Michael Carrick Yakin MU Bisa Kembali ke Era Kejayaan Sir Alex Ferguson, tetapi Prosesnya Tak Instan

Michael Carrick yakin Manchester United bisa kembali ke era kejayaan Sir Alex Ferguson.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 November 2026, 11:45 WIB
Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick percaya Manchester United masih berpeluang mengulang kesuksesan yang pernah mereka raih bersama Sir Alex Ferguson.

Menurutnya, pencapaian sebesar itu bukan hal mustahil, tetapi klub harus membangun fondasi secara bertahap dan tidak berharap semuanya terwujud dalam waktu singkat.

Advertisement

Keyakinan tersebut disampaikan Carrick bertepatan dengan peringatan 40 tahun penunjukan Ferguson sebagai manajer MU. Carrick pernah menjadi bagian dari tim yang meraih berbagai kesuksesan di bawah asuhan Ferguson.

Ia bergabung pada 2006 dan meninggalkan klub pada 2013, tahun ketika Ferguson pensiun sekaligus terakhir kalinya MU menjuarai Premier League.

Era kejayaan itu kini terasa jauh bagi MU. Meski demikian, Carrick menilai klub tetap memiliki kesempatan untuk kembali mencapai standar yang pernah ditetapkan Ferguson.

"Tidak mustahil, segala sesuatu bisa terjadi. Namun, kami harus membangun, bersikap realistis, dan menempatkan semuanya dalam perspektif yang tepat," kata Carrick, Jumat, dikutip dari Sports Illustrated.

 

Cek update klasemen terkini Premier League 2026/2027 di sini.


Tak Ada Jalan Pintas

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), bertepuk tangan dengan maskot Fred the Red menjelang dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brentford di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 28 April 2026. (Darren Staples/AFP)

Ia menyadari perjalanan menuju kesuksesan tidak bisa berlangsung seketika.

Perkembangan yang ditunjukkan MU pada musim sebelumnya memang memperlihatkan potensi tim, tetapi menjaga pencapaian tersebut menjadi tantangan yang tidak kalah penting.

"Kami menunjukkan respons yang sangat cepat dan mengalami banyak peningkatan musim lalu. Itu memperlihatkan apa yang mungkin dicapai. Namun, mempertahankannya adalah kunci, begitu juga konsistensi. Tidak ada jalan pintas. Kesuksesan membutuhkan waktu untuk dibangun, meskipun kami tidak ingin harus menunggu," ujar Carrick.

Carrick menegaskan, meraih prestasi dan mempertahankannya merupakan dua hal yang sama-sama sulit. Karena itu, MU harus berfokus pada setiap pertandingan dan berusaha menghadirkan kemenangan secara konsisten.

"Kami harus menjalani apa yang ada saat ini. Kami tahu apa yang perlu dilakukan dan harus fokus membawa kesuksesan dari pekan ke pekan. Jika melakukannya cukup sering, kesuksesan yang lebih besar akan datang," lanjutnya.


Kenang Kesuksesan Sir Alex Ferguson di MU

Gaya manajer MU Sir Alex Ferguson saat memberi instruksi kepada para pemainnya di laga lanjutan EPL melawan Arsenal di Emirates Stadium, 1 Mei 2011. MU kalah 0-1. AFP PHOTO / CARL DE SOUZA

Carrick menyebut perjalanan Ferguson di MU sebagai pencapaian yang pantas dirayakan. Ferguson tiba di klub pada 6 November 1986 dan menjalani masa kepemimpinan selama 27 tahun.

Dalam rentang tersebut, ia membawa MU meraih prestasi yang menjadikannya satu di antara manajer paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris.

Ferguson mengakhiri penantian 26 tahun MU untuk meraih gelar liga dengan menjuarai Premier League pada musim 1992/1993.

Setelah itu, Setan Merah kembali meraih 13 gelar Premier League hingga Ferguson pensiun pada akhir musim 2012/2013.

Ia juga mencatat 528 kemenangan di Premier League, sebuah rekor yang masih bertahan. Satu di antara pencapaian paling bersejarah terjadi pada musim 1998/1999, ketika MU menjadi tim Inggris pertama yang meraih treble.

Mereka menjuarai Premier League, Piala FA, dan Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munchen dalam final yang dikenang.

Secara keseluruhan, Ferguson mempersembahkan 38 trofi bagi MU. Koleksi tersebut mencakup 13 gelar Premier League, lima Piala FA, empat Piala Liga, dan dua Liga Champions.

"Ini jelas sesuatu yang layak dirayakan oleh sebuah klub sepak bola," ujar Carrick.


Sadari Tuntutan Sepak Bola Modern

Manajer Manchester United (MU), Michael Carrick, menyaksikan jalannya pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Manchester United di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu (31/10/2026). (Glyn Kirk/AFP)

Carrick mengungkapkan hubungannya dengan Ferguson kini lebih dekat dibandingkan ketika ia masih bermain. Ia juga menyebut pengaruh mantan manajernya itu terhadap dirinya sangat besar.

Namun, Carrick memahami MU saat ini mungkin tidak akan memberikan waktu dan kesabaran seperti yang pernah diterima Ferguson.

Sang legenda membutuhkan tujuh tahun sejak ditunjuk untuk membawa MU meraih gelar liga pertamanya. Sementara itu, masa kerja pelatih pada era sekarang kerap berlangsung lebih singkat.

Menurut Carrick, sepak bola terus mengalami perubahan dan setiap pelatih harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada.

"Permainan ini jelas sudah berubah. Sepak bola terus berkembang, dan itu selalu terjadi. Kami harus menghadapi apa yang ada di depan," katanya.

Carrick menilai pengalaman masa lalu tetap berguna, tetapi MU juga harus berfokus pada situasi saat ini. Ia menegaskan semua pihak di klub ingin meraih kemenangan secepat mungkin.

"Selalu ada hal berbeda untuk dibandingkan, tetapi kami juga harus hidup di masa sekarang dan menggunakan pengalaman sebelumnya untuk membantu kami. Waktu dan kesabaran dibutuhkan, tetapi kami semua sangat ingin memenangkan pertandingan secepat mungkin," lanjutnya.

 


Wajib Menang

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 25 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

Kemenangan menjadi kebutuhan penting bagi Carrick untuk mempertahankan posisinya di kursi manajer MU, apalagi jika ia ingin menyamai pencapaian Ferguson.

Tekanan terhadapnya meningkat setelah MU melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan.

Hasil dramatis 3-2 atas Roma pada laga terakhir memberi Carrick sedikit ruang bernapas. Namun, tantangan berikutnya sudah menanti. MU akan menjamu Aston Villa dalam pertandingan Premier League, Minggu besok.

Laga tersebut menjadi pertandingan yang wajib dimenangkan bagi Setan Merah.

Jika gagal meraih kemenangan, MU berisiko masuk ke zona degradasi, sedangkan Carrick bisa kehilangan pekerjaannya sebelum jeda internasional November berakhir.

 

Sumber: SI

Berita Terkait