Marco Bezzecchi Komentari Insiden Senggolan dengan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Qatar

Marco Bezzecchi mengungkapkan opininya terkait insiden tabrakan dengan Marc Marquez dalam Sprint Race MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, Sabtu (7/11/2026).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 08 November 2026, 14:15 WIB
Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing berkompetisi selama kualifikasi Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, pada 20 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi mengungkapkan opininya terkait insiden tabrakan dengan Marc Marquez dalam Sprint Race MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, Sabtu (7/11/2026).

Insiden tersebut membuat peluang Bezzecchi meraih kemenangan langsung sirna. Pembalap Aprilia yang memulai balapan dari pole position itu terjatuh setelah bersenggolan dengan Marquez pada lap keempat dari total 10 putaran.

Advertisement

Kontak terjadi ketika Bezzecchi mencoba memanfaatkan situasi saat Marquez, yang sedang memimpin balapan, terlihat melebar di Tikungan 1. Keduanya berebut ruang di lintasan hingga akhirnya bersenggolan.

Benturan tersebut membuat kantong udara atau airbag pada wearpack Marquez mengembang. Namun, pemimpin klasemen MotoGP 2026 itu masih mampu mengendalikan motornya dan melanjutkan balapan. Sebaliknya, Bezzecchi terjatuh dan gagal melanjutkan persaingan.

Bezzecchi mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menghindari insiden tersebut. Ia merasa sudah berusaha mempertahankan jalur balapnya ketika kontak dengan Marquez terjadi.

"Ini tentu bukan Sprint Race yang saya inginkan setelah menjalani kualifikasi dan akhir pekan yang sangat bagus. Kalian sudah melihat tayangannya. Pada akhirnya, saya berusaha mempertahankan jalur saya dan kontak itu pun terjadi. Saya benar-benar tidak bisa berbuat banyak untuk menghindarinya," ujar Bezzecchi kepada TNT Sports, seperti dikutip Crash. 

"Pada akhirnya, saya yang terjatuh. Namun, memang seperti itulah balapan. Sekarang kami harus melangkah maju dan mencoba bangkit pada balapan besok."

 


Stewards Tak Beri Hukuman

Pembalap Italia dari tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, berpartisipasi dalam Balapan Sprint MotoGP pada hari kedua akhir pekan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 8 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Insiden antara Bezzecchi dan Marquez sempat menjadi perhatian FIM Stewards. Setelah melakukan investigasi, para steward memutuskan tidak perlu menjatuhkan hukuman lebih lanjut kepada kedua pembalap.

Bezzecchi sebenarnya sempat berada di depan Marquez ketika Sprint Race pertama dihentikan akibat kecelakaan Francesco Bagnaia pada lap pembuka. Namun, situasi berubah setelah balapan dimulai kembali.

Pada start ulang, Bezzecchi mengalami wheelie sehingga kehilangan akselerasi. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan posisi dari Marquez.

"Start pertama sebelum red flag berjalan bagus. Namun, pada start kedua, sayangnya motor saya sedikit terangkat di bagian depan sehingga akselerasi berkurang dan saya kehilangan posisi dari Marc," tutur Bezzecchi.

Setelah itu, keduanya terlibat duel sengit. Bezzecchi mengaku memiliki kecepatan untuk bersaing memperebutkan kemenangan dan harus mengambil risiko demi mendapatkan hasil terbaik.

"Setelah itu, kami menjalani pertarungan yang sangat bagus. Kecepatan saya cukup baik untuk mencoba memperebutkan kemenangan. Saya harus mengambil risiko dan melakukan segalanya demi mendapatkan hasil bagus. Sayangnya, kali ini tidak berjalan sesuai harapan. Kami akan mencoba lagi besok."

 


Marquez di Ambang Juara Dunia

Sementara itu, Marquez berhasil memenangi Sprint Race MotoGP Qatar dan kini di ambang juara dunia. Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, yang sempat berada di posisi kedua harus turun satu peringkat setelah disalip Fabio Di Giannantonio pada lap terakhir.

Kegagalan finis membuat peluang Bezzecchi dalam perburuan gelar juara dunia semakin berat. Ia kini tertinggal 79 poin dari Marquez.

Bezzecchi harus memangkas selisih poin tersebut secara signifikan dalam balapan utama MotoGP Qatar, Minggu (8/11/2026), agar tetap memiliki peluang dalam persaingan gelar. Sebab, maksimal hanya ada 74 poin yang bisa diperebutkan dalam dua seri tersisa di Portimao dan Valencia.

Berita Terkait