Mengurai Penyebab Rapuhnya Pertahanan Man City

Pertahanan Man City rapuh setelah tiga kekalahan beruntun. Absennya Rodri, masalah bek, dan keseimbangan lini tengah menjadi penyebab utama.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 November 2026, 12:08 WIB
Pemain Nottingham Forest Liam Delap (tengah) mencetak gol ketiga timnya dalam laga Premier League antara Nottingham Forest vs Manchester City di Nottingham, Inggris, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Maddy Grassy)

Bola.com, Jakarta - Manchester City sedang menghadapi persoalan serius yang mengancam persaingan mereka di Liga Inggris 2026-27. Kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB, memperpanjang catatan buruk The Citizens menjadi tiga kekalahan beruntun di kompetisi domestik.

Hasil tersebut juga memperpanjang masalah pertahanan yang belum kunjung terselesaikan. Man City kini melewati delapan pertandingan tanpa clean sheet dan sudah kebobolan 18 gol dalam periode tersebut di semua kompetisi.

Advertisement

Liam Delap menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Enzo Maresca dengan mencetak dua gol pada menit ke-19 dan 73. Jair Cunha turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit keenam, sedangkan Rayan Cherki hanya mampu memperkecil ketertinggalan pada awal babak kedua. Lantas, apa yang sebenarnya salah dengan pertahanan Man City?


Belum Ada Pengganti Sepadan untuk Rodri

Pemain Barcelona, Rodri, beraksi dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Athletic Bilbao di Barcelona, Spanyol, Jumat (28/8/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Salah satu persoalan mendasar Man City berada di lini tengah. Sejak Rodri pindah ke Barcelona, mereka belum menemukan pemain yang mampu menjalankan seluruh tanggung jawab gelandang asal Spanyol tersebut.

Rodri bukan sekadar pengatur tempo permainan. Ia memiliki kemampuan membaca pergerakan lawan, memutus serangan, sekaligus mengawali pembangunan serangan dari lini tengah. Keberadaannya juga memberikan perlindungan tambahan bagi barisan pertahanan ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Man City sebenarnya memiliki Elliot Anderson, Ayyoub Bouaddi, dan Mateo Kovacic sebagai alternatif. Namun, Maresca sejauh ini lebih banyak mengutamakan pemain dengan karakter menyerang dibandingkan membangun keseimbangan di sektor tengah.

Akibatnya, lawan memiliki ruang lebih besar untuk melancarkan serangan balik. Ketika gelandang gagal menghentikan pergerakan lawan sejak awal, para pemain belakang harus menghadapi tekanan tanpa perlindungan yang memadai.


Masalah Kebugaran dan Kedalaman Lini Belakang

Wasit Samuel Barrott menunjukkan kartu kuning kepada pemain Nottingham Forest James McAtee (kanan) dalam laga Premier League antara Nottingham Forest vs Manchester City di Nottingham, Inggris, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Maddy Grassy)

Persoalan berikutnya berkaitan dengan kondisi para pemain bertahan. Marc Guehi belum berada dalam kondisi fisik terbaik dan performanya belakangan ini belum maksimal, termasuk setelah jeda internasional bersama Timnas Inggris.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi koordinasinya dengan Ruben Dias. Sementara itu, Josko Gvardiol juga melakukan kesalahan ketika menghadapi Forest, walaupun secara keseluruhan penampilannya belum terlalu jauh dari standar terbaiknya.

Abdukodir Khusanov masih memperlihatkan perkembangan positif pada usia 22 tahun. Akan tetapi, pilihan lain belum memberikan jaminan kualitas yang setara. Nico O'Reilly bukan bek tradisional, sedangkan Vitor Reis dan Rico Lewis masih memiliki keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan lini belakang.

Kepergian John Stones, Manuel Akanji, Nathan Ake, dan Kyle Walker dalam beberapa tahun terakhir turut meninggalkan lubang besar dalam komposisi pertahanan. Dengan keterbatasan untuk melakukan perombakan pada bursa transfer Januari, Maresca harus memaksimalkan pemain yang tersedia.


Intensitas Permainan dan Adaptasi Maresca

Pemain Manchester City Erling Haaland bereaksi dalam laga Premier League antara Nottingham Forest vs Man City di Nottingham, Inggris, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Maddy Grassy)

Maresca menilai kekalahan dari Forest tidak terlepas dari ketidakmampuan timnya mengimbangi intensitas permainan tuan rumah. Man City kalah dalam banyak duel dan perebutan bola kedua sepanjang babak pertama sehingga kesulitan mengembangkan permainan.

"Pada babak pertama, ketika Anda tidak mampu mengimbangi intensitas dan kalah dalam semua duel, situasinya menjadi sulit. Ketika kami mencoba bereaksi, semuanya sudah terlambat," ujar Maresca.

Pelatih asal Italia itu juga menjelaskan penyebab tiga gol yang bersarang ke gawang timnya. Gol pertama berawal dari kesalahan ketika membangun serangan dari belakang, gol kedua terjadi setelah kehilangan duel di lini tengah, sedangkan gol ketiga lahir dari kekalahan dalam perebutan bola di dekat kotak penalti.

Maresca turut mengonfirmasi bahwa Guehi meminta diganti saat turun minum akibat cedera. Gvardiol juga ditarik keluar setelah mengalami masalah kecil sepanjang pekan sebelum pertandingan.

Pelatih tersebut mengakui masih membutuhkan waktu untuk memahami karakter para pemainnya. Ia baru bekerja bersama skuad Man City selama tiga hingga empat bulan sehingga proses adaptasi dan pembentukan keseimbangan tim masih berlangsung.

Jeda internasional kali ini menjadi kesempatan penting bagi Maresca untuk mengevaluasi persoalan tersebut. Ia perlu memperbaiki keseimbangan lini tengah, meningkatkan koordinasi antarpemain belakang, dan memastikan skuad kembali dalam kondisi terbaik sebelum kompetisi berlanjut.

Sumber: NBC Sports


Klasemen

Berita Terkait