8 Pemain Bintang yang Gagal Direkrut Sir Alex Ferguson ke MU: Batal Boyong Zidane Gara-Gara Cantona

Berikut delapan pemain yang pernah dipertimbangkan Sir Alex Ferguson, tetapi akhirnya gagal bergabung dengan Manchester United.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 08 November 2026, 10:00 WIB
Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Liverpool. Meski kalah, pada musim ini Setan Merah tetap berhasil meraih gelar Liga Inggris. (AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson dikenal sebagai salah satu manajer terbaik dalam sejarah sepak bola. Selama 27 tahun menangani Manchester United, pria asal Skotlandia itu sukses mendatangkan banyak pemain hebat ke Old Trafford.

Namun, bukan berarti seluruh keputusan transfer Ferguson selalu tepat. Di tengah sekitar 100 pemain yang berhasil direkrutnya, ada pula sejumlah nama yang gagal diboyong meski sempat masuk radar Setan Merah.

Advertisement

Menariknya, beberapa pemain yang luput dari perhatian Ferguson justru berkembang menjadi bintang besar bersama klub lain. Bahkan, ada yang kemudian menjadi bagian penting dari rival MU.

Berikut delapan pemain yang pernah dipertimbangkan Sir Alex Ferguson, tetapi akhirnya gagal bergabung dengan Manchester United, seperti dikutip dari Planet Football, Sabtu (7/11/2026). 


1. David Silva

Gelandang serang Manchester City, David Silva. (Peter Powelll/Pool via AP)

Suporter Manchester United yang paling membenci Manchester City sekalipun mungkin sulit menyangkal kualitas David Silva.

Gelandang asal Spanyol itu merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki The Citizens. Namun, Ferguson ternyata sempat memiliki kesempatan untuk membawanya ke Old Trafford sebelum Silva bergabung dengan City pada 2010 dengan nilai transfer 24 juta poundsterling.

Ferguson mengakui MU sudah beberapa kali memantau Silva ketika masih memperkuat Valencia.

Namun, ada satu hal yang membuatnya ragu. Ferguson menilai pemain yang menempati posisi tersebut harus memiliki kemampuan bertahan dan bekerja keras membantu tim.

"Saya pikir Anda harus benar-benar bagus untuk bermain di posisi itu karena mereka tidak memiliki tugas bertahan," ujar Ferguson.

Pada kenyataannya, Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, hingga Pep Guardiola mampu memaksimalkan kemampuan Silva tanpa mengabaikan kontribusi defensifnya.

 


2. Zinedine Zidane

5. Zinedine Zidane - Salah satu dari pesepak bola terbaik sepanjang sejarah ini mulai bersinar saat membela Juventus. Tahun 2001 dirinya memecahkan rekor menjadi pemain termahal dunia saat memutuskan hijrah ke Real Madrid dengan mahar 78 juta euro. (AFP/Gabriel Bouys)

Mungkin tidak banyak suporter MU yang menyalahkan Ferguson karena lebih memilih mempertahankan Eric Cantona ketimbang mendatangkan Zinedine Zidane. Namun, membayangkan pemain asal Prancis itu mengenakan seragam Setan Merah tentu menjadi sesuatu yang menarik.

Dalam buku autobiografinya, Martin Edwards mengungkapkan alasan Ferguson tidak merekrut Zidane dari Bordeaux pada 1996.

Menurut Edwards, Ferguson sebenarnya sudah mendapat masukan dari Cantona mengenai kualitas Zidane. Namun, sang manajer merasa keduanya memiliki posisi bermain yang sama.

Ferguson juga tidak ingin kedatangan Zidane mengganggu peran Cantona. Apalagi, ia baru saja berusaha meyakinkan sang pemain untuk kembali memperkuat MU setelah insiden tendangan kungfu di Crystal Palace.

Pada akhirnya, Cantona hanya bertahan satu musim lagi sebelum memutuskan pensiun. Sementara itu, Zidane meninggalkan Bordeaux untuk bergabung dengan Juventus dan kemudian menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.

