Hasil Liga Italia: 78 Persen Penguasaan Bola Tak Cukup, Juventus Pulang dengan Kekalahan dari Cagliari

Juventus menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Cagliari pada pekan ke-21 Serie A 2025/2026.

Bola.com, Jakarta - Juventus menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Cagliari pada pekan ke-21 Serie A 2025/2026.

Bermain di Unipol Domus, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB, Bianconeri tumbang dengan skor tipis 0-1 akibat gol tunggal Luca Mazzitelli yang tercipta lewat skema bola mati. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Juventus sejak ditangani Luciano Spalletti.

Hasil tersebut terasa sangat kontras dengan kondisi kedua tim sebelum laga. Juventus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi enam dari tujuh pertandingan terakhir Serie A, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Cremonese. Sebaliknya, Cagliari justru tengah terpuruk, hanya meraih satu poin dari tiga laga terakhir dan baru saja dibantai Genoa 0-3.

Spalletti menurunkan skuad yang nyaris penuh. Kenan Yildiz sudah pulih dari flu, sementara Francisco Conceicao dan Federico Gatti kembali tersedia di bangku cadangan. Hanya Dusan Vlahovic, Daniele Rugani, dan Arkadiusz Milik yang masih absen.

Di kubu tuan rumah, Cagliari juga tak lepas dari masalah cedera, dengan beberapa nama seperti Andrea Belotti dan Alessandro Deiola harus menepi, meski Yerry Mina sudah kembali memperkuat lini belakang.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Dominan, tapi..

Sejak menit awal, Juventus langsung mengambil kendali permainan. Penguasaan bola mutlak berada di kaki tim tamu, sementara Cagliari memilih bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik.

Kontroversi sempat terjadi pada menit ke-15 ketika Fabio Miretti terjatuh di kotak penalti usai berbenturan dengan Luca Mazzitelli. Wasit awalnya menunjuk titik putih, namun membatalkan keputusannya setelah meninjau VAR karena Mazzitelli dinilai lebih dulu menempatkan kaki dan justru terkena Miretti.

Juventus terus menekan. Miretti sempat mencoba peruntungan dengan tembakan lob dari tengah lapangan dan kemudian memaksa Elia Caprile melakukan penyelamatan dari jarak dekat. Kenan Yildiz juga aktif menusuk pertahanan lawan, meski ia sempat diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi saat terjatuh di dekat Zé Pedro.

3 dari 4 halaman

Malah Kebobolan

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Juventus semakin meningkat. Namun, justru Cagliari yang hampir mencetak gol lebih dulu lewat Sebastiano Esposito, yang memaksa Mattia Perin melakukan penyelamatan di tiang dekat.

Di sisi lain, Caprile tampil luar biasa di bawah mistar Cagliari. Ia menepis sepakan melengkung Andrea Cambiaso dari luar kotak penalti dan kembali sigap menggagalkan peluang-peluang berbahaya Kenan Yildiz.

Ketika Juventus terlihat semakin dekat dengan gol, Cagliari justru mencetak gol yang menentukan pada menit ke-65. Berawal dari skema bola mati yang cerdas, Gianluca Gaetano mengirimkan tendangan bebas rendah ke dalam kotak penalti.

Luca Mazzitelli yang lolos dari penjagaan Pierre Kalulu menyambut bola dengan tendangan voli keras dari jarak sekitar 15 meter, mengarah ke sudut bawah gawang tanpa mampu dijangkau Perin. Stadion pun bergemuruh, sementara Juventus terdiam.

Gol tersebut benar-benar melawan alur permainan. Statistik menunjukkan Juventus mendominasi hingga 78 persen penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan sepanjang laga, sementara Cagliari hanya mencatat tiga percobaan dengan satu tepat sasaran yang berbuah gol.

4 dari 4 halaman

Tertekan

Tertinggal satu gol, Juventus meningkatkan tekanan di sisa waktu pertandingan. Kalulu hampir menyamakan kedudukan lewat tembakan silang keras yang kembali ditepis Caprile. Kenan Yildiz nyaris mencetak gol spektakuler melalui aksi individu, namun sepakannya yang sempat terdefleksi Yerry Mina hanya membentur tiang gawang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Juventus terus mencoba menembus pertahanan Cagliari, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Disiplin lini belakang tuan rumah serta performa solid Caprile memastikan keunggulan tipis tersebut bertahan hingga akhir laga.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Cagliari dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi. Sebaliknya, bagi Juventus, kekalahan ini menjadi peringatan keras bahwa dominasi dan penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Luciano Spalletti dan timnya harus segera berbenah, terutama dalam efektivitas penyelesaian akhir, jika ingin tetap bersaing di papan atas Serie A musim ini.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer