Sukses


5 Pelatih Top yang Timnya Terdegradasi

Bola.com, Jakarta - Meski memiliki nama besar dan pengalaman segudang, lima manajer ini harus menelan pil pahit dengan menyaksikan tim yang mereka besut turun kasta. Siapa saja?

Manajer memiliki peran vital dalam dunia sepak bola. Mereka adalah orang yang menentukan porsi dan durasi latihan, serta jenis latihan tim. Jika ada pemain yang kurang bagus dalam hal stamina, pelatih harus mencari metode khusus untuk memperbaiki kekurangan sang pemain.

Manajer juga memiliki tugas untuk menetapkan cara bermain tim. Tak hanya itu saja, dia juga bertugas untuk memilih susunan pemain yang pas. Tugas manajer semakin sulit jika tim yang dia miliki dihuni oleh banyak pemain bintang. Mereka harus mampu meredam ego para pemainnya karena tak ada yang mau duduk di bangku cadangan.

Namun, memiliki pelatih dengan nama besar dan pengalaman yang banyak terkadang tak menjamin klub bakal meraih kesuksesan. Kita ambil contoh fenomena Leicester City musim ini.

Leicester City musim lalu hanya mampu berada di posisi ke-14 klasemen akhir Premier League dan hampir saja terdegradasi. Awal musim ini, manajemen The Foxes menunjuk Claudio Ranieri sebagai manajer. Sepanjang kariernya, Ranieri belum pernah meraih gelar Liga.

Dengan skuat yang terbilang 'seadanya', tak ada yang mengira Leicester City bakal menjadi juara musim ini. Bahkan, rumah judi terkenal di Inggris, William Hill, memprediksi bahwa peluang Leicester menjadi juara pada awal musim adalah 5000-1. Namun, Ranieri mampu melakukan hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

Ya, dunia sepak bola terkadang penuh dengan keanehan. Lima manajer top ini gagal membawa timnya menghindari zona degradasi meski memiliki nama besar.

1. Rafael Benitez

Lima pelatih top ini harus menyaksikan timnya terdegradasi. (Reuters/Carl Recine)

Berbicara mengenai pengalaman, tak ada yang pernah meragukan kapabilitas Benitez. Pria berkebangsaan Spanyol itu pernah menjadi pelatih Valendia, Liverpool, Inter Milan, dan Real Madrid.

Prestasi terbaik Benitez sejauh ini adalah mengantar Valencia dua kali menjuarai La Liga (musim 2001-2002 dan 2003-2004), membawa Liverpool juara Liga Champions musim 2004-2005, dan mengantar Chelsea juara Liga Europa pada 2012-2013.

Setelah dipecat Real Madrid pada 4 Januari 2016, Benitez ditunjuk sebagai pelatih Newcastle United pada 11 Maret lalu. Tugas utama pria berusia 56 tahun itu adalah membawa The Magpies lolos dari jurang degradasi.

Namun, Benitez gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia hanya mampu membawa The Magpies meraih dua kemenangan, empat kali imbang, dan tiga kali kalah dalam sembilan pertandingan. Newcastle berada di posisi ke-18 dengan meraih 34 angka.

2. Brian Clough

Lima pelatih top ini harus menyaksikan timnya terdegradasi. (Reuters/Carl Recine)

Brian Clough saat ini masih tercatat sebagai salah satu manajer terbaik sepanjang sejarah Inggris. Dia membawa Derby County dan Nottingham Forest meraih gelar Premier League. Dia juga dua kali mengantar Nottingham juara Liga Champions.

Bahkan, kisah hidupnya dijadikan film dengan judul "The Damned United." Film ini mengisahkan tentang kegagalan Clough saat menjadi pelatih Leeds United. Dia hanya mampu 44 hari menjabat sebagai pelatih Leeds.

Namun, Clough berhasil bangkit dan kembali meraih kesuksesan saat membesut Nottingham Forest pada 6 Januari 1975. Namun, klub ini juga menjadi penyebab kejatuhan karier Clough. Nottingham Forest terdegradasi pada musim 1992-1993 dan Clough memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.

3. Tony Adams

Lima pelatih top ini harus menyaksikan timnya timnya terdegradasi. (Telegraph)

Tony Adams adalah pemain legendaris Arsenal. Menembus tim inti pada tahun 1983, dia membawa The Gunners meraih empat gelar Premier League (musim 1988-1989, 1990-1991, 1997-1998, dan 2001-2002).

Setelah pensiun pada bulan Agustus 2002, Tony Adams menjabat sebagai pelatih Wycombe Wanderers pada tahun 2003. Dia sempat membawa klub ini berada di puncak klasemen pada Agustus 2004. Namun, performa Wycombe terus melorot dan kemudian terdegradasi. Adams mengundurkan diri dari pekerjaannya pada bulan Agustus 2004.

4. Glenn Roeder

Lima pelatih top ini harus menyaksikan timnya terdegradasi. (Telegraph)

Glenn Roeder mengawali kiprahnya di dunia kepelatihan dengan membesut klub Gillingham. Setelahnya, dia berturut-turut menjadi manajer Watford dan Burnley.

Dia juga sempat bekerja sebagai salah satu staf pelatih Timnas Inggris. Dia dipercaya sebagai pelatih West Ham United pada tahun 2001. Pada musim perdana, dia membawa West Ham mengakhiri musim di peringkat ketujuh.

Namun, musim berikutnya menjadi petaka bagi Roeder. Dia mengidap penyakit tumor otak yang membuatnya tak bisa fokus dalam mengarsiteki West Ham. Padahal, The Hammers kala itu memiliki skuat generasi emas. Roeder gagal membawa West Ham bertahan di Premier League.

5. Steve McClaren

Lima pelatih top ini harus menyaksikan timnya terdegradasi. (Reuters/Carl Recine)

Steve Mcclaren merupakan manajer yang telah banyak makan asam garam di dunia sepak bola Inggris. Dia sempat dua kali menjadi asisten pelatih timnas Inggris dan menjadi pelatih utama The Three Lions pada 2006 hingga 2007.

Namun, dia menjadi aktor utama penyebab Newcastle United terdegradasi musim ini. Bergabung bersama Newcastle pada 10 Juni 2015, McClaren melalui delapan laga pertama di Premier League tanpa kemenangan.

Kemenangan perdana McClaren didapat pada laga melawan Norwich City pada 18 Oktober 2015, atau di pekan kesembilan. Namun, performa The Magpies kembali jeblok dan dia dipecat pada 11 Maret lalu. Newcastle kemudian dilatih oleh Rafael Benitez. Namun, dia gagal menyelamatkan klub dan Newcastle terdegradasi musim ini.

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

Video Populer

Foto Populer