 

 


3. Frank Lampard

Frank Lampard. Gelandang Inggris yang kini berusia 44 tahun dan telah pensiun pada Februari 2017 bersama klub MLS New York City ini total 19,5 musim berlaga di Liga Inggris mulai tengah musim 1995/1996 hingga 2014/2015 bersama West Ham United, Chelsea dan Manchester City. Ia tampil dalam 18 laga pembuka di Liga Inggris dengan mencetak 8 gol. Ia hanya absen dalam 1 laga pembuka di musim 2014/2015 saat proses perpindahannya dari Chelsea ke Manchester City. (AFP/Adrian Dennis)

Manchester United pernah memiliki deretan gelandang hebat seperti Bryan Robson, Roy Keane, dan Paul Scholes. Ketiganya dikenal memiliki kemampuan mencetak gol yang luar biasa.

Ferguson sebenarnya melihat potensi serupa dalam diri Frank Lampard sebelum sang pemain bergabung dengan Chelsea pada 2001.

Bahkan, mantan manajer MU itu secara terbuka mengakui dirinya mungkin melakukan kesalahan karena tidak menuntaskan ketertarikan terhadap Lampard ketika masih memperkuat West Ham United.

"Lampard benar-benar luar biasa. Saya rasa tidak akan ada gelandang yang mampu mengulangi catatan gol seperti dirinya. Itu sungguh fenomenal," kata Ferguson.

Pada periode yang sama, Manchester United justru mendatangkan Juan Sebastian Veron. Sementara Lampard berkembang menjadi salah satu gelandang paling produktif dalam sejarah Premier League bersama Chelsea.

 


4. Didier Drogba

1. Didier Drogba - Striker Pantai Gading ini menjadi andalan Jose Mourinho saat menukangi Chelsea pada periode 2004-2007. Kerjasama keduanya membuahkan gelar liga Inggris musim 2004/05 dan 2014/15. (EPA/Facundo Arrizabalaga)

Petr Cech bukan satu-satunya legenda Chelsea yang sempat luput dari perhatian Ferguson. Didier Drogba juga pernah masuk radar Manchester United ketika masih memperkuat Marseille.

Namun, Ferguson belum sepenuhnya yakin untuk merekrut striker asal Pantai Gading tersebut. Situasi itu kemudian dimanfaatkan Chelsea yang bergerak lebih cepat untuk mengamankan tanda tangannya.

"Kami pergi untuk memantaunya di Marseille, tetapi klub tersebut meminta 25 juta poundsterling. Chelsea bergerak cepat sebelum kami mengambil keputusan," kata Ferguson.

Sebulan kemudian, Ferguson justru mengeluarkan 27 juta poundsterling untuk mendatangkan Wayne Rooney dari Everton.

Keputusan tersebut tentu tidak terlalu disesali Ferguson. Rooney kemudian menjadi salah satu legenda terbesar Manchester United dan membantu klub meraih berbagai gelar bergengsi.

 

 


5. Petr Cech

Petr Cech - Penjaga gawang legendaris Chelsea ini bertengger di posisi teratas sebagai raja clean sheets di Liga Inggris. Petr Cech mencatatkan penampilan luar biasa di bawah mistar gawang dengan 202 clean sheets. (AFP/Ian Kington)

Ferguson pernah mendatangkan sejumlah penjaga gawang hebat seperti Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, dan David de Gea. Namun, ia juga sempat melewatkan kesempatan merekrut Petr Cech.

Setelah Schmeichel pergi, Manchester United membutuhkan waktu hingga enam tahun untuk menemukan pengganti yang benar-benar sepadan.

Pada 2003, Ferguson sebenarnya sudah memantau Cech yang ketika itu memperkuat Rennes di Prancis. Namun, ia merasa kiper asal Republik Ceko tersebut masih terlalu muda untuk menghadapi kerasnya kompetisi Premier League.

"Saya pergi melihatnya pada 2003 ketika dia bermain untuk Rennes. Kami merasa Petr masih terlalu muda untuk menghadapi para pemain yang bermain keras di Premier League," ungkap Ferguson.

MU akhirnya tetap mengandalkan Tim Howard dan Roy Carroll secara bergantian.

Sementara itu, Cech bergabung dengan Chelsea pada 2004 dan menikmati kesuksesan besar selama lebih dari satu dekade. Setahun kemudian, Ferguson akhirnya mendatangkan Van der Sar yang juga tampil luar biasa bersama Setan Merah.

