China Lanjutkan Komunikasi dengan Real Madrid dan La Liga, Polemik Komentar Kylian Mbappe soal Mao Zedong Berlanjut

China jalin komunikasi dengan Real Madrid dan La Liga soal kontroversi komentar Kylian Mbappe tentang Mao Zedong.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 November 2026, 08:30 WIB
Striker Real Madrid Kylian Mbappe rayakan gol ke gawang Racing Santander pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio El Sardinero, Minggu (1/11/2026). (AFP/Ander Gillenea)

Bola.com, Jakarta - China masih menjalin komunikasi dengan Real Madrid dan La Liga menyusul polemik pernyataan Kylian Mbappe mengenai Mao Zedong.

Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, mengungkapkan komunikasi tersebut berlangsung dengan landasan saling memahami.

Advertisement

Yao menyampaikan hal itu kepada kantor berita Spanyol, EFE, pada Jumat, sebelum menghadiri sebuah forum di Universitas Salamanca.

"Ini bukan negosiasi, tetapi komunikasi yang didasarkan pada saling pengertian," ujar Yao, dikutip dari Reuters.

Ia juga mengakui insiden tersebut telah melukai perasaan banyak orang di China. Menurutnya, masyarakat kini harus menghadapi situasi yang terjadi.

"Insiden yang tidak menguntungkan ini melukai perasaan banyak orang di China, yang sekarang harus menerima situasi saat ini," tambahnya.


Kylian Mbappe dan Real Madrid Jadi Sorotan di China

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​pada 26 Oktober 2026. (Josep LAGO/AFP)

Kontroversi bermula setelah sebuah video beredar di internet. Dalam rekaman tersebut, Mbappe membahas sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada gambar Mao Zedong.

Mbappe menyebut sosok dalam gambar itu sebagai "seorang pria, saya pikir dia diktator China". Namun, ia tidak menyebut nama Mao secara langsung.

Mao merupakan tokoh pendiri China modern yang memimpin negara tersebut sejak 1949 hingga meninggal dunia pada 1976.

Setelah polemik mencuat, La Liga, Real Madrid, dan Mbappe sama-sama menyampaikan permintaan maaf.


Dampak Insiden

Sebuah bus yang menampilkan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, untuk produk minuman elektrolit "Bushuila" dari Dongpeng Beverage Group terlihat di sebuah jalan di Shanghai pada 27 Oktober 2026. Kylian Mbappe diputus kontraknya pada 27 Oktober oleh dua merek besar di China setelah beredarnya sebuah video daring yang memperlihatkan bintang sepak bola Prancis tersebut tampak melontarkan candaan mengenai mantan pemimpin Mao Zedong. (Jade GAO/AFP)

Dampak kontroversi tersebut juga merembet ke ranah komersial. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, menghentikan siaran La Liga. Sejumlah merek asal China turut menghapus Mbappe dari kampanye pemasaran mereka.

Platform streaming Migu bahkan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada akhir pekan lalu, meski tetap menyiarkan laga-laga lain dari kompetisi Liga Spanyol.

China Media Group pada pekan lalu menyatakan akan mendengarkan penjelasan Mbappe setelah permintaan maafnya disampaikan.

Namun, lembaga tersebut menegaskan hal yang lebih penting adalah melihat tindakan sang pemain selanjutnya.


La Liga Berusaha Redam Dampak Komersial

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Presiden La Liga, Javier Tebas, telah bertemu dengan Yao Jing, pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung ketika sepak bola Spanyol berupaya membatasi dampak komersial dari polemik yang melibatkan Mbappe.

Tebas pada Senin menyatakan La Liga masih melanjutkan dialog dengan otoritas China. Ia juga menegaskan pihaknya sedang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam forum "World In Progress", Tebas mengatakan La Liga tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan CCTV dan Migu.

La Liga dan Migu diketahui memiliki kesepakatan hak siar untuk menayangkan pertandingan kasta tertinggi sepak bola Spanyol hingga akhir musim 2029/2030.

Tebas juga mengungkapkan nilai kontrak hak siar La Liga dengan CCTV dan Migu mencapai sekitar 10 juta euro atau 11,20 juta dolar AS per tahun.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan nilai tertingginya yang pernah mencapai 100 juta euro setiap tahun.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait