Bola.com, Kudus - Kebahagiaan besar dirasakan Saidi Mukti dan Agusni setelah putri mereka, Dian Ramadhani Mukti, berhasil mengukir prestasi di panggung internasional bulu tangkis.
Pasangan suami istri asal Meulaboh, Aceh, tersebut akhirnya bisa melihat perjuangan panjang sang anak berbuah manis dengan meraih gelar juara World Junior Championships 2026.
Dian yang berpasangan dengan Muhammad Luthfi Habibi sukses menjadi kampiun di nomor ganda campuran. Mereka menaklukkan wakil China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, dan 16-14.
Namun, keberhasilan Dian tidak datang begitu saja. Ada pengorbanan besar yang harus dilakukan keluarga, terutama kedua orang tuanya yang rela melepas sang putri pergi jauh dari kampung halaman demi mengejar cita-cita di dunia bulu tangkis.
Kesempatan Dian meniti karier sebagai pebulu tangkis datang setelah berhasil lolos Audisi Umum PB Djarum. Sejak saat itu, ia harus menjalani kehidupan jauh dari keluarga untuk mengikuti proses pembinaan di klub asal Kudus, Jawa Tengah.
"Ya, pastinya saya merasa tidak tega. Tapi berjalannya waktu, semua itu terbayar dengan prestasi. Kami melepas putri dari Aceh ke Kudus, waktu kelas 5 SD," kata sang Ibu, Agusni.
Demi Mimpi Sang Putri
Bagi Saidi dan Agusni, keputusan melepas anak perempuan untuk merantau tentu bukan perkara mudah. Kerinduan dan rasa khawatir menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka jalani.
Meski demikian, keduanya berusaha ikhlas karena memahami kesempatan tersebut merupakan jalan bagi Dian untuk mengembangkan bakatnya.
Saidi mengakui bahwa berpisah dengan anak bukan sesuatu yang mudah bagi orang tua. Namun, ia dan sang istri memilih menjadikan doa sebagai pegangan utama selama Dian menjalani kehidupan dan karier jauh dari rumah.
"Enggak sulit sih, siapapun orang tua kalau memang berpisah dan berkisah," ujar Saidi.
Perjalanan Masih Panjang
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Agusni selalu menyerahkan keselamatan serta perjalanan putrinya kepada Allah SWT. Menurutnya, doa menjadi kekuatan terbesar keluarga dalam mendampingi Dian mengejar impian.
"Ini yang merupakan kekuatan mental, semuanya dari Allah. Tuhan yang menjaga sepenuhnya dari kami," tuturnya.
Kini, perjuangan Dian di perantauan membuahkan hasil membanggakan. Gelar juara dunia junior menjadi pencapaian istimewa sekaligus hadiah bagi kedua orang tuanya yang selama ini memberikan dukungan dari kejauhan.