Gol Insting Mane Antar Senegal ke Final Piala Afrika: Bola Datang dari Entah Mana

Timnas Senegal memastikan tempat di partai puncak Piala Afrika setelah menyingkirkan Mesir lewat kemenangan tipis namun meyakinkan.

Bola.com, Jakarta - Timnas Senegal memastikan tempat di partai puncak Piala Afrika setelah menyingkirkan Mesir lewat kemenangan tipis namun meyakinkan. Hasil ini menjadi cerminan dominasi Senegal sepanjang pertandingan, di mana Mesir nyaris tak diberi ruang untuk mengembangkan permainan.

Sejak menit awal, Senegal tampil menguasai laga dengan penguasaan bola yang solid dan tekanan konstan. Mesir dipaksa bertahan dalam waktu lama, bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang atau mendapatkan sepak pojok sebelum kebobolan.

Meski demikian, solidnya pertahanan Mesir sempat membuat Senegal frustrasi. Celah sulit ditemukan, peluang bersih jarang tercipta, dan laga berjalan ketat hingga sebuah momen krusial akhirnya memecah kebuntuan.

Gol penentu itu lahir dari kaki Sadio Mane. Sepakan keras dari luar kotak penalti bukan hanya mengantar Senegal ke final, tetapi juga menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling dominan di turnamen ini.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Dominasi Senegal dan Gol Penentu Mane

Sepanjang pertandingan, Senegal terus memancing celah di lini belakang Mesir. Usaha demi usaha dilakukan dengan sabar, meski rapatnya pertahanan lawan membuat peluang matang sulit tercipta.

Momen penentuan datang setelah tembakan Lamine Camara dari luar kotak penalti diblok. Bola pantul jatuh ke arah Sadio Mane yang berdiri tak jauh dari situ. Tanpa ragu, Mane melepaskan tembakan mendatar keras yang meluncur deras ke gawang Mohamed El Shenawy, tanpa memberi kesempatan sang kiper bereaksi.

Gol tersebut layak menjadi penentu laga. Selain kualitas penyelesaiannya, gol itu juga menjadi puncak dari tekanan panjang Senegal yang sejak awal mengendalikan jalannya pertandingan.

“Saya memang sedikit beruntung, harus diakui, karena bola datang dari arah yang tidak terduga. Bola sempat mengenai perut saya, posisinya pas, dan saya langsung menembak secara insting,” tutur Mane.

 

3 dari 4 halaman

Mesir Tertekan, Senegal Terus Menekan

Sebelum gol tercipta, Senegal sudah lebih dulu menunjukkan niat menyerang. Nicolas Jackson yang kembali ke starting XI melepaskan tembakan keras pada menit ke-19, namun bola melambung di atas mistar.

Habib Diarra dan Pape Gueye kemudian mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, meski masih bisa diamankan El Shenawy. Pada babak kedua, Senegal tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi lagi-lagi hanya mampu menciptakan peluang spekulatif dari jarak jauh.

Setelah tertinggal, Mesir baru berani keluar menyerang. Tiga penyerang dimasukkan dalam upaya terakhir yang terkesan terburu-buru. Namun, perubahan itu tak banyak mengubah keadaan.

Peluang terbaik Mesir justru datang di masa injury time melalui tembakan Omar Marmoush, yang berhasil diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Itu menjadi satu-satunya ancaman serius Mesir sepanjang laga.

 

4 dari 4 halaman

Pujian, Cedera, dan Nasib Salah yang Kembali Gagal

Keberhasilan Senegal menembus final disambut penuh keyakinan oleh para pemainnya. Mereka menilai kemenangan ini sebagai hasil yang sepenuhnya pantas.

“Kami benar-benar layak memenangkan pertandingan ini. Kami mencegah mereka memainkan permainan mereka. Kami bertekad memaksakan gaya bermain sendiri. Saat berada di level seperti ini, kami sangat kuat,” ujar bek Senegal, Moussa Niakhate.

Di balik kemenangan tersebut, Senegal harus membayar mahal. Kapten tim Kalidou Koulibaly mengalami cedera pangkal paha di pertengahan babak pertama. Ia juga sudah lebih dulu menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Omar Marmoush, yang membuatnya dipastikan absen di final.

Habib Diarra juga harus menepi pada laga puncak setelah kembali menerima kartu kuning, yang merupakan kartu keduanya secara beruntun di turnamen ini.

Bagi Mesir, kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan Mohamed Salah untuk meraih gelar internasional pertamanya bersama tim nasional. Penyerang Liverpool itu tampil minim pengaruh dan kembali harus menerima kenyataan pahit, setelah dua kali sebelumnya hanya mampu menjadi finalis Piala Afrika tanpa gelar.

Senegal kini menunggu lawan di final, antara tuan rumah Maroko atau Nigeria, dengan kepercayaan diri tinggi dan ambisi besar untuk menutup turnamen dengan trofi juara.

Video Populer

Foto Populer