8 Momen Tergila di Final Piala Afrika 2025: dari WO Pemain, Ricuh Penonton, hingga Penalti Paling Aneh

Momen-momen "paling gila" yang terjadi di final Piala Afrika 2025, Senin (19-1-2026) dini hari WIB.

Bola.com, Jakarta - Senegal memastikan diri sebagai juara Afrika pada Senin (19-1-2026) dini hari WIB setelah menaklukkan Maroko dalam satu di antara final paling dramatis sepanjang sejarah Piala Afrika.

Laga puncak yang digelar di Rabat itu berubah menjadi panggung kekacauan, kontroversi, dan emosi ekstrem, ketika tim juara edisi 2021 itu bertransformasi dari nyaris tumbang menjadi pahlawan hanya dalam hitungan menit.

Final yang mempertemukan dua tim terbaik turnamen ini berjalan ketat selama 90 menit. Namun, drama mencapai puncaknya pada masa injury time babak kedua.

Apa saja momen-momen "tergila" yang terjadi sepanjang pertandingan final Piala Afrika 2025? Simak, selengkapnya berikut ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Keputusan Kontroversial

1. Gol Dianulir yang Memicu Kekacauan

Senegal sempat mengira mereka telah mencetak gol kemenangan telat. Ismaila Sarr, penyerang Crystal Palace, berhasil menyambar bola dari jarak dekat setelah sundulan Abdoulaye Seck membentur tiang gawang.

Namun, wasit Jean Jacques Ndala menganulir gol tersebut setelah menilai Seck melakukan pelanggaran terhadap Achraf Hakimi sebelum mendapatkan bola. Keputusan inilah yang menjadi awal rangkaian kekacauan di menit-menit akhir.

2. Penalti Kontroversial untuk Maroko

Tak lama berselang, drama kembali terjadi di sisi lapangan yang lain. El Hadji Malick Diouf, pemain West Ham, terlibat insiden dengan Brahim Diaz di kotak penalti Senegal saat situasi sepak pojok.

Wasit Ndala meninjau kejadian tersebut melalui monitor VAR di sisi lapangan. Setelah peninjauan, penalti diberikan kepada Maroko pada menit kedelapan masa tambahan waktu.

Tayangan ulang memperlihatkan Diaz terjatuh dengan mudah setelah terjadi kontak dengan Diouf, yang langsung memicu protes keras.

3 dari 5 halaman

Aksi Walk-Off

3. Senegal Tinggalkan Lapangan

Keputusan penalti itu jelas memancing kemarahan para pemain dan ofisial Senegal. Situasi makin panas ketika pelatih kepala. Pape Thiaw, memanggil para pemainnya dan meminta mereka meninggalkan lapangan.

Kamera televisi memperlihatkan sejumlah pemain berjalan menuju lorong stadion dan masuk ke ruang ganti.

Dari seluruh skuad Senegal, hanya Sadio Mane, mantan bintang Liverpool, yang terlihat tetap berada di lapangan sebelum akhirnya membujuk rekan-rekannya untuk kembali.

4. Kebocoran Media Sosial yang Aneh

Satu di antara momen paling ganjil justru terungkap setelah pertandingan usai. Sebuah tangkapan layar yang menampilkan Ibrahim Mbaye beredar luas di media sosial, memperlihatkan sang pemain berpose di ruang ganti sambil mengenakan kostum pertandingan.

Dalam keterangan unggahan tersebut tertulis, yang jika diterjemahkan berbunyi: "Ibrahim Mbaye yang masih sempat membalas Snap saat mereka meninggalkan lapangan."

Kalimat itu dilanjutkan dengan: "Jadi, dia sedang berada di tengah pertandingan dan masih sempat membalas pesan saya. Damai, kami sedang dirampok."

Tidak diketahui siapa pengunggah asli tangkapan layar tersebut, tetapi foto itu dengan cepat menyebar luas.

4 dari 5 halaman

Penonton Ricuh

5. Kericuhan di Tribune Penonton

Ketegangan di lapangan merembet ke tribune. Ketika pertandingan dihentikan, frustrasi suporter meluap. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bentrokan antara polisi dan pendukung Senegal yang turun ke lapangan dari tempat duduk mereka.

Dalam salah satu rekaman, tampak keributan terjadi tepat di belakang gawang saat Brahim Diaz bersiap mengeksekusi penalti.

6. Edouard Mendy Jadi Penyelamat

Sekitar 15 menit setelah penalti diberikan, Diaz akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk memenangkan turnamen bagi Maroko dari titik putih.

Namun, kiper Senegal Edouard Mendy melakukan penundaan kecil sebelum tendangan dilepaskan.

Diaz mencoba men-chip bola, tetapi arah tembakannya lurus ke arah Mendy, yang dengan mudah menepisnya. Tak lama berselang, peluit panjang dibunyikan, memberi Senegal sebuah harapan yang hampir mustahil.

5 dari 5 halaman

Momen Bersejarah

7. Momen Bersejarah Pape Gueye

Sebelum edisi Piala Afrika tahun ini, Pape Gueye baru mencetak tiga gol untuk Timnas Senegal. Setelah mencetak dua gol saat menang 3-1 atas Sudan di babak 16 besar, gelandang bertahan Villarreal itu kembali mencatatkan namanya dalam sejarah.

Pada menit keempat babak tambahan waktu, setelah kerja brilian dari Sadio Mane di garis tengah, Gueye membawa bola ke depan dan melepaskan tembakan kaki kiri keras ke sudut atas gawang.

Gol tersebut memicu ledakan kegembiraan di seluruh Senegal.

8. Mimpi Ganda Maroko yang Pupus

Maroko sempat hampir menyamakan kedudukan melalui Youssef En-Nesyri. Namun, Senegal justru memiliki peluang-peluang terbaik untuk menambah gol.

Ibrahim Mbaye, pemain muda PSG, hampir mencetak gol impian, tetapi digagalkan oleh rekan setimnya di klub, Achraf Hakimi. Kemudian, Nayef Aguerd menyundul bola hingga membentur mistar gawang dari situasi sepak pojok.

Pada peluang terakhir, Cherif Ndiaye gagal memanfaatkan kesempatan emas dari jarak enam yard meski gawang dalam kondisi terbuka.

Yassine Bounou sempat menepis tembakan pertamanya sebelum bola kembali mengarah ke Ndiaye, tetapi secara luar biasa, ia tetap gagal mencetak gol.

 

Sumber: Daily Star

Video Populer

Foto Populer