 

 


6. Sergio Aguero

Sergio Aguero yang pensiun dini pada Desember 2021 bersama Barcelona akibat masalah kesehatan, tercatat membela The Citizens selama 10 musim mulai 2011/2012 hingga 2020/2021. Ia total mencetak 9 gol untuk Manchester City dalam 16 laga Derby Manchester. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United juga pernah memiliki kesempatan untuk merekrut Sergio Aguero. Namun, Ferguson mengurungkan niatnya karena tuntutan harga dari sang pemain dinilai terlalu tinggi.

"Agen sang pemain meminta harga yang tidak bersedia kami bayarkan," ujar Ferguson ketika ditanya mengenai ketertarikan MU terhadap Aguero.

Keputusan tersebut mungkin menjadi salah satu yang paling disesali, terutama setelah melihat perjalanan karier Aguero bersama Manchester City.

Striker asal Argentina itu bergabung dengan The Citizens pada 2011 dengan total nilai transfer sekitar 31,5 juta poundsterling.

Kurang dari setahun kemudian, Aguero mencetak gol dramatis pada detik-detik terakhir pertandingan melawan Queens Park Rangers. Gol tersebut memastikan Manchester City menjuarai Premier League 2011/2012 sekaligus menggagalkan ambisi Ferguson membawa MU meraih gelar.

Momen itu menjadi salah satu kenangan paling menyakitkan bagi suporter Setan Merah.

 


7. Raul Gonzalez

3. Raul Gonzalez (71 gol) - Legenda Real Madrid ini memiliki ketajaman luar biasa dalam mencetak gol. Raul Gonzales tercatat memiliki koleksi 71 gol di Liga Champions dari penampilannya bersama Real Madrid dan Schalke. (AFP/Miguel Riopa)

Raul Gonzalez juga pernah berpeluang bergabung dengan Manchester United setelah meninggalkan Real Madrid. Namun, saat itu usianya sudah menginjak 33 tahun.

Ferguson sempat mempertimbangkan perekrutan striker asal Spanyol tersebut pada 2011. Namun, keberadaan Javier Hernandez, Wayne Rooney, Dimitar Berbatov, dan Michael Owen membuatnya merasa tidak membutuhkan tambahan penyerang.

"Mendatangkan Raul mungkin akan serupa dengan ketika kami berhasil merekrut Henrik Larsson untuk waktu singkat," kata Ferguson pada 2011.

"Kami sudah berbicara dengan agennya mengenai kemungkinan transfer. Namun, saat itu kami sudah memiliki Javier Hernandez, Rooney, Berbatov, dan Owen. Kami merasa bisa melewatkan kesempatan tersebut," lanjutnya.

Ferguson bahkan mengakui mungkin akan merekrut Raul jika Michael Owen tidak berada di dalam skuad.

Keputusan itu membuat Raul akhirnya melanjutkan karier bersama Schalke 04. Ia kemudian menjadi salah satu pemain favorit suporter klub Jerman tersebut.

Sementara itu, Owen hanya mencetak dua gol dalam satu penampilan sebagai starter dan 10 kali masuk sebagai pemain pengganti di Premier League pada musim tersebut.

 

 


8. Franck Ribery

3. Franck Ribery (Bayern Munchen) - Pemain asal Prancis ini memutuskan hengkang dari Allianz Arena setelah 12 tahun mengabdi. Pria berusia 36 tahun itu sudah mencatatkan 422 laga dengan torehan 123 gol dan 183 assist. (AFP/Christof Stache)

Nama terakhir dalam daftar ini adalah Franck Ribery. Menariknya, Ferguson hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk mengambil keputusan bahwa winger asal Prancis tersebut tidak cukup bagus untuk Manchester United.

Mantan juru bicara Partai Buruh Inggris, Alistair Campbell, pernah menceritakan pengalamannya menemani Ferguson menyaksikan pertandingan Bolton Wanderers melawan Marseille.

Dalam pertandingan tersebut, Ferguson secara khusus mengamati Ribery yang saat itu masih berusia 22 tahun.

Namun, menurut Campbell, Ferguson sudah mengambil kesimpulan sebelum babak pertama berakhir.

"Alex sedang mengamati Franck Ribery, winger Marseille. Namun, saat turun minum, dia memutuskan bahwa Ribery tidak cukup bagus untuk Manchester United," ungkap Campbell.

Penilaian Ferguson ternyata berbanding terbalik dengan keputusan Bayern Munchen.

Klub raksasa Jerman tersebut kemudian merekrut Ribery dan menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub. Bersama Bayern, Ribery meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions 2012/2013.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait