Bola.com, Jakarta - China masih menjalin komunikasi dengan Real Madrid dan La Liga menyusul polemik pernyataan Kylian Mbappe mengenai Mao Zedong.
Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, mengungkapkan komunikasi tersebut berlangsung dengan landasan saling memahami.
Yao menyampaikan hal itu kepada kantor berita Spanyol, EFE, pada Jumat, sebelum menghadiri sebuah forum di Universitas Salamanca.
"Ini bukan negosiasi, tetapi komunikasi yang didasarkan pada saling pengertian," ujar Yao, dikutip dari Reuters.
Ia juga mengakui insiden tersebut telah melukai perasaan banyak orang di China. Menurutnya, masyarakat kini harus menghadapi situasi yang terjadi.
"Insiden yang tidak menguntungkan ini melukai perasaan banyak orang di China, yang sekarang harus menerima situasi saat ini," tambahnya.
Kylian Mbappe dan Real Madrid Jadi Sorotan di China
Kontroversi bermula setelah sebuah video beredar di internet. Dalam rekaman tersebut, Mbappe membahas sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada gambar Mao Zedong.
Mbappe menyebut sosok dalam gambar itu sebagai "seorang pria, saya pikir dia diktator China". Namun, ia tidak menyebut nama Mao secara langsung.
Mao merupakan tokoh pendiri China modern yang memimpin negara tersebut sejak 1949 hingga meninggal dunia pada 1976.
Setelah polemik mencuat, La Liga, Real Madrid, dan Mbappe sama-sama menyampaikan permintaan maaf.
Dampak Insiden
Dampak kontroversi tersebut juga merembet ke ranah komersial. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, menghentikan siaran La Liga. Sejumlah merek asal China turut menghapus Mbappe dari kampanye pemasaran mereka.
Platform streaming Migu bahkan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada akhir pekan lalu, meski tetap menyiarkan laga-laga lain dari kompetisi Liga Spanyol.
China Media Group pada pekan lalu menyatakan akan mendengarkan penjelasan Mbappe setelah permintaan maafnya disampaikan.
Namun, lembaga tersebut menegaskan hal yang lebih penting adalah melihat tindakan sang pemain selanjutnya.
La Liga Berusaha Redam Dampak Komersial
Presiden La Liga, Javier Tebas, telah bertemu dengan Yao Jing, pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung ketika sepak bola Spanyol berupaya membatasi dampak komersial dari polemik yang melibatkan Mbappe.
Tebas pada Senin menyatakan La Liga masih melanjutkan dialog dengan otoritas China. Ia juga menegaskan pihaknya sedang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.
Dalam forum "World In Progress", Tebas mengatakan La Liga tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan CCTV dan Migu.
La Liga dan Migu diketahui memiliki kesepakatan hak siar untuk menayangkan pertandingan kasta tertinggi sepak bola Spanyol hingga akhir musim 2029/2030.
Tebas juga mengungkapkan nilai kontrak hak siar La Liga dengan CCTV dan Migu mencapai sekitar 10 juta euro atau 11,20 juta dolar AS per tahun.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan nilai tertingginya yang pernah mencapai 100 juta euro setiap tahun.
Sumber: Reuters