Ronaldo Berontak, Transfer Benzema Jadi Titik Didih Saudi Pro League

Laporan yang beredar menyebut CR7 sengaja menepi sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan internal liga, khususnya terkait transfer Karim Benzema dari Al Ittihad ke Al Nassr yang dinilai sarat kepentingan politik kekuatan finansial.

Bola.com, Jakarta - Saudi Pro League diguncang drama besar yang melibatkan Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu secara mengejutkan absen saat Al Nassr menang tipis 1-0 atas Al Riyadh meski tak mengalami cedera maupun masalah kebugaran.

Absennya Ronaldo bukan keputusan teknis semata. Laporan yang beredar menyebut CR7 sengaja menepi sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan internal liga, khususnya terkait transfer Karim Benzema dari Al Ittihad ke Al Hilal yang dinilai sarat kepentingan politik kekuatan finansial.

Situasi ini membuka kembali perdebatan soal keseimbangan kompetisi di Saudi Pro League, yang belakangan semakin timpang akibat distribusi kekuatan pemain bintang yang dianggap tidak merata.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ronaldo Kesal, Nilai Kompetisi Tidak Seimbang

Kekecewaan Ronaldo disebut tertuju langsung kepada Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan negara Arab Saudi yang memegang kendali atas empat klub besar, yakni Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli.

Ronaldo menilai tidak ada keadilan kompetitif, terutama setelah Al Hilal yang sudah bertabur bintang kembali mendapat suntikan kekuatan besar. Klub pemuncak klasemen itu sukses mengamankan Karim Benzema secara gratis untuk melengkapi skuad mewah yang telah dihuni nama-nama seperti Darwin Nunez dan Theo Hernandez.

Situasi tersebut kontras dengan Al Nassr yang justru menjalani bursa transfer musim dingin dengan sangat sunyi. Satu-satunya rekrutan mereka hanyalah gelandang muda Irak berusia 21 tahun, Hayder Abdulkareem.

Kondisi ini membuat Ronaldo geram. Ia menilai keseimbangan kompetisi harus dijaga jika Saudi Pro League ingin benar-benar dihormati sebagai liga elite dunia.

 

Protes Berujung Absen, Internal Al Nassr Bergejolak

Meski Ronaldo dikabarkan telah menyuarakan penolakannya, transfer Benzema tetap dirampungkan tepat sebelum bursa transfer ditutup. Sebagai bentuk protes, Ronaldo memilih tidak masuk skuad pertandingan melawan Al Riyadh.

Gejolak tak berhenti di situ. Otoritas direktur olahraga Al Nassr, Simao Coutinho, serta CEO klub, Jose Semedo, disebut telah “dibekukan” kewenangannya oleh dewan klub. Keduanya sama-sama berasal dari Portugal dan dikenal dekat dengan Ronaldo.

Perubahan dinamika kekuasaan ini muncul tak lama setelah pelatih Al Nassr, Jorge Jesus, secara terbuka mengakui bahwa klubnya kalah “kekuatan politik” dibanding Al Hilal. Pernyataan itu seolah menegaskan keresahan Ronaldo yang merasa berjuang sendirian dalam perburuan gelar liga.

 

Sadio Mane Jadi Penyelamat, Ronaldo Dinanti di Laga Besar

Tanpa Ronaldo, Al Nassr tetap mampu meraih tiga poin berkat gol tunggal Sadio Mane. Penyerang asal Senegal itu memastikan kemenangan penting yang menjaga peluang Al Nassr di papan atas klasemen.

Kini sorotan tertuju pada laga besar kontra Al Ittihad, Jumat mendatang. Publik menanti apakah Ronaldo akan kembali turun ke lapangan atau justru melanjutkan sikap diamnya.

Yang jelas, drama ini menegaskan satu hal: ambisi Cristiano Ronaldo untuk terus menang belum pernah padam, dan ketika merasa keadilan kompetisi terganggu, ia tak ragu menyuarakan perlawanan, bahkan dengan cara paling ekstrem.

Sumber: NDTV

Video Populer

Foto Populer