertimbangkan informasi dari pemerintah setempat.


Sindir Sikap Pembalap MotoGP

Kepala tim dan CEO Mercedes asal Austria, Toto Wolff (C), melihat layar di garasi selama sesi latihan ketiga GP F1 Australia di Sirkuit Albert Park di Melbourne pada 7 Maret 2026. (WILLIAM WEST/AFP)

Wolff kemudian menyindir sikap para pembalap MotoGP yang menyuarakan penolakan terhadap balapan di Qatar.

"Jika para pembalap yang tidak memahami persoalan geopolitik ikut bersuara, tetapi memiliki banyak orang yang mendengarkan mereka, menurut saya hal itu justru menciptakan nilai bagi media," katanya.

Meski begitu, Wolff mengaku akan mengambil langkah yang sama seperti manajemen MotoGP dalam menghadapi situasi tersebut.

"Anda ingin balapan, silakan pergi. Jika tidak ingin, ya jangan pergi. Sesederhana itu. Setiap orang bisa mengambil keputusan pribadi dan saya menghormatinya," ujar Wolff.

Namun, Crash menulis, pernyataan Wolff mengenai posisi manajemen MotoGP dinilai tidak sepenuhnya tepat. MotoGP Group tidak menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada tim dan pembalap.

Yamaha juga berpotensi menerima sanksi karena dianggap melanggar kontrak dengan kejuaraan. Pabrikan Jepang tersebut diperkirakan menghadapi denda finansial besar, serta kemungkinan kehilangan poin dalam klasemen konstruktor.

Sementara itu, para pembalap F1 dilaporkan telah dilarang menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai situasi di Timur Tengah kepada publik.


Tak Akan Memaksa Personel Mercedes ke Timur Tengah

Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, sedang bekerja di garasi selama sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Las Vegas di Sirkuit Las Vegas Strip pada 20 November 2025 di Las Vegas, Nevada. (Peter Fox/Getty Images via AFP)

Sejumlah tim MotoGP telah mengonfirmasi beberapa anggota mereka tidak ikut melakukan perjalanan ke Qatar.

Wolff mengatakan belum ada personel Mercedes yang menyampaikan keberatan untuk bepergian ke kawasan Timur Tengah. Namun, ia memastikan akan menghormati keputusan tersebut jika ada anggota tim yang merasa tidak nyaman

Menurut Wolff, situasi keamanan di kawasan itu tetap perlu dipantau dalam beberapa hari dan pekan mendatang.

Ia percaya Domenicali bersama Ben Sulayem akan mengambil langkah perlindungan jika kondisi memburuk.

"Jika situasi menjadi lebih berbahaya dan kami mendapatkan informasi tersebut, Stefano akan menjadi orang pertama, bersama Mohammed, yang melindungi orang-orang yang seharusnya bepergian," ujar Wolff.

Ia menegaskan keputusan seseorang untuk tidak bepergian tidak akan memengaruhi hubungan profesional mereka.

"Jika ada seseorang yang merasa tidak nyaman bepergian, baik laki-laki maupun perempuan, saya akan selalu menghormati keputusan itu. Mungkin juga ada kesempatan untuk memberikan peluang kepada orang lain," katanya.

Wolff mengaku selama ini selalu menghormati anggota tim yang memilih tidak menghadiri Grand Prix tertentu.

"Hal itu tidak akan mengubah hubungan kami, dan itulah pandangan saya saat ini," ucap Wolff.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait