Sukses


Nyawa MU Kritis di Liga Champions, Yuk Simak 11 Catatan Aneh tapi Nyata saat Laga Kontra Galatasaray : Awas, Jangan Terpeleset Bersua Bayern

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson tidak salah ketika mengatakan, maaf, "‘sepak bola, sialan!" saat Manchester United akhirnya memenangkan final Liga Champions di Cam Nou pada 26 Mei 1999. Nyaris kalah 0-1, MU menundukkan Bayern Munchen.

Saat itu, MU unggul pada menit-menit akhir setelah Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjær merobek jala sang raksasa Jerman tersebut. Kemenangan 2-1 sekaligus memastikan kubu Old Trafford menggondol treble dan menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah melakukannya sebelum dipahat kembali oleh Manchester City pada musim 2022/2023.

Setelah drama di Camp Nou tersebut, "sepak bola gila" yang nyaris serupa juga tersaji kala Manchester United, yang kini ditukangi Erik ten Hag, bertandang ke markas Galatasaray, Rabu (29/11/2023).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

 

2 dari 4 halaman

Gagal Maksimal

Sempat unggul 2-0 dan 3-1, Bruno Fernandes dkk. akhirnya harus puas bermain imbang 3-3 dan meninggalkan Istanbul, Turki, dengan kepala tertunduk. Alejandro Garnacho membungkam pendukung tuan rumah pada menit ke-11, sebelum Bruno Fernandes melepaskan tembakan roket tujuh menit kemudian untuk menggandakan keunggulan.

Memasuki menit ke-29, tuan rumah memperkecil skor menjadi 1-2 lewat tendangan bebas Hakim Ziyech. Pada Di babak kedua, duel kian ganas. Tampil parcaya diri, MU kembali memperlebar jarak usai Scott McTominay sukses memaksimalkan asis manis Wan-Bissakan.

Gol menit ke-55 tersebut sempat membuka harapan bagi MU untuk membawa pulang tiga angka. Tim tamu di ambang kemenangan dan siap berpesta di kandang lawan.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Dua gol balasan berhasil disarangkan skuad besutan Okan Buruk melalui Ziyech pada menit ke-62 serta Kerem Aktürkoğlu (71').

 

3 dari 4 halaman

Posisi Dasar

Hasil ini membuat Setan Merah tak beranjak dari dasar klasemen Grup A dengan tabungan empat poin hasil dari lima laga. Sementara itu, Galatasaray, di posisi ketiga dengan lima poin atau mengantongi poin yang sama dengan FC Copenhagen di posisi kedua.

Saat itu, Ten Hag sangat jujur dalam penilaiannya pascalaga dan berusaha tetap bersikap positif. “Saya menyalahkan diri sendiri jika kami tersingkir. Ketahuilah, kami sedang dalam sebuah proyek dan berkembang," kata Ten Hag.

Jika kalian lupa apa saja poin 'sensasional' pada laga dua pekan silam, simak lagi yuk beberapa catatan menarik :

 

4 dari 4 halaman

Zona Nyata

  1. Setelah kekalahan dari FC Copenhagen dan Galatasaray, MU menjadi tim kedua yang gagal memenangkan dua pertandingan terpisah di mana mereka memimpin dua gol gol dalam satu musim Liga Champions. Sebelumnya ada Real Madrid pada 2016/2017.
  2. MU telah kebobolan gol terbanyak yang pernah mereka rasakan dalam satu babak penyisihan grup Liga Champions (14) dan masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk dimainkan. Artinya, mereka bisa mendapat tambahan penderitaan.
  3. Hanya Royal Antwerp (15) yang saat ini kebobolan lebih banyak di panggung Liga Champions dibandingkan MU musim ini.
  4. Galatasaray kali kedua bangkit dari ketertinggalan untuk menghindari kekalahan di Liga Champions. Sebelumnya, mereka hanya melakukan itu sebanyak dua kali sepanjang sejarah kompetisi.
  5. Setan Merah kini juga secara resmi kebobolan gol terbanyak dari tim Inggris mana pun dalam lima pertandingan di Liga Champions.
  6. Hakim Ziyech menjadi pemain ketiga dalam rekor yang mencetak dua gol tendangan bebas langsung dalam pertandingan Liga Champions, setelah Cristiano Ronaldo melawan Zürich pada September 2009 dan Neymar vs Crvena Zvezda pada Oktober 2018.
  7. MU telah kebobolan 33 gol di semua kompetisi musim ini, terbanyak dalam 20 pertandingan pembuka musim apa pun sejak 1962-63 (43).
  8. Di saat yang sama, MU juga kehilangan poin paling banyak dari posisi menang di UCL dibandingkan tim lain musim ini (8).
  9. Yang lebih parah lagi, mereka adalah pencetak gol terbanyak ketiga kompetisi sejauh ini pada musim 2023/224, tetapi mereka duduk di urutan keempat dalam grup mereka. Statistik ini terjadi pada saat laga kontra Galatasaray, bukan sampai pekan ini.
  10. Andre Onana melakukan kesalahan terbanyak yang menghasilkan gol di Liga Champions (tujuh dalam 44 penampilan) sejak 2018/2019; Manuel Neuer berada di urutan kedua dengan tiga dari 41.
  11. Dalam catatan yang sedikit lebih positif, hanya Vinícius Júnior (13) dan Kevin De Bruyne (9) yang memiliki lebih banyak asis di Liga Champions sejak 2021/2022 dibandingkan Bruno Fernandes (delapan dalam 12 penampilan), meski dia tidak tampil di kompetisi terakhir musim.

Sumber : Planetfootbal

Video Populer

Foto Populer